
Kevin menunggu anak buahnya membawa kontraktor itu. sedang Ardi sudah siap dengan pakaiannya.
" Kevin bagaimana dengan kontraktor itu." tanya Ardi..
" sebentar lagi tuan. dan kita akan tau siapa dalang di balik semua ini." jawab Kevin
"rasanya aku ingin melihat nya mati dengan mata ku sendiri." kata Ardi seraya menghembuskan nafas lelah.
" iya tuan." jawab Kevin.
tak lama rombongan Nando beserta anak buah Kevin sampai di hotel tapi di tempat tersembunyi yg khusus di buat oleh Ardi.
Nando mengikat kontraktor di sebuah kursi dengan mulut terlakban. Ardi dan Kevin menghampiri para anak buahnya.
Ardi duduk di sebuah kursi sambil melihat penghianat yg tengah tak berdaya. Kevin meminta anak buah nya melepas lakban dari mulut orang tersebut.
" apa yg kalian inginkan. lepaskan aku." berontak kontraktor tersebut.
"jawab siapa yg menyuruhmu menghianati ku. berani sekali. apa kau tau hukuman penghianat." kata Ardi.
" apa yg akan kalian lakukan?." tanya kontraktor tersebut.
" Nando bereskan. kau mustinya sudah tau apa yg harus di lakukan." kata Ardi.
" siap bos. laksanakan dengan bersih." jawab Nando.
",jangan aku mohon aku hanya di minta oleh tuan Zidan." kata kontraktor tersebut.
Ardi yg mendengar dan kemudian pergi dari sana tanpa berkata apapun. sedang Kevin memberi perintah untuk melaksanakan hukuman hanya lewat kode.
kini Kevin dan Ardi sudah sampai di tempat proyek yg tertunda itu. setelah selesai mereka menuju ke perusahaan cabang Shiddiq di Australia meski tak sebesar di Indonesia tapi termasuk kantor yg cukup di perhitungan.
saat tiba semua karyawan di buat kaget karena tak menduga CEO bisa datang sendiri ke kantor cabang.
"selamat siang tuan Ardi." sapa para resepsionis.
tanpa kata Ardi langsung menuju ke kantor milik kepala cabang. dan Ardi makin murka saat melihat kepala cabang bukan bekerja malah sedang tertawa dengan sekertaris nya yg berpenampilan sangat seksi itu.
" Kevin bereskan dua orang menjijikkan itu." perintah Ardi
tanpa berkata. Kevin langsung menghampiri dua orang itu dan menyeretnya turun ke bawah.
saat sampai di bawah para karyawan kaget melihat pimpinan mereka di perlakukan seperti itu.
" tuan Kevin maaf aku. dia yg menggodaku." kata kepala cabang.
" kau pun. sudah tau bagaimana tuan Ardi. dan sekarang kesalahan mu tak bisa di ampuni. jadi kalian berdua di pecat secara tak terhormat. dan cepat tinggalkan tempat ini. dan kepada semua pegawai di perusahaan ini aku ingatkan jangan pernah berpikir dan berani menghianati ku." kata Kevin dengan penuh penekanan.
semua pegawai ketakutan melihat aura kekejaman yg di pancarkan oleh Kevin. dua orang itu langsung di usut oleh security.
kini Ardi menuju ke ruangan miliknya, Ardi langsung memeriksa berkas berkas pekerjaan.
Ardi di bantu Kevin menyelesaikan semua masalah masalahnya. bahkan semua karyawan di minta lembur. Kevin juga sudah menyiapkan kandidat pengganti dari kepala cabang yg baru di pecat.
" Kevin. cari tau Zidan yg di maksud oleh kontraktor tadi." perintah Ardi.
" baik tuan saya mengerti." jawab Kevin.
__ADS_1
kevin meminta bantuan dari Leo, setelah mendapat alamat mereka langsung mencari dan membuntuti Zidan.
Ardi bahkan belum tau jika Zidan adalah orang yg pernah hadir di kehidupan keluarga orang tuanya.
sedang Alea dan Bram tengah berencana untuk membuat Ardi jatuh ke dalam jebakan yg akan di buatnya.
Bram sudah menyiapkan semua rencana itu dengan matang. Alea hanya tinggal mengikuti arahannya saja.
kini Alea dan Bram pun berpisah setelah selesai membahas masalah itu. Alea pun makin yakin ingin membuat kejutan pada Kirana.
sedang di Indonesia Kirana sedang berbincang dengan Wulan dan Sandra setiap sore.
tapi Kirana menerima pesan. tapi saat selesai membaca pesan itu kira merasa perutnya begitu sakit.
