Secret Daddy

Secret Daddy
sekolah..


__ADS_3

"Kamu siap siap lah princess, hari ini Daddy yg akan mengantar mu sekolah," kata Ardi


"Benarkah Daddy, Kirana akan di antar ke sekolah," jawab Kirana berlari ke kamarnya.


Kirana mandi dan bersiap ke sekolah, kini Kirana masuk ke kelas satu SD milik yayasan Wulan.


Kirana adalah gadis yg baik dan mudah bergaul, tapi Ardi selalu memantau dengan beberapa pengawal yg menyamar.


Ardi sedang ada di meja makan, tak lama Kirana datang dengan membawa ikat rambut.


"Bik Ina bantu Kirana buat kepang dong," kata Kirana sambil menghampiri bik Ina.


"Sini Princess sarapan," kata Ardi.


Kirana ikut sarapan sedang bik Ina menata rambut Kirana, tak lama asisten Kevin datang.


"Hai om sarapan," ajak Kirana.


"Om sudah sarapan Kirana," kata Kevin.


Sedang Ardi menikmati sarapan dan kopi nya, Kirana selesai sarapan dan juga rambutnya sudah rapi.


" Kevin apa jadwalku hari ini?" tanya Ardi yg masih meminum kopi nya.


"Hari ini ada rapat dan juga kita harus mengecek proyek yg sempat tertunda tuan, dan juga hari ini jadwal kunjungan ke panti asuhan tuan," kata Kevin.


"Baiklah kalau begitu ayo berangkat," kata Ardi.


Kirana sudah berdiri dan mengambil tas sekolahnya yg loreng itu, Ardi di buat binggung dengan tas pilihan Kirana yg tomboi.


"Ayo kita berangkat Daddy," kata Kirana sudah siap.

__ADS_1


" Oke Princess, oh ya pulang nanti biar Hiro yg menjemputmu oke," kata Ardi.


"Oke Daddy, asal jangan Tante yg seperti ondel-ondel itu Kirana tak suka!" kata Kirana sedikit keras.


"Tante ondel-ondel?" tanya Ardi saat mereka sudah di lift.


"Itu Marsha tuan," jawab Kevin.


"Ha-ha-ha, kenapa Princess kamu sebut dia ondel-ondel?" tanya Ardi.


"Pokoknya Kirana gak suka dan Daddy gak boleh dekat dekat," kata Kirana mengerucutkan bibirnya.


"Iya Princess, Daddy gak akan dekat dekat dekat, tapi princess gak boleh dekat dekat dengan pria lain selain Daddy oke," kata Ardi.


"Oke Kirana akan selalu dengan dan bersama Daddy," kata Kirana memeluk Ardi.


Kini Kevin membuka pintu mobil, Ardi dan Kirana sudah masuk, kemudian mereka menuju ke sekolah Kirana terlebih dahulu, Ardi mengeluarkan uang lima puluh ribu dan memberikan pada Kirana.


Kirana mencium tangan dan juga pipi Ardi saat berpamitan, Ardi masih melihat ke arah Kirana yg di sambut oleh dua temannya.


"Kirana tumben kamu di antar Daddy mu?" tanya Rika.


"Pengen saja Daddy sedang ingin, aku juga tak tau," kata Kirana.


"Kirana itu tadi kamu di antar siapa," tanya Ema.


" Huh, dasar si Ema loading lama itu tadi Daddy nya Kirana, Ema!!!" teriak Rika.


"Udah sih ayo masuk, nanti kita telat," kata Kirana pada kedua temannya.


Kirana senang bisa memiliki dua teman yg baik, mereka sangat kompak dalam segala hal.

__ADS_1


Mobil yang di kemudikan oleh Kevin sudah sampai di lobi perusahaan, Kevin membukakan pintu untuk Ardi dan kini mereka masuk ke dalam perusahaan dan menjadi pemandangan yg menarik.


Dua pria yg tengah berjalan menuju lift khusus, Ardi yang mempunyai wajah tampan, badan proporsional dan juga karismatik. sedang asisten Kevin tak kalah meski tak lebih tampan dari Ardi dia memiliki wajah yang berwibawa meski terkesan datar dan kejam.


Kevin adalah tangan kanan Ardi dan juga orang berkuasa kedua setelah Ardi, para karyawan akan takut jika Kevin yang bertindak.


Kini Hiro dan Marsha memberi hormat saat Ardi masuk ruangan bersama Kevin, tak lama Kevin keluar dan menghampiri meja sekertaris.


" Hiro nanti siang jangan lupa jemput nona kecil, dan juga bawa dia menuju proyek dan Marsha kamu handel kantor, apa kalian mengerti," kata Kevin.


"Baik asisten Kevin," jawab mereka serentak.


Kini Kevin masuk ke ruangannya, sedang Marsha melihat kearah Hiro, Marsha melihat Hiro seakan biasa saat mendengar perintah Kevin.


"Hiro kenapa kau terlihat biasa saat di suruh menjemput gadis nakal itu," kata Marsha.


"Gadis nakal? dia bahkan sangat penurut dan juga ceria, dan jangan pernah menghina nona kecil jika kamu tak ingin di pecat dari kantor ini," kata Hiro.


"Huh.. aku tak menyukainya, dia selalu menempel pada bos Ardi," kata Marsha.


"Kau saja yang tak menyukai anak kecil, apalagi bos sangat mencintai dan menyayangi nona kecil dan aku pastikan bos akan menghabisi siapa pun yang berani melukainya atau menyakiti nona kecil," kata Hiro yg masih sibuk dengan pekerjaan nya.


Marsha menghentakkan kakinya karena merasa kalah berdebat dengan Hiro, ya Marsha pernah menjemput sekali saat Ardi bersama asisten Kevin dan Hiro ada rapat yang tak bisa di tunda.


Kirana langsung cemberut dan mengerjai Marsha dengan mengajaknya makan eskrim di pinggir jalan, jika Marsha menolak Kirana akan mengancam akan melaporkan pada Ardi.


Itulah sebabnya kenapa Marsha sangat membenci Kirana, sebab gadis itu terus menempel pada Ardi.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2