
"tuan lepaskan pelukan mu, biarkan ku mengambilkan bubur dan obat untuk mu," kata Rika.
"biarkan diana yang membedakannya kemari, kau hanya perlu temani aku di sini," kata Waleed.
Rika pun menurut dan sekarang Rika membantu Waleed untuk duduk dan bersandar di kepala ranjang, sedang Rika duduk di samping Waleed.
Waleed terus menatap wajah cantik Rika yang terlihat sedikit kurus, Waleed mengulurkan tangannya dan membelai pipi Rika.
"kenapa kau terlihat kurus apa aku terlalu membuat mu terluka selama ini?" tanya Waleed.
"bukan tuan, aku hanya merindukan kedua sahabatku apalagi dengan gadis kecil putri sahabatku," jawab Rika.
"kau mau memiliki anak dengan ku?" tanya Waleed.
"setiap pernikahan pasti menunggu kehadiran dari buah cinta mereka, tapi aku takut akan kehilangannya," kata Rika sedih.
"kenapa kau kan ibunya?" tanya Waleed.
"aku takut karena aku tau jika aku hanya sekedar istri yang anda beli dari orang tuaku, bahkan anda membeli ku dengan harga yang tak murah kan.." lirih Rika.
Waleed langsung memeluk Rika, sesaat Rika merasakan kehangatan dan juga cinta dalam pelukan Waleed.
"jangan bicara seperti itu, sekarang kau adalah nyonya Waleed, tak kan ku biarkan seseorang menghinamu dan menyakiti mu meski itu kedua orang tuamu," kata Waleed.
Rika pun melepaskan pelukan Waleed, Rika takut jika dia mencintai Waleed dan pria itu bisa meninggalkan nya sewaktu-waktu.
saat Rika akan pergi Waleed menghentikannya dan menahan tangan Rika. Rika pun menatap mata Waleed yang terlihat sedih itu.
"aku mohon maafkan aku karena sikap pemaksaku dan juga kekerasan yang sering kau alami, yakinlah aku tak ingin kehilangan mu karena kau adalah wanita pertama yang mampu menginggat kan ku dengan ibu ku..." lirih Waleed.
Rika melihat mata Waleed dan tak menemukan kebohongan di sana hanya kesedihan yang begitu dalam.
"maka dari itu aku takut kehilanganmu dan aku begitu marah saat ada seseorang yang menginginkan mu hanya sebagai barang, entah sejak kapan perasaan ini ada tapi saat aku jauh darimu aku merasa hidup ku kosong," tambah Waleed.
"kalau begitu aku akan selalu di samping tuan, tapi aku mohon selalu percaya dengan apa yang aku katakan karena sekarang tuan adalah suamiku, dan ridho suami adalah ridho Alloh," kata Rika.
"aku beruntung bisa memiliki istri sebaik dirimu, dan aku berjanji akan mencintaimu Rika," kata Waleed.
kini Rika menyuapi sang suami dan membantunya meminum obat, Waleed begitu bahagia bisa memiliki Rika gadis yang bisa membuat hatinya kembali hidup.
bahkan kini Waleed tidur dengan nyenyak karena Rika menemaninya, Rika juga merasa aman dan bahagia melihat Waleed yang tertidur begitu lelap itu.
"aku juga tak tau perasaan ini muncul sejak kapan tapi aku yakin sekarang jika Alloh memang telah memilih mu sebagai suamiku," batin Rika.
sedang di sebuah kampus Wanda tengah berkumpul bersama Kirana dan juga Ema, ya ketiga gadis itu sedang kuliah mengambil jurusan yang sama.
__ADS_1
"Kirana bisakah membantuku memilih gaun dan make-up yang pas aku gunakan saat resepsi sepupu kampret ini," kata Wanda.
"tentu, tapi bisakah aku meminta izin mama dan suamiku dulu karena aku tak ingin mereka khawatir," kata Kirana.
"aku ikut ya, mau beli sesuatu," kata Ema.
"hei nyonya Aditama anda kan akan melakukan fitting baju pengantin jadi gak usah ya," kata Wanda.
