Secret Daddy

Secret Daddy
BC_BERKUMPUL


__ADS_3

Rika terus melihat jalanan ibu kota dengan bahagia, "sayang kau mengabaikan ku," kata Waleed.


Rika langsung menghadap Waleed dan duduk di pangkuan Waleed, "terima kasih sudah mengajak ku ke sini," kata Rika sambil menciumi Waleed.


"hentikan, kita sudah sampai di mall, dan sekarang kamu bisa membeli semua yang kamu inginkan," kata Waleed.


"Diana pinjam ponsel mu, cepat," kata Rika memaksa.


Diana mengulurkan ponselnya pada Rika, Tika langsung mencari nomer telpon dari Ema dan Kirana.


Rika kesal saat Kirana tak mengangkat telponnya, sedang Ema langsung menjawab telpon itu.


"iya hallo, siapa?" tanya Leo melihat nomer tak di kenal.


"hai om, boleh kasih ke Ema gak, ini Rika," kata Rika antusias.


sedang Waleed tersenyum sambil mengacak rambut istrinya itu, mereka pun sambil berjalan menyusuri mall.


"om.. om.. panggil kak Leo kali, sayang si cerewet telpon nih," teriak Leo memanggil Ema yang ada di dapur.


"siapa sih," kata Ema menerima ponselnya.


"Ema! aku ada di grand Indonesia, kamu ke sini ya cepetan," kata Rika begitu senang.


"demi apa lu, beneran di Jakarta," kata Ema yang kaget campur senang.


" iya buruan ya," kata Rika.


Leo binggung melihat sang istri, Ema langsung memeluk Leo, "aku akan bertemu dengan Rika, ayo mas antar aku ke sana," kata Ema yang senang.


"tapi ganti baju dulu ya, masak kita pakai baju piyama kembaran gini," kata Leo.


"kelamaan, ayo cepet," kata Ema menarik Leo yang pasrah.


"ah.. hancur sudah wibawa ku," batin Leo.


Leo dan Ema menuju ke tempat yang di maksud oleh Rika, benar saja saat mereka turun terlihat beberapa pihak keamanan berjaga-jaga.


"waw, ternyata orang besar benar-benar ada disini," kata Leo.

__ADS_1


semua orang di mall itu melihat pasangan yang begitu nyetrik, dengan piyama kembar, tapi tak hanya itu bahkan sang wanita menggunakan tes berharga sebuah mobil mewah.


Ema melihat rombongan dari Rika dan Waleed di lantai dua, mereka pun memutuskan menghampiri sahabatnya itu.


"nyonya besar, kau melupakan ku!" teriak Ema.


mendengar suara Ema, Rika berbalik dan langsung berlari menghampiri sahabatnya itu, bahkan mereka langsung berpelukan begitu erat.


Waleed dan Leo hanya bersalaman sekilas, "aku merindukanmu," kata Ema sudah dengan air mata yang mengalir.


"jangan nangis dong, aku di sini sekarang," kata Rika yang mengeratkan pelukan nya.


"aduh dua drama Queen ketemu, kita makan dulu yuk, laper nih," kata Leo.


"bener tuh sayang, kita makan dulu ya," kata Waleed.


"kita ke tempat langganan yang dulu aja yuk, oh ya mana nyonya Shiddiq, dia gak bisa di hubungin nih," kata Rika.


"dia mungkin sedang main bareng Andhara, ya bayi itu sedang aktif-aktif nya," kata Ema.


"baiklah, lain kali bisa ketemu lagi," kata Waleed.


kini mereka semua menuju ke restoran, meski menggunakan pakaian santai tak menyurutkan ketampanan dan kecantikan mereka.


bahkan wajah Waleed dan Hakim yang begitu mencolok karena keturunan timur tengah dengan hidung mancung bak prosotan TK.


mereka masuk ke restoran Jepang, Rika memesan makanan untuk suami dan kedua asistennya.


Ema juga melakukan hal yang sama, sambil menunggu makanan datang, mereka tengah berbincang bersama.


"bagaimana apa rencana masih aman, bisa di lakukan dong?" tanya Leo.


"tentu, sesuai rencana saja, sebelum kandungan Rika makin besar, dan aku malah takut akan melukai keduanya," kata Waleed.


"kalian lagi bahas apasih, bikin penasaran aja nih," kata Rika menoleh ke arah suaminya.


"biasa sayang pekerjaan, kamu tau kan properti keluarga Aditama yang begitu bagus, aku ingin bekerjasama dengan perusahaan itu, benarkan tuan Leonardo Aditama," kata Waleed.


"tentu tuan, siapa yang tak ingin bekerja sama dengan perusahaan besar seperti milik anda," kata Leo.

__ADS_1


Rika dan Ema hanya mengangguk saja, pasalnya mereka juga tak mengerti urusan perusahaan.


saat makanan yang mereka pesan sudah datang, mereka sangat menikmati waktu bersama.


Waleed ikut bahagia meliht tawa Rika bersama Ema, ya Waleed bersalah sudah membuat Rika sedih beberapa hari karena ulahnya.


setidaknya ini bisa menebus rasa bersalah itu, "kenapa terus memandangi ku, aku berisik ya sayang?" tanya Rika.


"tidak sayng, aku hany ikut senang meliht tawa dan senyum mu kembali, maaf yang telah membuatmu sedih beberapa hari ini," kata Waleed.


"terima kasih, tapi bisakah kita di sini dua hari saja, aku ingin mengunjungi beberapa tempat nanti, boleh ya," mohon Rika.


Waleed mencium kening Rika, "kenapa dua hari, kita akan di sini selama sebulan sayang, kamu bisa berkumpul dengan teman-teman mu, lagi pula aku ada sedikit pekerjaan," kata Waleed.


"terima kasih, kamu suami yang baik sayang," kata Rika memeluk Waleed bahagia.


"aku yang begitu beruntung memilikimu dan juga aku mencintaimu Rika," kata Waleed.


"aduh, iri sayang," kata Ema memeluk Leo.


"sayang tiap hari juga udah di peluk masih iri saja ih," jawab Leo tertawa.


mereka pun tertawa bersama, Waleed kini berubah menjadi manusia yang baik setelah kedatangan Rika.


tapi dia bisa membuat siapapun mati saat berani membuat Rika terluka sedikit saja, karena Waleed tak membiarkan wanitanya terluka.


setelah itu merek pun berpisah, tanpa di ketahui Rika, Waleed memerintahkan anak buahnya membeli susu hamil.


merekapun menuju rumah yang Bru di beli oleh Waleed di daerah pondok indah, bahkan rumah itu begitu besar.


"selamat datang di rumah sederhana kita sayang," kata Waleed membukakan pintu mobil.


"mana? yang ada rumah mewah begini?" tanya Rika polos.


"ini rumah sederhana kita, karena lebih kecil dari istana pribadiku," kata Waleed tersenyum.


"ya terserah kamu lah sayang, kalau ini sederhana lalu kediaman ku dulu apa gubug reot," kata Rika sedikit kesal.


Waleed hanya tersenyum dan langsung mengendong Rika masuk kedalam rumah baru mereka.

__ADS_1


__ADS_2