Secret Daddy

Secret Daddy
BC_AKU MENGERTI


__ADS_3

Rika hanya tersenyum kecut mendengar cerita itu, dia mengalami kebalikan dari yang di alami Laila.


"apa begitu takutnya tuan, hingga tak ingin melihat aku hamil," kata Rika.


"tuan hanya tak ingin kembali kehilangan," kata Diana.


"keluar dari sini Diana," kata Rika mempersilahkan Diana keluar.


"tapi nyonya, aku mohon jangan seperti ini, tolong ingat kesehatan mu," kata Diana kebingungan karena Rika mendorong Diana keluar.


"aku mohon, biarkan aku sendiri, jika siap aku akan kelur dari kamar ini, tunggu saja," kata Rika.


"nyonya, aku mohon jangan seperti ini!" kata Diana mulai menggedor pintu kamar.


sedang Rika begitu terluka, ternyata semua hanya fatamorgana baginya.


"apa aku hanya pengantin yang tak inginkan, kenapa tuan melakukan ini padaku," lirih Rika.


Rika mencari ponsel yang sempat di berikan oleh Waleed padanya, setidaknya di membutuhkan kedua temannya saat ini.


Rika mencoba menghubungi Kirana dan Ema, panggilan video tersambung, di layar terlihat wajah kedua sahabatnya.


"pagi Rika, aku kangen," teriak Kirana.


"ya Tuhan nyonya keluarga Shiddiq, bisa tidak kau pelankan suaramu, kau membuat telingaku sakit," protes Ema.


"cih, kau makin menyebalkan Ema, eh ya, ada apa Rika, spa semua baik-baik saja?" tanya Kirana.


Rika menggeleng kan kepala nya, Ema dan Kirana bisa melihat raut kesedihan nya.


"ada apa sayang? cepat katakan," paksa Ema.


"aku hanya merindukan kalian, dan ingin bertemu, dan berkumpul bersama seperti dulu," bohong Rika.

__ADS_1


"aku juga Rika, tapi jarak dan juga izin untuk masuk ke pulau pribadi Waleed sangat sulit," kata kirana.


"iya aku tau, makanya aku menelpon kalian sekedar melepas rindu pada kalian," jawab Rika.


"iya sayang, uh aku jadi ingin makan mie ayam buatan mu Rika, atau bakso lava buatan Kirana yang membuat sakit perut," kata Ema menahan tawa.


"mulut mu minta di cabein ya Ema," geram Kirana.


"aduh nyonya makin sadis aja sih, aku cuma bercanda," kata Ema tertawa senang.


Rika melupakan kesedihannya dengan berbicara dengan kedua sahabatnya itu, setelah puas Rika memilih membersihkan diri dan pikiran nya.


Rika sudah kembali segar dan siap menghadapi Waleed saat ini, dia mengambil lukisan Laila dan menyimpannya.


Rika keluar dan dia terkejut, "ada apa ini Diana?" tanya Rika melihat begitu banyak pengawal.


"maaf nyonya, aku ingin mendobrak pintu seandainya nona tak keluar," jawab Diana.


Dian pun mengangguk dan mengikuti Rika, saat di taman Rika memetik beberapa bunga untuk di taruh di vas.


Rika merangkai bunga itu hingga terlihat begitu indah, setelah itu dia menuju ke kamar utama.


"nyonya, anda tak di perkenankan masuk ke kamar tuan," kata Diana.


"kenapa, dia suamiku, aku berhak atas dirinya, kenapa melarang ku," kata Rika tak memperdulikan larangan Diana.


Rika membuka kamar yang begitu berantakan itu, Rika menaruh bunga itu di meja, kemudian mengikat rambutnya asal.


"waktunya beres-beres!" teriak Rika sambil mengepalkan tangannya.


Diana pun mengikuti perintah dan arahan Rika yang membersihkan kamar utama itu.


bahkan Rika mengganti semua sprei dan juga tirai di para pelayan, kamar itu kini sudah berubah.

__ADS_1


Rika tersenyum melihatnya, tak di sangka Waleed baru pulang, Rika langsung turun saat mengetahui nya.


Rika langsung menyambut kedatangan Waleed dengan senyuman, berbeda Waleed bahkan membuang muka saat melihat Rika.


"berhenti mengacuhkan ku, bagaimana pun aku istrimu, dan aku berhak atas dirimu," kata Rika menahan Waleed yang ingin meninggalkannya.


"jangan menguji kesabaran ku, pergilah dan jangan memperlihatkan wajah mu di hadapan ku, sebelum kau menyingkirkan nya," kata Waleed dingin.


Rika malah menatap mata Waleed dan tersenyum dengan tulus, "kenapa kau ingin aku menyingkirkan nya, padahal dia adalah anugerah dari Tuhan, banyak orang di luaran sana menginginkannya, sedang kamu ingin menghilangkan nya, jangan jadi sejahat itu," kata Rika membuka dasi Waleed.


"kau mau tau apa yang bisa aku lakukan pada dia," kata Waleed mencengkram dagu Rika.


"dan aku bisa melakukan nya juga padamu sayang," kata Rika menggoda Waleed.


Hakim memberi kode pada semuanya untuk meninggalkan keduanya, kini di ruang tamu hanya tinggal Waleed dan Rika.


Waleed melepas cengkraman tangannya, Rika terus tersenyum pada suaminya, Rika berjinjit untuk mencium pipi Waleed.


Rika kemudian mengajak Waleed masuk ke dalam kamar, Rika melepaskan semua baju Waleed saat di kamar.


Rika juga sudah menyiapkan air untuk Waleed mandi, "kenapa kau lakukan ini?" tanya Waleed me cengkraman lengan Rika.


"aku hanya ingin menjadi istri mu saja, dan kamu harus tau, dia sangat berharga, aku pastikan itu, dan tuanku, aku harap tuan akan menjadi ayah dan suami yang begitu hebat nantinya," kata Rika lembut.


Waleed langsung mencium bibir Rika bahkan menggigitnya hingga berdarah, Rika hanya tersenyum mendapat perlakuan seperti itu.


"jangan pernah memanggilku tuan, itu peraturan pertama," kata Waleed mengusap luka di bibir Rika.


"kalau begitu jangan mencoba menyingkir kan dia, jika kau tak ingin aku juga membunuh diriku di depan mu," kata Rika seraya meninggalkan Waleed.


Waleed terdiam melihat kepergian Rika, untuk pertama kalinya dia takut mendengar sebuah ancaman.


dan itu adalah ucapan dari Rika yang begitu manis tapi begitu menakutkan untuk Waleed.

__ADS_1


__ADS_2