Secret Daddy

Secret Daddy
BC_kena hukuman.


__ADS_3

hari ini ketiga wanita itu seperti orang lain, pasalnya Ema, Rika dan Kirana sedang begitu sedih.


"ehey .. kenapa tiga nyonya besar ini seperti ini," kata Brian.


"berhentilah menggoda kami, kami sudah terkena masalah semalam, kamu tau aku bahkan merasa pinggangku akan patah karena ulah suamiku," kata Ema.


"kamu bawakan kue untukku, Gula ku turun drastis gara-gara makan sayuran dari pagi, dan lihat di depan Tomomi seperti ada presiden di dalam sini, pengawal suamiku di luar semua," kata Rika menunjuk ke luar toko.


"ya, bahkan sekarang aku harus memakai jam yang memiliki GPS, dan lagi aku harus menghubungi suamiku setiap sepuluh menit jika tidak, dia akan membawaku pulang," jawab Kirana.


ketiga gadis itu sedang menyandarkan kepalanya di meja restoran kue milik teman SMA mereka.


bahkan toko itupun di tutup karena kedatangan tiga nyonya besar, Brian pun menuju ke dapur dan mulai mengambil kue yang di pesan oleh tiga orang itu.


Brian datang membawakan kue pesanan ketiganya, Kirana, Rika dan Ema pun terlihat senang.


"bisakah aku makan seblak di sini, tapi kamu yang buat," kata Ema.


"hei nona Ema, jangan gila ya kamu, ini toko kue bukan warung, dan jika kalian makan seblak, visa menghabiskan cabe dua kilo sendiri," jawab Brian kesal.


Rika tak peduli dengan Ema dan Brian yang terus bertengkar, dia sedang menikmati kue miliknya hingga tak bersisa.


"Brian mau lagi, dan es krim ya," kata Rika.


"hei jaga gula mu, kasihan bayimu nanti," jawab Brian kesal.


"tapi aku ingin makan ini lagi," mohon Rika.


"tidak ada, hanya satu kue untuk sehari, jika jus boleh," kata Waleed yang datang ke restoran itu.

__ADS_1


"kenapa kemari, kau menganggu," jawab Rika.


"baiklah kalau begitu, aku akan ke keluarga Anggara tanpa dirimu, ayo Hakim kita pergi, Diana lindungi nyonya dan jangan biarkan dia maksn kue, tapi es krim satu cup kecil saja," kata Waleed.


"tidak jadi, aku ikut ke rumah keluarga Anggara, nyonya muda Abraham bayar dulu ya kue ku," kata Rika.


"hei nyonya, suami mu lebih Kaya, kenapa kamu meminta ku membayar kue mu!" teriak Kirana kesal.


"sayang jaga tingkah mu saat di luar, jangn kupa kmu itu istri seorang Ardinata," kata Ardi.


"iya maaf, dan kenapa suamiku kemari," kata Kirana tersenyum.


"kami hanya sedang lewat dan ingin makan kue, Brian tolong bawakan aku tiramisu rasa green tes dan red Velvet, dan juga americano panas," kata Leo duduk di samping Ema.


"baiklah, nanti tagihan bir aku yang bayar dan kerugian karena menutup toko mu, kalau begitu kami pamit, ayo sayangku," ajak Waleed.


Rika begitu senang saat tau akan ke rumah orang tuanya, bahkan Waleed sudah menyiapkan semuanya.


saat sampai terlihat keluarga Anggara menunggu di luar, Rika pun langsung berlari dan memeluk sang mama.


"hei ingat diri mu sedang hamil, kenapa lari-lari seperti ini," kata mama Rika.


"maaf lupa," kata Rika tersenyum.


tuan Anggara dan Alex pun menunduk hormat melihat Waleed, bahkan intan pun begitu sopan saat ini.


"mama, itu menantumu kesurupan ya, kenapa bisa jadi sekalem itu, aku jadi takut," bisik Rika pada sang mama.


"hus... ini semua karena kamu, Ema dan Kirana yang berhasil menolong Alex kemarin lusa, dan juga Waleed yang terus membantu keluarga kita yang beberapa kali hampir bangkrut," jawab mama Rika.

__ADS_1


"owh..." jawab Rika menganggukkan kepalanya.


"maaf apa aku hrus menunggu sampai nanti di sini, karena kalian berdua terus berbisik," sindir Waleed dengan wajah datarnya.


"dasar pemaksa, ayo ma kota masuk, dan buatkan aku arem-arem ya ma," kata Rika.


"Rika jangan seperti itu pada tuan Waleed," kata tuan Anggara.


mendengr ucapan sang papa, Rika malah mendekat ke arah Waleed sambil tersenyum usil.


"ayo masuk sayang, aku msih lapar," kata Ema menarik dasi Waleed.


"nyonya Rika Waleed al- Kareem, kamu mau mati sekarang, karena mempermalukan suamimu," bisik Waleed.


Rika langsung melepas tarikan nya, dan tersenyum imut untuk membujuk Waleed.


"papa mertua, dan ibu mertua dimana kamar putrimu?" tanya Waleed.


"di lantai dua, ada nama di pintu kamarnya," jawab Alex.


"jangan biarkan siapapun menganggu kami, sampai kami turun," kata Waleed tegas.


"baik tuan besar" jawab Hakim.


Waleed langsung mengendong Rika dan nik ke lantai dua dan masuk ke kamar istrinya, Rika sudah ketakutan saat sampai di kamar.


"aku mohon jangan, semalam kamu sudah berkali-kali meminta nya, takut menyakiti Waleed junior," kata Rika memohon.


"tapi sayangnya dokter mengatakan jika Waleed junior sehat, dan boleh sering di kunjungi, jadi kamu jngn membut alasan lagi," kata Waleed melancarkan aksinya.

__ADS_1


__ADS_2