
" dokter apa yg sebenarnya terjadi, aku yakin ada sesuatu yg dokter sembunyikan dari kami?." tanya Sandra
" maaf nyonya muda, sebenarnya kehamilan nyonya Kirana tak bisa di lanjutkan karena keadaan nya yg begitu lemah.." kata dokter Ivan
" apa tidak bisa sampai bulan. setidaknya janinnya berusia 31minggu." kata Sandra
" maaf nyonya saya tak bisa menjamin itu karena kondisi yg tak memungkinkan. apalagi usia nyonya dan juga pre-eklampsia yg di derita." kata dokter Ivan.
" tapi bisakah aku menyelamatkan bayi bang Ardi dan Kirana.." tanya Sandra..
" bisa. tapi kita butuh semua alat canggih yg ada di kastil James untuk menunjang kehidupan bayi itu." jawab Deren.
" bagaimana bisa aku membawa bayi itu ke Belanda. dengan kondisinya apa kau gila." kata Sandra.
" cih.. ternyata kau sama dengan Abang mu. dasar wanita gila. ya James yg kesini dengan mengubah jet pribadinya dan memasang semua alat di pesawat agar kita bisa memindahkan bayi itu." kata Deren.
" baiklah aku mengerti. sekarang kalian siapkan saja biar aku yg membicarakan semua ini dengan James." jawab Sandra.
" baiklah aku akan membuat tim dokter untuk menangani kasus Kirana ini. karena ini juga reputasi rumah sakit ini." kata Deren.
" cih.. kau takut juga rumah sakit mu di tutup oleh raja setan ya." ejek sandra.
"aku hanya tak mau berurusan dengan Abang gila mu itu. apalagi dia suka main tutup dan pecat." kata Deren melihat dokter Ivan yg ngeri.
Sandra keluar sambil tertawa setelah mendengar penjelasan dari Deren. kini Sandra sedang menghubungi James lewat sambungan telpon dan James juga setuju.
Sandra juga meminta Edward untuk menyiapkan tim dokter yg akan menjaga dan merawat bayi Kirana dan juga Ardi selama di Belanda.
ya... semua bisa di lakukan dengan lancar asal ada uang. apalagi James yg mempunyai kekuasan yg tak terkira.
kini Sandra sudah berada bersama Kirana dan menuju ke sebuah mall untuk bermain dan bersantai.
sedang Ardi baru menginjakkan kaki nya di Australia dan sudah di kepung oleh wartawan yg menanti penjelasan Ardi tentang proyek yg merugi itu.
benar saja itu bisa mempengaruhi saham Shiddiq Grub, tapi Kevin dan Leo sudah menyiapkan semua strategi, hingga tak sampai membuat saham Shiddiq Grub terjun bebas di pasar.
" Kevin kita menuju hotel." perintah Ardi.
" baik tuan.." jawab Kevin.
kini mobil yg membawa Ardi menuju hotel miliknya. Ardi ingin merebahkan tubuhnya dahulu karena sudah merasa lelah dengan semua pekerjaannya.
Kevin memerintah anak buahnya untuk bergerak menjemput mangsa mereka yg sudah lari ke luar negri.
Leo berhasil membantu mereka dengan menemukan kontraktor yg membawa kabur uang milik Ardi dan membuat proyeknya tertunda.
__ADS_1
tanpa Ardi duga dia sebenarnya masuk perangkap yg di buat Bram. pria itu tersenyum melihat Ardi yg sudah berada di hotel.
" kau akan hancur Ardi. seperti kau menghancurkan ku dulu.." kata Bram menyeringai.
Alea juga sudah datang ke Australia. dia membatalkan untuk bertemu Kirana. karena dia harus melakukan sesuatu di negara itu.
Alea sampai di lobi hotel yg sama dengan Ardi. terlihat seorang pria menghampirinya. pria itu tersenyum menyambut kedatangan Alea. ya pria itu Bram yg merasa berhasil membujuk Alea agar bisa bekerja sama dengannya.
" akhirnya kau datang sayang." kata Bram.
" ya. karena aku tertarik dengan penawaran mu. dan aku ingin memilikinya seutuhnya." jawab Alea.
" baiklah, kau takkan menyesal telah bergabung dengan ku untuk memilikinya dan juga aku untuk memiliki wanita yg mempesona itu." kata Bram menyeringai.
"baiklah tapi aku ingin beristirahat dulu.. tolong antar aku ke kamar ku." kata Alea.
" tentu dengan senang hati." kata Bram.
kini mereka menuju ke sebuah kamar yg sudah dipesan oleh Bram. setelah itu Alea masuk ke dalam kamar. semoga dia bisa melajukan rencana dengan baik.
sedang di tempat lain, Kevin mengetuk pintu kamar Ardi. tak lama Ardi membuka dan kini mereka berdua masuk.
" ada apa Kevin." tanya Ardi.
" tunggu apa lagi cepat bereskan." perintah Ardi.
" tapi dia ada di negara Jepang. dan dia juga mendapat perlindungan dari keluarga istrinya." kata Kevin.
"aku tak peduli. aku hanya ingin dia mati. jadi cepat selesai kan urusan itu.." kata Ardi.
"baik tuan." jawab Kevin.
Kevin menghubungi Nando yg akan menyelesaikan semua tugasnya untuk menjemput kontraktor itu.
karena Kevin harus terus bersama Ardi karena keselamatan Ardi juga penting menginggat begitu banyak musuh yg mengincarnya.
" Kevin kapan kita bisa mengunjungi proyek yg tertunda itu.. karena aku tak ingin terjebak di sini lebih lama lagi." kata Ardi sedikit jengkel.
" besok tuan. sekarang anda bisa istirahat terlebih dahulu.." kata Kevin.
" baiklah. kau juga istirahat ya." kata Ardi
" baik tuan." jawab Kevin.
kini Kevin menuju ke kamarnya yg berada di depan kamar Ardi. bahkan lantai itu tak bisa sembarang orang yg bisa masuk tanpa ada izin dari Ardi.
__ADS_1
Ardi ingin menelpon Kirana tapi saat melihat jam Ardi mengurungkan niatnya. karena di Jakarta pasti sudah malam dan pasti Kirana tengah beristirahat.
kini Ardi hanya bisa melepas rindu hanya dengan melihat foto wanita yg ia cintai itu. bahkan foto yg di villa pun masih Ardi simpan.
Ardi pun tersenyum saat menginggat semua orang yg mengira Kirana istrinya tapi takdir menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan sesungguhnya.
" mungkin kau sudah tidur sayang. aku baru meninggalkan kalian tapi aku begitu merindukan mu di sampingku saat ini." gumam Ardi saat melihat foto Kirana yg tengah tersenyum.
Ardi pun memutuskan untuk tidur agar besok dia bisa mulai bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan yg tertunda akibat ulah dari para penghianat itu.
Ardi pun masuk ke alam mimpi hanya dalam hitungan menit. entah karena lelah atau karena keadaan jetlag jadilah Ardi begitu mudah tidur.
padahal biasanya dia akan minum sebelum bisa menutup mata. Kevin masih mengawasi anak buahnya yg sedang bergerak mencari para penghianat itu.
Kevin mendapat kabar baik dengan keberhasilan dari anak buahnya meski mereka harus melakukan pertarungan agar bisa membawa pria itu.
Kevin meminta nandi membawa orang itu menghadap ke Ardi dan juga dirinya. Nando pun menyanggupi dan akan membawa pria itu kehadapan Ardi di Australia.
" ternyata kau bodoh karena telah salah memilih lawan yg tak seimbang. kau akan menyesal karena berani menghianati kami. dan juga aku akan mengetahui siapa dalang di balik aksi mu ini." gumam Kevin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1