
kini Ema sedang melakukan terapi dan juga pengobatan dengan bantuan dari Waleed.
sedang kandungan Rika sudah masuk bulan ke sembilan dan ternyata Kirana juga sedang hamil empat bulan, dan itu berarti anak kedua.
Waleed makin protektif pada istrinya itu, bahkan Rika harus mengunakan kursi roda untuk sesekali.
karena kondisi tubuhnya yang sedikit lemah, seperti pagi ini Rika sedang di bantu Waleed berjalan.
"maaf ya, aku malah makin merepotkan seperti ini," kata Rika yang berjalan dengan tertatih.
"apa yang kamu katakan, aku bahkan rela mengendong mu kemana pun, tapi kamu malah mau belajar sendiri," kata Waleed sedikit marah.
"maafkan aku, aku ingin sedikit bergerak, apalagi putra-putri mu terlalu aktif di dalam," jawab Rika tersenyum.
"ya sudah, kita duduk di sini,biar mereka menyiapkan sarapan di sini," kata Waleed.
Hakim pun langsung memerintahkan semua pelayan untuk menyiapkan sarapan.
sedang Diana memberikan laporan tentang pengobatan yang di lakukan oleh Ema.
"sayang, sebentar lagi Kirana juga akan memiliki anak kedua, tapi aku merasa sedih saat Ema...." suara Rika tercekat.
"tidak apa-apa sayang, semua hasil pengobatan yang di lakukan Ema dan Leo berhasil, dan kita tinggal menunggu berita baik," kata Waleed
"semoga Allah mendengar doa setiap umatnya," jawab Rika.
tapi tiba-tiba dia merasa perutnya begitu sakit, dan air ketuban pun sudah pecah.
melihat istrinya seperti itu, Waleed pun mengendong Rika ke mobil dan meminta Hakim mengebut.
saat sampai di rumah sakit, Rika dibawa ke ruang bersalin, Waleed pun di minta untuk menemani Rika melahirkan.
__ADS_1
Rika pun mengenggam tangan Waleed, Waleed pun ikut panik melihat Rika yang menangis.
"sayang, aku disini, seandainya bisa aku mohon pindahkan rasa sakit istriku padaku...." kata Waleed mengenggam tangan Rika.
"baik Bu, ini sudah pembukaan sepuluh, tarik nafas kemudian dorong," kata dokter yang menangani persalinan Rika.
setelah beberapa kali dorong, akhirnya putri mereka pun lahir, Rika pun sedikit kelelahan.
tapi dokter memberi semangat, Rika pun mengejan untuk terakhir kalinya.
Waleed hanya melihat sekilas kedua anaknya, Waleed langsung memeluk Rika yang kelelahan.
"tidak, aku tak akan memintamu hamil lagi, cukup mereka menyiksa mu, aku tak mau melihatmu seperti ini," kata Waleed.
dokter dan semua perawat terkejut dengan perkataan Waleed, "sayang, mereka adalah hadiah dari Allah untuk mu, untuk keluarga kita," kata Rika lemah.
"tidak, aku tak bisa melihat mu kesakitan lagi, aku tak mau melihat lagi," kata Waleed.
"tidak, jauhkan mereka dariku," jawab Waleed.
"sayang.... aku mohon, atau aku akan membencimu," ancam Rika.
Waleed pun mengadzani kedua anaknya, sedang Rika di bersihkan sebelum di bawa ke ruang rawat.
setelah berpindah ruangan, Rika terlihat masih begitu lemah, mama Rina datang bersama tuan Anggara.
mama Rina pun menyuapi sang Putri, sedang papa Anggara binggung karena tak melihat Waleed.
"mana suamimu?" tanya tuan Anggara.
"sedang mengurus sesuatu, papa bisa tolong bujuk Waleed, seperti nya dia terkena baby blouse," kata Rika.
__ADS_1
"aku baik-baik saja, aku hanya meminta Diana menyiapkan yang terbaik untuk bayi kita, dan kmu harus sehat sebelum melihat mereka, dan nanti ada delapan pengasuh yang akan mengasuh mereka," jawab Waleed.
"apa? itu kebanyakan, aku akan merawatnya sendiri," kata Rika.
"tidak, aku tak mu kamu harus merawat mereka, kamu hanya perlu merawatku, dan kamu hanya perlu mengawsi para pengasuh menjaga anak-anak," jawab Waleed.
"kenapa seperti itu, aku ingin anakku dekat dengan ku, bukan pengasuh," kata Rika.
"baiklah, tapi aku ingin kamu tetap merawat dirimu sendiri, mengerti," kata Waleed
"baiklah," jawab Rika mengalah.
dia tau tak akan menang jika bersitegang dengan Waleed.
tak lama Kirana datang bersama Ardi, mereka membawa buah dan juga beberapa hadiah yang sudah di kirim ke rumah Waleed.
tak lama Leo datang dengan piyama berwarna merah muda dan itupun kembar dengan Ema.
"waw... pasangan kita, ada apa ini?" tanya Ardi meledek.
"biasa, nyonya sedang moodie, jadi aku di minta pakai piyama seperti ini," jawab Leo.
"Ema kamu?" tanya Kirana menyentuh perutnya.
Ema pun mengangguk, melihat itu Kirana berpelukan dengan Ema erat, "wah kita hamil barengan," kata Kirana senang.
"wah selamat, aku juga mau peluk," kata Rika merentangkan tangannya.
Ema juga tak mengira akan di percaya secepat ini,meski baru dia bulan dia akan menjaganya dengan baik.
akhirnya semua berakhir bahagia, Ema yang sekarang bahkan lebih di lindungi oleh Leo.
__ADS_1
akhirnya semua menemukan cinta dan kebahagiaan bersama keluarga masing-masing.