
" kenapa kamu yakin jika itu bayi om Kevin dan mbak ayu..." tanya Kirana..
" karena aku mendengar kak Kevin bilang pada wanita itu untuk menjaga bayi dalam perutnya.. mereka juga membeli melon karena wanita itu ngidam..." kata Rika cemberut..
" dia menangis selama seminggu.. itu pun di bujuk ayah akan membelikan tiket konser BTS di Korea..." kata Alex..
" aku mau..." kata Kirana dan Ema bersama an..
" aduh wanita hamil satu ini.. fokus Kirana.." kata Sandra..
" hehehe maaf aunty... kalau tak salah sekitar 2 bulan yg lalu ya..." kata Kirana...
" ya.. mereka juga membeli susu ibu hamil begitu banyak..." tambah Rika..
" sebenarnya itu aku yg lagi ngidam.. dan kebetulan kak ayu ke kota jadi aku minta tolong buat beliin susu dan melon..." jawab Kirana...
" berarti saat itu Ardi juga sedang ngidam... dan dia makan buah melon yg Kevin bawa..." tambah Wulan..
" seperti nya begitu ma..." jawab Kirana...
" jadi Rika... Kevin itu masih single.. dan dia sendiri masih binggung dengan perasaan nya..." jawab Alex..
" benarkah.. kakak tak bohong..." kata Rika ceria..
" benar Rika.. kakak bisa jamin tentang itu.." kata Alex..
" legaaaa....." kata Rika tertawa lepas...
semua orang heran dengan tiga gadis itu yg malah jatuh cinta dengan para pria matang yg lebih pantas di panggil om oleh mereka...
" tunggu aunty boleh tanya..kenapa Kirana.. Rika.. dan Ema.. suka pada om om gitu sih.. emang yg ABG udah habis..." tanya Sandra..
" Rika suka dari pertama saat melihat kak Kevin yg macho dengan baju biasa dan senyum nya.. bikin meleleh..." jawab Rika sambil malu..
" idih..." kata Alex sok jijik...
" kalau Ema.. emm... karena.. kak Alex orang yg pernah menolong saat Ema di ganggu preman saat supir Ema tak menjemput saat pulang sekolah..." jawab Ema...
" kapan..." tanya Alex binggung..
" saat itu Ema pakek topi dan Hoodie.. bahkan kak Alex mengatai kalau Ema gadis aneh dan bodoh karena mudah memberikan barang berharga pada preman itu..." jawab Ema..
" hahaha... gadis Hoodie hijau neon itu.. ya Tuhan maafkan aku sayang aku tak mengenali mu... karena kau mengunakan jaket yg membuat mata sakit..." kata Alex..
" AAAA.. kak Alex jahat..." kata Ema melempar bantal pada Alex...
" kalau Kirana..." tanya Sandra..
" aku bahkan tak tau sejak kapan Daddy berada di hatiku.. pertama aku bertemu mama.. orang yg mengajariku membaca.. kemudian bertemu Daddy saat berjualan donat saat masih kecil.. dia orang yg membeli semua donat ku malam itu.." kata Kirana tersenyum...
" kau menginggat semuanya..." tanya Sandra..
" iya.. bahkan aku menuliskan semu itu dalam sebuah buku agar nanti bisa menceritakan pada anak ku bagaimana Daddy nya... betapa baik Daddy ya..." jawab Kirana..
" BUCIN..." teriak Ema dan Rika...
" biarin Wlek..." kata Kirana....
mereka pun menikmati waktu bersama.. bahkan mereka akan pulang saat malam dan sandi yg sudah meminta izin pada orang tua dari dua gadis itu agar bisa menemani Kirana...
Ardi mengirim pesan kalau dia akan ada rapat dengan pak Indra dan Alea..
__ADS_1
" sayang.. aku ada rapat dengan pak Indra dan Alea.. dan tenang ada Kevin dan Hiro di sampingku..." pesan Ardi..
" tentu hubby.. selamat bekerja cari uang yg banyak ya heheheπππ€π€" balas Kirana...
Ardi tersenyum menerima balasan dari Kirana.. Ardi kemarin sudah menjelaskan semua hanya salah paham..
tok... tok.. tok..
" masuk.." jawab Ardi..
" maaf tuan.. kita sudah di tunggu untuk rapat..." kata Kevin..
" baiklah..." jawab Ardi seraya mengambil Jas yg tersampir di sandaran kursinya.. kini mereka menuju ke ruang rapat..
sekarang Ardi hanya memiliki Hiro sebagi sekertaris karena Marsha sudah di berhentikan karena terus menggoda Ardi..
Ardi beserta Kevin dan Hiro masuk dan semua memberi hormat.. satu menatap Ardi dengan tatapan cinta tapi itu tak mungkin bisa ia gapai.. apalagi Ardi memiliki Kirana dan bayi di rahimnya..
" silahkan di mulai..." kata Kevin
kini perusahaan pak Indra memberi gambaran tentang taman bermain itu.. dan juga pembangunan sudah berjalan 40% mereka juga mendatangkan tim hebat dari luar negri untuk membuat permainan yg ekstrem..
Alea merasa sesak apalagi Ardi yg terlihat dingin dan datar.. pak Indra mengenggam tangan putrinya dan memberi kekuatan..
" maaf tuan.. apakah anda sudah menyiapkan nama untuk taman bermain ini..." tanya salah satu pegawai..
" Andhara Dreams..." jawab Ardi..
" nama yang bagus tuan Ardi... kalau boleh tau nama ini terinspirasi dari..." tanya tuan Indra..
" itu nama putri pertama ku.. " kata Ardi datar..
" baiklah.. lanjutkan pekerjaan baik kalian.. dan rapat saya akhiri..." kata Ardi seraya bangkit dari kursinya..
kini Ardi kembali ke ruangan nya.. tapi dia begitu lelah.. dan sudah kangen dengan Kirana dan baby Ara...
"Kevin.. saya akan pulang.. tolong siapkan mobil...." kata Ardi menelpon Kevin dan memutuskan setelah mendapat jawaban..
Kevin pulang bersama Ardi sambil membawa beberapa berkas yg harus di selesaikan.. Kevin juga mendapat kabar dari pengacara kepercayaan keluarga as Shiddiq jika Ardi sudah bisa menikah...
Kevin membukakan pintu mobil untuk Ardi sedang dia menuju ke bagian kemudi setelah itu...
mobil itu membelah jalanan ibu kota yg macet karena jam pulang kantor.. Kevin pun membuka pembicaraan..
" tuan.. tadi pengacara mengatakan jika anda sudah bisa menikah dengan nona Kirana.." kata Kevin..
" persiapkan segera Kevin.. aku tak bisa menundanya lagi.. apalagi perut Kirana akan tambah besar.. " kata Ardi..
" apa tuan ingin membuat pesta besar-besaran..." tanya Kevin..
" tidak.. aku ingin pesta sederhana.. dan nanti buat pesta saat baby Ara sudah lahir saja.. karena aku tak ingin Kirana lelah.. apalagi dia hamil di usianya..." jawab Ardi...
" baik tuan..." jawab Kevin..
mereka sampai setelah 1 jam perjalanan karena kemacetan di ibukota... pak Kim menyambut kedatangan kedua pria itu..
" selamat datang tuan muda...." sapa pak Kim..
" iya pak.. mana semua orang.." tanya Ardi yg berjalan di ikuti Kevin..
" sedang bermain di taman belakang..." jwayb pak Kim..
__ADS_1
" apa Alex juga.. karena aku melihat mobilnya..." tanya Ardi..
" iya tuan.. dan tuan Alex sedang berolahraga dengan tuan besar..." jawab pak Kim..
" baiklah.. Kevin aku ke taman.. kamu bisa meletakkan berkas itu ke ruang kerjaku.." perintah Ardi..
" baik tuan.." jawab Kevin..
Ardi menghampiri para wanita yg sedang tertawa di taman belakang.. meski waktu sudah menunjukkan sore hari..
" aish... ini sudah hampir petang... kenapa kalian masih min.. cepat masuk.." perintah Ardi..
" widih.. raja setan datang.. semu ayo masuk atau kalian tak akan dapat makan malam.. hahahaha..." tawa Sandra yg bersembunyi di balik tubuh Wulan..
" dasar adik tak punya akhlak..." kata Ardi..
" sorry..." jawab Sandra..
kini Ardi sudah mencium kening Kirana dan menggandengnya masuk sedang keempat wanita itu mengekor di belakang.. sedang Sandra bersungguh kesal karena sang suami tak ada di sampingnya...
" hei.. belum halal..." protes Sandra..
" oh.. besok kami menikah secara sederhana.. dan setelah baby Ara lahir.. aku akan mengadakan pesta besar besaran..." jawab Ardi..
" hah.. tapi kami mu belum menyiapkan baju..." kata Ema dan Rika..
" tenang.. biar Kevin yg menyiapkan untuk kalian berdua.." kata Ardi
" gak papa kan sayang..." tambah Ardi..
" tentu.." jawab Kirana...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen πππππ terima kasih
__ADS_1