" ah.. mama.. aunty sakit."teriak Kirana.
" kamu kenapa sayang?."tanya Wulan.
" sakit ma." jawab Kirana memegangi perutnya.
Sandra yg mendekat melihat darah yg keluar dari sela-sela kaki Kirana. Sandra langsung meminta bantuan para pengawal.
Sandra dan Wulan langsung membawa gadis itu ke rumah sakit. bahkan Sandra mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena dia takut tak bisa menyelamatkan kakak iparnya dan juga keponakanya itu.
" mama. coba telpon Deren dan minta dia bersiap." kata Sandra.
" ya.. ya.. mama akan telpon Deren." kata Wulan menghubungi Deren sambil terus mencoba membuat Kirana nyaman di pangkuannya.
sedang Sandra menghubungi James dan ternyata James juga sudah sampai bersama Edward dan beberapa dokter spesialis yg di siapkan oleh James.
" baiklah.. kami akan menuju ke sana dengan helikopter." kata James.
Sandra langsung menancap gas mobilnya. karena keadaan gawat. rombongan James sudah sampai dengan helikopter karena jarak yg tak terlalu jauh.
semua dokter yg di bawa James sudah bersiap bersama Deren dan Edward menyambut kedatangan dari Kirana.
bahkan semua pegawai rumah sakit kagum melihat kekompakan keluarga Shiddiq terutama James yg tetap baik meski Rissa yg sudah hilang 3th.
saat sampai Deren dan Edward menghampiri mobil Sandra dan langsung mengendong Kirana dan menidurkan nya di ranjang dan langsung di bawa ke ruang operasi.
Sandra dan Wulan menunggu di luar ruang operasi dengan gundah. sedang di dalam ruangan operasi Kirana sedang berjuang bersama bayinya.
tim dokter berhasil mengeluarkan bayi Kirana tapi kondisinya begitu lemah. dokter Bryan langsung memeriksa keadaan bayi itu. setelah itu mereka menaruh pada inkubator khusus yg di persiapkan.
kini Deren dan Edward mencoba menghentikan pendarahan yg di alami oleh Kirana.
Sandra terus berdoa. James menghampiri Rissa dan mengatakan sesuatu. setelah itu James berpamitan pada Sandra dan Wulan.
tak lama Deren dan Edward keluar dari ruang operasi. Deren dan Edward terlihat begitu lelah.
" bagaimana keadaan nya?." tanya Wulan panik.
" maaf mi.. kami sudah berusaha tapi keadaan Kirana kritis karena pendarahan, apalagi di umurnya saat ini." jelas Deren.
" apa maksud mu Deren. bayi Kirana bagaimana keadaan nya." tanya Wulan
" maaf mi.." kata Deren sudah menunduk.
__ADS_1
Wulan syok mengetahui jika Kirana kritis sedang bayinya tak bisa di selamatkan. Sandra langsung memeluk sang mama.
Sandra juga tak berani menghubungi Ardi yg tengah membereskan pekerjaan nya di Australia.
" apa yg harus mama katakan pada Ardi. mama tak becus menjaga istri dan anaknya."kata Wulan
" mama. tenang ma nanti biar Sandra dan kak Edward yg memberitahu pada bang Ardi." kata Sandra menenangkan sang mama yg terus menangis.
Kirana di pindahkan pada ruangan perawatan khusus bahkan Deren menunjuk beberapa perawat yg ahli untuk merawat Kirana.
kini Edward dan Sandra serta Wulan menuju ke pemakaman keluarga dengan membawa jenazah dari bayi Kirana. pak Kim sudah menyiapkan semua kebutuhan mereka di sana dan juga sandi.
Sandra masih mencoba menghubungi Ardi. tak lama telpon di angkat. Sandra mulai terisak.
" assalamualaikum bang." salam Sandra.
" waalaikum salam. ada apa dek?." tanya Ardi
" bang. maaf kan aku yg tak bisa menjaga istrimu," kata Sandra.
" apa maksud mu" tanya Ardi.
"Kirana pendarahan sekarang dia kritis, dan bayi kalian meninggal dunia.." kata Sandra dalam Isak tangis.
dunia Ardi runtuh seketika, saat mendengar perkataan dari Sandra..
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1