Secret Daddy

Secret Daddy
rindu itu berat


__ADS_3

Wulan mendekatkan ponselnya pada Kirana yg tengah tidur.. Wulan memutar rekaman ungkapan dari mulut Ardi..


' *sayang...


terima kasih sudah hadir di kehidupanku...


terima kasih sudah mencintai ku dan bersedia menerima kekurangan ku...


aku tak bisa hidup tanpamu..


dunia ku akan berakhir saat kau meninggalkan ku.. jadi tetaplah di sini di sisiku..


aku mencintaimu*...' isi rekaman dari Ardi...


Kirana terbangun dan menangis.. Wulan yg tau langsung memeluknya...


" jangan menangis sayang.. kasihan dedek bayinya..." kata Wulan..


" mama... aku merindukan Daddy.. aku ingin menemuinya..." kata Kirana..


" baiklah... biar mama yg bilang pada Kevin.. kamu istirahat oke..." jawab Wulan.


kira a mengangguk dan kembali berbaring.. Wulan keluar dan menemui Kevin... Kevin dan ayu terlihat masih berbicara serius...


" apa yg kalian bicarakan..." tanya Wulan


" maaf nyonya... kondisi Kirana tak memungkinkan untuk melanjutkan kehamilannya..." jawab Kevin lirih..


" itu karena kalian menjauhkan nya dari semangat dan hidupnya... bahkan kalian membuat dua orang itu berpisah..." jawab Wulan..


" maaf nyonya.. saya kira akan baik saat menjauhkan tuan dan Kirana... tapi malah kebalikannya..." jawab Kevin..


" kalau begitu kita berangkat ke Jakarta untuk menemui Ardi.. karena Kirana terus mencarinya.." kata Wulan...


" kenapa bukan tuan yg kemari nyonya..." tanya Kevin..


" kita buat kejutan dan memberitahu kebenaran padanya..." jawab Wulan


kini Wulan menemui kita a yg masih mendengar kan ungkapan dari Ardi.. Wulan tak tau jika gadis ini begitu sangat mencintai putranya...


" kamu sangat merindukan Daddy mu..." tanya Wulan..


" sangat mama... setiap malam aku akan menceritakan Daddy pada si manis ku... tapi tadi malam..." kata Kirana berhenti..


" kenapa sayang..." tanya Wulan..


" tapi tadi malam.. aku terlalu terbawa suasana hati ku yg tengah sedih karena merindukan Daddy... dan tiba tiba perut Kirana sakit..." kata Kirana


" mulai sekarang anak mama gak boleh sedih... karena kita akan memberi kejutan pada Daddy oke..." kata Wulan..


" benarkah ma... Kirana akan bertemu Daddy..." tanya Kirana...


" benar sayang..." jawab Wulan seraya memeluk Kirana...


Kevin sudah menyelesaikan semua administrasi guna bisa mengeluarkan Kirana.. karena Wulan meminta Deren untuk bersiap di rumah sakit seandainya Kirana mengalami sesuatu...


mereka menempuh perjalanan selama 3jam menuju Jakarta.. Kirana begitu terlihat bahagia.. mereka mengunakan mobil yg cukup besar agar Kirana bisa istirahat...


sedang di rumah sandi kedatangan tamu yaitu sahabat nya Indra jaya dan sang putri Alea...


" selamat datang teman... lama kita tak bertemu... silahkan..." kata sandi menyambut Indra jaya..


" iya san.. lama kita tak bertemu... oh ya ini kenalkan putri tunggal ku.. namanya Alea putri Indrajaya...." kata pak Indra..


" selamat sore om.. panggil saja Alea..." kata Alea..


" salam kenal ya... untuk Alea ikut paras ibunya ya.. cantik..." puji sandi..


" iya cuma sayang belum punya calon.." jawab pak Indra...

__ADS_1


" masak sih..." kata sandi tertawa...


" bagaimana kalau dengan putra mu..." tanya pak Indra..


" hahaha.. mereka sudah menikah...." jawab sandi..


" putra pertama mu... Ardinata..." tanya pak Indra..


" itu bukanya CEO Shiddiq Grub..." tanya Alea..


" iya sayang...." jawab pak Indra..


" tapi dia mencintai seseorang.. dan aku sudah berjanji akan membiarkan nya memilih pasangan hidupnya sendiri..." jawab sandi tegas .


" bagaimana kalau Alea coba kenalan saja.. semoga bisa cocok..." jawab Alea ..


" kenapa.. apa kau menyukainya nya.." tanya pak Indra.. Alea mengangguk malu...


" sejak kapan..." tanya pak Indra pada putrinya Alea


" ayah inget dengan pria yg membantuku saat mobil ku mongok..." jawab Alea..


" berarti.." tanya pak Indra lagi..


" iya yah.." jawab Alea.. .


" tapi Alea.. Ardi itu sangat kasar dan dingin.. apa lagi dengan wanita.. dia tak akan mudah bergaul dengan wanita yg belum ia kenal..." kata sandi..


" maka dari itu sandi.. biar kan mereka saling mengenal.. dan apa dia belum pulang.." tanya pak Indra.


" dia sedang sedikit kurang enak badan.. sedang istirahat di kamarnya..." jawab sandi..


" bisa kita ke sana aku ingin melihatnya.." kata pak Indra..


sandi pun mengajak pak Indra dan Alea ke kamar Ardi.. mereka ingin menjengguk Ardi yg sedikit kurang enak badan...


Ari sebuah pesawat juga turun seorang wanita yg terlihat berjalan begitu angkuh sambil membawa sebuah koper... dua menunggu mobil yg menjemputnya..


Alea dan pak Indra masuk ke kamar Ardi.. yg di bilang sakit tengah bekerja.. meski selang infus masih menancap di tangannya..


" wah.. CEO Shiddiq Grub tak libur meski sedang tak sehat ya..." kata pak Indra saat melihat Ardi..


" oh anta tuan Indra.. saya tak suka meninggalkan pekerjaan penting .." jawab Ardi..


Alea sudah terpesona melihat Ardi yg tampan dengan baju santai di rumah.. pak Indra tersenyum melihat wajah putrinya yang malu..


" tuan Ardi sakit apa.. " tanya Alea...


" saya hanya sakit perut dan muntah.." jawab Ardi..


" asam lambung mungkin.." jawab pak Indra..


" bukan.. dia hanya terkena sindrom cauvade..." jawab sandi..


" apa itu.." tanya pak Indra...


" cari tau aja sendiri..." jawab sandi..


" dasar kau.. masih tak berubah.. oh ya.. kita ngomong di tempat kerjamu aja ya.. karena ada yg sangat rahasia ingin aku bahas dengan mu..." ajak pak Indra..


" baiklah.. Ardi.. panggil pak Kim agar kalian tak hanya berdua.." perintah sandi..


" baik pa.." jawab Ardi menekan tombol pelayan..


tanpa mereka sadari.. rombongan Wulan dan Kevin baru sampai dan di sambut oleh pak Kim..


" ma.. boleh ke kamar Daddy..." tanya Kirana antusias...


" tentu.. ayo Mama temani..." ajak Wulan..

__ADS_1


mereka menuju ke lantai dua dengan menaiki tangga.. sedang di kamar Ardi ingin buang air kecil saat berdiri keseimbangan badan nya sedikit goyang.. Alea dengan sigap menangkap dan memeluk Ardi agar tak jatuh..


tapi sayang Kirana melihat itu semua dan merasa hidupnya hancur saat melihat Ardi berpelukan dengan gadis lain..


" apa yang kalian lakukan berduaan di dalam kamar..." bentak Wulan dengan suara yg keras...


" mama... ini tidak seperti yang..." kata Ardi terputus saat melihat gadis yg ada di samping Wulan..


" Kirana..." panggil Ardi..


" maaf aku menganggu kalian..." kata Kirana pergi..


Ardi melepas pelukan dari Alea dan langsung mencabut infusnya dan mengejar Kirana yg berlari menuruni tangga sambil menangis...


sandi yg mendengar keributan pun keluar dan kaget melihat kepulangan sang istri dengan wajah marah...


" Kevin hentikan Kirana.. itu bisa membahayakan janin nya..." teriak wulan sambil mengejar Kirana dan Ardi..


Sandra baru datang dan langsung memeluk Kirana yg menangis di depan nya... Ardi mendekat tapi Sandra menghentikannya dengan memberikan isyarat tangannya...


" tenang Kirana... tenang... aunty di sini tenang oke... " kata Sandra..


Wulan sampai di bawah dan meminta Kevin untuk menghubungi Deren... Wulan mendekat dan saat itu Kirana mulai kesakitan...


" aunty... sakit..." kata Kirana memegang perutnya...


" hei.. kamu kenapa sayang..." tanya Sandra ikut panik...


" Kevin siapkan mobil.. kita harus bawa kita a ke rumah sakit sekarang.." kata Wulan..


Kevin menyiapkan mobil... Sandra kaget saat melihat darah di kaki Kirana...


" mama.. Kirana pendarahan..." teriak Sandra dan mengejutkan Ardi..


sandi yg tadi ikut turun langsung mengendong Kirana menuju mobil yg di siapkan oleh Kevin bersama Sandra..


sandi yg membawa Kirana ke rumah sakit.. Ardi nampak syok.. begitupun pak Indra dan Alea yg masih tak mengerti..


Wulan menghalangi Ardi saat akan ikut...


" ma.. lepas ma.. Ardi harus tau apa yg terjadi sebenarnya.. kenapa dia bisa seperti itu..." kata Ardi yg ingin mengikuti mobil Kevin tapi di tahan Wulan...


Ardi terus berontak sedang Wulan tak habis pikir dengan putranya itu dan... Plak.... tamparan di wajah Ardi...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2