Secret Daddy

Secret Daddy
BC_ kapal pesiar


__ADS_3

pagi ini semua orang sudah bersiap untuk naik ke kapal pesiar yang sudah di siapkan oleh Leo.


tapi mereka tinggal menunggu Waleed, dan terlihat mobil mewah itu baru datang.


"hei tuan, kamu membuat kami menunggu," kata Ardi pada Waleed.


"tenanglah, aku hanya kesiangan karena Rika tiba-tiba ngambek tak ingin ikut," jawab Waleed.


"owh, gadis itu tak mau, Ema kita seret," kata Kirana tersenyum licik.


"tentu, aku selalu ikut dong," kata Ema tersenyum menyeringai.


"eits... lihat saja, aku yakin pada mereka berdua," kata Leo menahan tubuh Waleed yang ingin mendekat.


Kirana mengeluarkan es krim cup kesukaan dari Rika, kemudian Ema bersandar di samping pintu mobil yang terbuka.


"keluar, atau aku akan menyeret mu," kata Ema sambil memakan es krim itu.


"gak usah di seret, gue bukan sapi," kata Rika keluar dan langsung mengambil eskrim itu dan pergi.


"hei nyonya, kalau kau mau bilang gak usah sewot gitu," kata Ema tertawa.

__ADS_1


"aku bahkan bisa meminta suamiku membeli pabriknya, jadi satu es krim tak masalah bukan," jawab Rika.


"tapi sayangnya, pabrik es krim itu sudah di beli oleh suamiku," jawab Ema yang berjalan kearah Leo.


"tentu, keinginan istri ku, adalah perintah untukku," jawab Leo yang sudah mengecup mesra bibir Ema.


"wah ternyata, kamu juga penuh kejutan juga tuan muda Aditama," kata Waleed.


"aku hanya tak suka memamerkan uangku, sudah lah ayo kita naik," kata Leo merangkul pinggang Ema.


mereka pun naik ke dalam kapal, bahkan mobil mereka juga, karena ini adalah kapal yang di desain khusus oleh Ema.


di dalam kapal itu berisi interior mewah bak hotel mewah begitu pun setiap kamar, dan ada restoran dan tempat bersantai.


"eh Kirana, kamu sebenarnya itu ibu yang baik apa gak sih, ya kali anak selalu ikut Oma sama opanya," tanya Ema.


"aduh mulut mu kalau bicara makin pedes aja sih, aku juga inginnya bawa anak cantikku itu, tapi mertua ku tak mengizinkannya, katanya tak baik membawa Andhara nik kapal nanti Ken angin," jawab Kirana.


"itu karena mertua mu tau kalau menantunya masih bocah, takutnya cucunya hilang, karena emaknya keasikan mesra-mesraan sama daddynya," jawab Rika.


"yey, kamu sendiri masih bocah, kenapa bisa hamil," kata Kirana kesal.

__ADS_1


"hei nona, seandainya aku punya anak, aku kan merawatnya dan juga memberikan perlindungan ketat," jawab Rika.


Ema pun tersenyum dan langsung melompat ke kolam renang, Rika dan Kirana langsung terdiam.


mereka tanpa sadar membahas anak, dan mereka takut jika Ema tersinggung, mereka bahkan saling menatap.


ketiga pria itu pun sampai di kolam renang, dan melihat wajah panik dari Rika dan Kirana.


"kalian kenapa?" tanya Ardi pada Kirana.


"kami tak sengaja membahas soal anak, kemudian Ema msuk ke dalam air dan belum muncul lagi, aku takut dia marah," kata Kirana meremas kaos Ardi sambil ketakutan.


sedang Leo menahan tawanya, pasalnya dia tau bagaimana istrinya itu, terlihat Waleed juga sedang menenangkan istrinya.


"tenanglah dia tidak seperti itu," kata Leo yang berjalan ke tepi kolam renang.


benar saja saat Leo berjongkok di samping kolam, seketika Ema keluar dan mencuri kecup ke arah bibir suaminya.


kemudian Ema menarik Leo hingga tercebur ke kolam renang, Ema pun tertawa melihat suaminya yang sudah basah kuyup.


sedang Kirana dan Rika terperangah melihat sahabatnya itu, mereka pun kesal dan marah.

__ADS_1


"EMA!" teriak Keduanya.


sedang Ema hanya tersenyum di gendongan punggung Leo sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V.


__ADS_2