"kalian menyebalkan, ya sudah aku pulang duluan ya karena ssuaymiku sudah menjemputmu," kata Ema.
"bye bye sepupu kampret," kata Wanda sambil tertawa lebar.
" dasar sepupu laknat kau!" geram Ema.
setelah meminta izin Kirana dan Wanda pun menuju butik terlebih dahulu, sesampainya di sana Wanda di bantu Kirana memilih gaun yang akan di gunakan.
Kirana tau jika sekarang Wanda begitu dekat dengan asisten kevin. Kirana pun memilih gaun berwarna navi dengan sentuhan bunga di bagian pinggang dan makin membuat Wanda terlihat dewasa dan sexy.
Wanda pun menyukai pilihan Kirana karena gaun itu tak terbuka dan juga nyaman, setelah itu Kirana dan Wanda menuju ke sebuah mall.
saat di mall mereka memilih beberapa skincare untuk Wanda, Kirana memaksa karena Wanda juga harus memperhatikan kecantikannya meski dia terkesan tomboy.
saat tengah memilih skincare tak sengaja Wanda melihat kedatangan dari Ardi dan Kevin.
"Kirana itu bukannya suami mu ya?" tanya Wanda.
Kirana tersenyum karena yang di lihat Wanda memang Ardi yang datang ke arah mereka.
"kok tau kami di sini Daddy?" tanya Kirana yang sudah mendapat ciuman di keningnya.
"kau lupa mom ponsel kita terhubung dengan GPS, jadi aku dengan mudah menemukan mu," jawab Ardi.
"hai mas mas ganteng, wih makin tua aja," goda Wanda pada Kevin.
"tau nih om Kevin gak mau jaga penampilan sekarang, tuh lihat masak sekarang Daddy lebih muda dari om Kevin sih," tambah Kirana.
"terserah kalian lah, oh ya sekarang kita makan dulu," ajak Kevin.
"ya kau benar aku juga sudah lapar," jawab Ardi.
kini Wanda dan Kirana sudah membayar belanjaan mereka, Kirana juga membelikan skincare untuk Kevin agar mulai menjaga penampilannya.
kini mereka menuju ke sebuah restoran Jepang, Wanda pun duduk di samping Kevin sedang Ardi duduk bersama Kirana.
"ini buat om, mulai sekarang om harus rawat diri masak asisten seorang Ardinata kucel kan gak lucu om," kata Kirana.
__ADS_1
"terima Kevin itu demi kebaikanmu,"kata Ardi.
"terima kasih," jawab Kevin singkat.
"om move on, aku yakin sekarang Rika pasti juga sudah bahagia bersama suaminya, dan sekarang om harus tata hidup om," kata kirana.
"susah Kirana, aku tau kami beda status dan apa masih ada gadis yang mu dengan ku, apalagi aku yang begitu sibuk," jawab Kevin sendu.
"kenapa tidak mas kan baik, ganteng dan juga asik kalau di ajak hangout," jawab Wanda.
"dasar gadis kecil,"kata Kevin mengacak rambut Wanda.
"ih.. mas rusak nih rambut ku," protes Wanda dengan wajah cemberut.
"kalua om sama Wanda gimana?" tanya Kirana.
"kami tidak seiman Kirana dan aku tak ingin memaksa seseorang,"jawab Kevin.
"tapi jika Wanda sendiri yang memilih mengikuti agama mas Kevin bagaimana?" tanya Wanda langsung.
"jangan pindah agama karena mengikuti ku Wanda, karena ini berkaitan dengan hati dan kepercayaan mu," jawab Kevin.
semua terdiam, luka Kevin terlalu dalam hingga sulit bisa membuat seseorang menjadi istimewa di hatinya.
Kirana melihat kesedihan di mata Wanda saat mendengar perkataan Kevin. sedang Kevin pun begitu.
"tapi kalian akan tau sebuah mukjizat jika memang kalian adalah jodoh yang sudah di takdirkan," kata Kirana tersenyum.
kini mereka pun makan sambil bercanda, Ardi yang terus menggoda Kevin, sedang Wanda dan Kirana tertawa riang melihat dua pria dewasa itu saling ejek.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih