
"Wanda kemari."panggil Ema.
"aish.. apalagi sih, kenapa kakak sepupuku begitu cerewet."gerutu Wanda.
sedang Kevin hanya melihat gadis itu tersenyum karena gadis itu terlihat begitu urakan.
"mas makasih ya rokoknya." kata Wanda.
"oke lain kali mu merokok cari gue aja ya" kata kevin.
"siap mas, asal kau tak takut kalau aku menghabiskan uangmu hahaha" tawa Wanda sambil meninggalkan Kevin.
Wanda berjalan menuju Ema dan Kirana, saat sampai Ema langsung menjewer ya.
"aku sudah pernah merokok sembarangan, kau mau papa sama Mama tau hah dasar gadis nakal." kata Ema.
"maaf kali mbak. habis kelamaan acara kalian, ayo pulang gue laper nih." kata Wanda.
" eh kampret loe, sini mau kena jitak ya." geram Ema.
"aduh Ema sadar kali kamu sekarang itu istri dari seorang pengusaha please itu mulut kalau ngomong sedikit di rem Napa!" kata Kirana.
sedang Wanda hanya menertawakan Ema yang kena marah okeh Kirana.
kini mereka pun memilih menuju ke rumah keluarga Aditama. Kevin memberikan kunci pada Ardi.
"kmu mau kemana Kevin?" tanya Ardi.
"saya ingin mengunjungi orang tua saya tuan." jawab Kevin.
"om Kevin gak papa kan?" tanya Kirana.
"aku baik kok Kirana,"jawab Kevin menyembunyikan lukanya.
saat Kevin mulai berjalan menjauh Kirana terus memandang pria itu dengan tatapan sendu.
"mom.. apa yang kau lihat?" tanya Ardi.
"aku hanya kasihan dengan om kevin Daddy, aku tau dia terluka karena Rika yang harus menikah dengan pria yang bahkan tak di kenalnya." kata Kirana.
"mungkin Alloh sudah menyiapkan jodoh yang lebih baik untuk Kevin mom, ayo kita ke rumah Leo." kata Ardi.
Kevin sedang berjalan sambil menikmati rokoknya, tak di sangka sebuah motor berhenti tepat di sampingnya.
"mas ayo aku antar." kata Wanda.
"kau gila ya pakai gaun bisa bisanya naik motor sport seperti ini."kata Kevin.
"tenang mas, aku pakai dalaman kok, ayo mau gak?" tanya Wanda.
"baiklah lumayan dari pada harus jalan kaki." kata Kevin yang mengambil alih motor Wanda.
kini Kevin membonceng Wanda menuju ke makan orang tuanya. dan tak di sangka saat di sana Wanda juga ikut mendoakan orang tua Kevin.
__ADS_1
"hai orang tua mas ini, tenang ya sekarang Wanda yang kan membuat hati mas mas ini rame kok." kata Wanda.
"dasar gadis aneh." gumam Kevin yang mendengar perkataan aneh Wanda.
Kevin kini menikmati waktu dengan berkeliling bersama Wanda, bahkan mereka memilih makan di pinggir jalan meski mereka mengunakan baju formal.
Wanda adalah gadis cuek dan mampu membuat Kevin sedikit melupakan lukanya yang mengganga.
sedang di rumah milik Waleed, Rika sudah mulai terbiasa dengan keadaan nya. bahkan sekarang Rika punya kegiatan baru yaitu merawat tubuh dan juga olahraga agar bisa memuaskan suaminya itu.
setiap pagi Rika akan bersama Diana melakukan olahraga. seperti pagi ini.
"nyonya kita akan mulai yoga terlebih dahulu." kata Diana.
"baiklah terserah kau saja." jawab Rika.
sedang Waleed sedang mengawasi pergerakan dari Anggara dan Alex, meski sudah nikahi Rika Waleed tak ingin di manfaatkan oleh mereka.
hakim juga selalu setia di samping Waleed, tak di sangka pulau mereka kedatangan tamu tak di undang.
adik kedelapan dari istri ketiga ayah Waleed datang, bahkan hakim sudah memperketat penjagaan di pulau.
"tuan apa saya harus membereskan tuan Ali?" tanya hakim.
"tunggu hakim, aku ingin tau apa yang membawa pria busuk ini datang," kata Waleed.
"tuan nyonya sedang berolahraga bersama Diana di taman belakang." kata hakim.
"maka minta Diana untuk menyiapkan istriku dengan anggun dan cantik aku ingin lihat seperti apa reaksi pria busuk ini." kata Waleed.
"nyonya tuan meminta anda bersiap karena anda akan bersama tuan menyambut saudara dari tuan besar nyonya." kata Diana.
"ayolah, jangan membuat tuan mu marah karena menunggu."kata Rika.
seminggu bersama Waleed, Rika sudah mengetahui sifat Waleed yang sebenarnya.
bahkan Rika sudah tau bagaimana memainkan perannya sebagai istri Waleed yang di tuntut menjadi wanita sempurna.
hanya butuh waktu 20 menit untuk Rika bersiap, bahkan Diana tak di ijinkan membantu oleh Rika.
kini Rika sudah cantik dengan riasan natural dan rambut yang di biarkan tergerai indah bergelombang.
Waleed sudah duduk di sofa ruang tamu, Rika pun datang dan duduk di samping Waleed.
"selamat pagi tuan." sapa Rika.
"kenapa kau begitu cantik, aku sekarang jadi menginginkan mu tapi aku ingin di layani." kata Waleed.
Rika langsung duduk di pangkuan Waleed dan mencium bibir suaminya itu.
"aku merasa menjadi ******* dari pada seorang istri mu, meski kau begitu tampan tapi kau sering mempermalukan ku saat kita bercinta." batin Rika sedih.
bahkan kini ciuman Waleed turun ke leher jenjang Rika dan meninggalkan beberapa bekas merah di sana.
__ADS_1
"tuan tuan Ali di sini." kata hakim menghentikan aksi dari atasannya itu.
Rika merapikan rambutnya dan duduk manis di samping Waleed sedang tangan Waleed sudah memeluk pinggang Rika.
Ali tersenyum pada Waleed dan begitu terpesona melihat Rika yang manis dan imut di samping Waleed.
"sayang ku bisakah kau pergi karena aku ingin kau menungguku di kamar." kata Waleed sambil mencium leher Rika.
"tentu sayang, aku siap menunggu mu." kata Rika mencium bibir Waleed sekilas.
kini Rika pun masuk kedalam kamarnya, Diana sudah memerintahkan memperketat pengawalan di kamar Rika.
sedang Rika di kamar merasa jijik dengan tubuhnya dan juga dirinya. bahkan kini Rika sedang berada di kamar mandi sambil menggosok bibir dan lehernya
"kenapa papa begitu tega membuatku menjadi ******* dari pria menyeramkan ini, bahkan aku tersiksa bersamanya." kata Rika menangis di bawah guyuran shower.
sedang di bawah Waleed sedang menahan amarah karena Ali yang begitu terus terang tertarik dengan istrinya itu.
"kenapa kau terkejut, kau biasanya bisa memberikan wanita mu padaku." kata Ali sombong.
"hakim bereskan pria ini dan kirim mayatnya ke keluarga ku di rumah, sambil kirim surat jangan pernah ada yang berani menganggu istriku atau akhirnya dia harus kehilangan nyawanya." kata Waleed.
"kau hanya mengertak ku, kau tak mungkin melakukan itu." kata Ali.
"memang bukan aku yang akan melakukan nya." kata Waleed sedang hakim sudah siap memenggal kepala Ali.
sedang hakim meminta anak buahnya membereskan tempat itu, Waleed memilih menghampiri istrinya itu.
sesampainya di kamar Waleed melihat Rika sudah meringkuk di kasur king size milik mereka.
Waleed langsung mencengkram dagu Rika begitu erat. Waleed menatap benci pada Rika.
"kenapa kau menggoda pria busuk itu hah!" bentak Waleed.
"tidak tuan, bahkan aku tak mengenal nya."jawab Rika terbata.
"lalu kenapa dia menginginkanmu!" bentak Waleed.
Rika hanya menangis mendapat perlakuan seperti itu, Waleed yang tak menerima jawaban langsung menampar pipi Rika begitu keras hingga Rika terjatuh ke ranjang.
"ingat lah aku tak Sukadi khianati apalagi oleh wanita seperti mu." kata Waleed sebelum meninggalkan kamar itu.
Rika hanya bisa menangisi nasibnya yang bisa terjebak dengan pria gila dan rumah seperti neraka ini.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih