
sudah seminggu ini Rika berada di dalam kamar, Waleed memerintahkan Diana untuk mengurung Rika.
Waleed sedang berada di rumah keluarganya, ayah Waleed marah besar karena Waleed membunuh adiknya.
bahkan kini Waleed sedang menghadapi ayah dan juga seluruh keluarga nya itu. hakim tetap setia di samping Waleed.
"cepat katakan apa yang ingin kalian tanyakan, karena aku tak bisa terlalu lama meninggalkan istri cantikku." kata Waleed.
"kau keterlaluan Waleed, kau membunuh adik mu hanya demi wanita murahan itu." kata ibu Ali yang sudah menangis.
"sebelum menghardik ku kalian tentu tau bagaimana perangai dari Ali, aku selalu memberikan apa yang dia minta tapi cukup tak ada yang boleh mengusik istriku." kata Waleed.
"kau seharusnya menerima pernikahan yang sudah kami atur untukmu!" kata ayah Waleed.
"agar kalian bisa mengendalikan ku kan, aku tak pernah menganggu kalian jadi berhenti menganggu ku." kata Waleed.
"dasar anak tak tau di untung."kata istri pertama ayah Waleed.
"hakim siapkan pesawat ku, aku ingin kembali ke rumah." perintah Waleed tanpa ingin menjawab makian dari ibu tirinya itu.
"berhenti Waleed, atau aku tak akan menganggap mu sebagai anak lagi!" bentak ayah Waleed.
"aku memang bukan anggota keluarga ini sejak kalian membuat ibuku mati di depan mataku.!" teriak Waleed.
kini semua terdiam melihat kemarahan Waleed, ayah Waleed tau jika putranya itu masih belum memaafkan kesalah pahaman yang membuat ibu Walid meninggal.
kini Waleed berada di pesawat yang membawanya untuk kembali ke rumah nya.
flashback on..
saat itu Waleed berusia 10th saat ibunya di tuduh berselingkuh dengan pelayan rumah besar keluarga Al Kareem.
Waleed yang baru pulang sekolah melihat sang ayah tengah memukul ibunya dengan rotan.
bahkan Waleed sudah memohon agar ayahnya berhenti tapi tidak, bahkan Waleed ikut terkena pukulan.
"kau wanita menjijikkan, kenapa kau bisa melakukan perbuatan itu, apa kasih sayang ku kurang!" bentak ayah Waleed.
"ini fitnah suamiku, aku tak melakukan apa yang kakak kakak tuduhkan itu." jawab ibu Waleed.
"dia bohong suamiku, aku sendiri yang melihat nya mengajak pelayan itu masuk ke kamarnya," jawab istri pertama.
"mau membantah apa lagi bukti sudah ada dan juga saksi." kata ayah Waleed.
" aku mohon dengarkan penjelasan ku ini cuma salah paham, aku memintanya untuk memperbaiki meja belajar milik Waleed yang kemarin rusak." kata ibu Waleed.
karena ayah Waleed sudah begitu terbakar cemburu hingga dia buta, bahkan dia memperlakukan istri kesayangan nya begitu kejam.
"bawa wanita ini dan kunci dia di gudang." perintah ayah Waleed.
"ibu, ibu aku ingin ikut ibu!" teriak Waleed kecil.
kini jadilah Waleed dan ibunya di kunci di gudang, bahkan mereka tak di beti makanan yang layak.
__ADS_1
itu karena ulah ke 5 istri dari ayah Waleed yang cemburu karena ibu Waleed begitu di cintai oleh suami mereka.
lama kelamaan tubuh ibu Waleed pun makin lemah, karena kurangnya gizi dan juga luka yang makin memperburuk keadaannya.
"tolong.. tolong keluarkan ibuku dua sakit!" teriak Waleed sambil menggedor-gedor pintu gudang.
"Waleed..." lirih ibu Waleed.
"ibu bertahanlah aku akan mencari bantuan untuk mengeluarkan kita.." tangis Waleed kecil.
"waktu ibu tak lama Waleed, ibu minta jika kau mencintai seseorang maka dengarkan semua penjelasannya dan jangan pernah melukai hatinya..." kata ibu Waleed.
"ibu.. jangan tinggalkan Waleed Bu... Waleed tak mau sendiri.." tangis Waleed menjadi.
tak lama ibu Waleed pun meninggalkan di depan mata putra tersayang itu. Waleed masih mengedit pintu tapi tak ada yang menolong mereka.
Waleed menutupi jenazah ibunya dengan kain yang ada di gudang, Waleed terus menerus menggedor-gedor pintu gudang.
hingga akhirnya pintu di buka oleh seorang pelayang yang mengantar makanan. pelayang itu kaget melihat tubuh ibu Waleed yang sudah tertutup kain.
sedang Waleed menerobos keluar dan mencari ayahnya. saat melihatnya Waleed langsung mengambil pisau dan melukai ayahnya.
"pembunuh... kau membunuh ibuku dasar pria ********!" teriak Waleed sambil menancapkan pisau ke bahu ayahnya.
semua pengawal langsung mengamankan Waleed sedang para ibunya histeris melihat suami mereka terluka karena ulah Waleed.
"anak sialan, siapa yang membunuh ibumu bukankah kau bersamanya." kata ayah Waleed .
"tuan nyonya ke 2 meninggal." kata pelayan yang membuka pintu tadi.
" jangan menyentuhnya, aku akan membawa ibuku ke tempat keluarga nya dan aku tak mempunyai ayah biadab seperti mu." kata Waleed.
Waleed meminjam ponsel salah satu pelayan dan menelpon keluarga dari ibunya, kini keluarga dari sang ibu pun membawa jenazah ibu Waleed dan memakamkan di makam keluarga.
sejak saat itu Waleed membenci semua keluarganya, apa lagi ayah Waleed baru tau jika pelayan itu adalah seorang pria cacat setelah menyelediki sendiri.
tapi nasi sudah menjadi bubur, Waleed sudah memendam dendam itu di hatinya.
flashback off....
pesawat Waleed sudah mendarat. Waleed langsung menuju ke kamar yang di tempati oleh Rika.
Rika yang tengah membaca buku kaget melihat kedatangan Waleed yang sudah seminggu ini tak ada kabar.
Waleed langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur king size milik mereka. Rika pun menghampiri sang suami.
Rika melepas sepatu, dan aksesoris yang di kenakan Waleed. Rika sedikit terkejut karena tubuh Waleed terasa panas.
"Diana telpon dokter tuan demam, dan minta pelayan membawa alat kompres." kata Rika panik.
"baik nyonya." jawab Diana.
sedang hakim tengah mengantikan bosnya itu. kini Rika mengompres Waleed dengan telaten.
__ADS_1
tak lama dokter pun datang dan memeriksa keadaan Waleed, sedang Rika masih setia mengompres Waleed agar demamnya segera turun.
"tenang kondisi tuan baik, mungkin ini hanya demam biasa, jadi saya akan memberikan obat dan juga vitamin, tolong berikan saat tuan sadar." kata dokter Ahmad.
"baik dokter, mari saya antar.." kata Diana.
sedang Rika kini sedang memperhatikan Waleed yang terlihat lemah.
"ternyata kau juga bisa sakit ya," batin Rika sambil mengusap pipi Waleed yang jika di tumbuhi jenggot rapi itu.
sesaat Rika mengagumi wajah timur tengah milik Waleed yang begitu tampan dengan hidung mancung seperti prosotan itu.
"kenapa aku menyukai mu saat seperti ini, bukan pria kasar dan tukang paksa seperti biasanya." batin Rika lagi.
Rika benar benar menjalankan tugasnya sebagi istri yang baik dengan merawat Waleed bahkan Rika tak mengizinkan para pelayan membantunya.
Waleed bertemu sang ibu yang tersenyum padanya, mereka berpelukan melepas rindu.
"ibu kenapa meninggalkan Waleed, Waleed membutuhkan ibu..." lirih Waleed memeluk sang ibu.
"tidak sayang, sekarang ibu bahagia kau bisa menemukan gadis yang baik, sekarang buat dia bahagia saat bersamamu." kata ibu Waleed.
"tapi Waleed ingin bersamamu ibu." kata Waleed.
"tidak sayang, sekarang istrimu menunggumu jadi kembalilah, dan jagalah istrimu yang berharga, ingat selalu pesan ibu Waleed." kata ibu Waleed sebelum menghilang.
Waleed membuka mata dan melihat Rika yang tengah tidur dengan tangan mengenggam tangan Waleed.
"Rika..." panggil Waleed.
"tuan anda perlu apa, apa ada yang sakit?" tanya Rika panik sambil belum sepenuhnya sadar.
sekali tarik Rika jatuh ke pelukan Waleed, Rika kaget sedang Waleed memeluknya begitu erat.
"maafkan aku yang sudah berbuat kasar padamu..." bisik Waleed pada Rika.
Rika masih kaget dan tak percaya dengan apa yang di dengarnya. sedang Waleed seakan tak ingin melepas pelukannya dari Rika.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih