Secret Daddy

Secret Daddy
kelakuan Sandra...


__ADS_3

" aku tau rencana kalian.. ingin memisahkan mereka lagi.. atau aku yg akan memisahkan anggota tubuh kalian...." kata Sandra yg sudah berdiri di depan ruangan Kirana bersama Edward dan James...


" permisi nyonya muda... kami hanya ingin menjalankan permintaan dari Kirana..." jawab Kevin...


" kau menyukai nya Kevin... atau kau Deren..." kata Sandra..


" apa maksudmu Sandra..." bentak Deren ..


" maaf tapi takkan ku biarkan kalian memisahkan saudaraku dari cintanya... berhenti ikut campur..." kata Sandra..


" tapi ini permintaan Kirana nyonya muda..." kata Kevin..


" aku yg akan membujuknya... biarkan dia sedikit tenang dan kalian berhenti membuatnya jauh.. atau kedua pria ini yg akan membereskan kalian.." kata Sandra yg masuk ke ruangan Kirana...


" James kau mau bermain..." kata Edward sudah mode spikopat...


" tentu.. apalagi setelah kehilangan orang yg ku cintai.. belum pernah bermain lagi..." kata James tak kalah seram...


Kevin dan Deren membeku melihat sisi lain dari dua pria di depan mereka.. bahkan James yg terkenal lembut dan baik punya sisi seperti itu.. begitupun Edward...


" kau mau kemana..." tanya Sandra...


" aku mu pergi aunty.." kata Kirana yg akan turun dari ranjang..


" tak ku sangka kau melakukan ini.. kau tak tau bagaimana perjuangan Rissa dan kak Ardi.. apa kau tak punya hati hah..." bentak Sandra..


" kau tau.. bahkan Rissa memintaku untuk menjagamu karena dia yakin kau adalah wanita yg pantas untuk kak Ardi.. berhenti bersikap kekanak-kanakan..." tambah Sandra...


" apa maksud aunty..." tanya Kirana..


" kau tau selama kau pergi dari sisi kak Ardi.. dia seperti orang gila.. setiap malam memandang fotomu.." kata Sandra..


" berhenti..." Kirana mulai menangis..


" kenapa tak mu mendengar kenyataan... hanya karena kau melihat dia di peluk wanita lain.. bahkan dia sudah menjelaskan kalau itu cuma salah paham..." kata Sandra...


" aku takut..." kata Kirana...


" takut kalau dia tak bisa menerimamu.. takut jika kau tak bisa setara dengannya... apa yg kau takutkan jawab..." kata Sandra...


" Sandra hentikan... kau membuatnya ketakutan...." bentak Ardi yg menerobos masuk....


" hahaha.. kau membela gadis tak tau diri ini.. yg ingin meninggalkan mu.. aku kecewa padanya karena dia aku harus kehilangan saudara kembarku.. dan melihat mu harus kesakitan setiap hari... cukup... berhenti membelanya..." kata Sandra mengeluarkan isi hatinya...


" hentikan itu bukan salah Kirana.. itu memang sudah takdirnya.." kata Ardi


" berhenti membelanya...." bentak Sandra...


plak... tamparan Ardi mengehentikan Sandra yg terus menghardik Kirana... Sandra hanya tak ingin melihat sang kakak kembali terluka dengan kehilangan gadis yg di cintai ya itu...


Kirana makin menangis saat tau Ardi menampar Sandra untuk membelanya..


" kau lihat Kirana.. dia berani menamparku demi membelamu.. kau buta.. kau buta oleh cemburu mu... kau tak melihat dia begitu mencintai mu..." tambah Sandra memegang pipinya..


" maafkan aku... maafkan aku... " kata Kirana dalam tangisnya..


" tak masalah Kirana... aku mencintaimu.. tak kan ku biarkan siapapun menghinamu..." kata Ardi memeluk Kirana..


" aku mencintaimu.. aku mencintaimu.. jangan tinggalkan aku...." kata Kirana dalam pelukan Ardi..

__ADS_1


" aku disini selalu.. aku tak mungkin meninggalkan dirimu.. jadi tenang oke...." kata Ardi...


Kirana sudah melunak.. Ardi menuntun nya ke atas ranjang untuk istirahat... Ardi terus mengenggam dan mencium tangan Kirana..


sedang Sandra sudah keluar dan memukuli sang suami... dia kesal karena tamparan Ardi begitu keras...


" awas aja loe bang.. gue bales.. ah.. sakit..." kata Sandra yg memukuli punggung Edward..


" sayang.. kenapa aku yg kamu jadikan samsak sih..." protes Edward yg sudah memeluk Sandra...


" pipi ku sakit.. pasti merah..." kata Sandra sudah manyun..


" nih.. buat ke salon dan tak usah cengeng..." kata James mengeluarkan debit card miliknya..


" berapa isinya...." tanya Sandra..


" 1 milyar dan kau bisa menghabiskannya... " kata James..


" makasih.. kau adik ipar terbaik..." jawab Sandra...


sedang dua pria di depan mereka sedang binggung melihat James, Edward dan pelaku utama Sandra...


" hei.. jangan benggong seperti kambing congek begitu..." kata Sandra yg masih memeluk sang suami..


" sayang mereka syok melihat perubahan sikapmu..." kata Edward...


" hahaha.. tenanglah.. aku hanya berakting begitupun dua pria ini.. kami hanya tak ingin melihat bang Ardi kehilangan Kirana..." terang Sandra..


" kau gila.. aku hampir mati jantungan melihat ekspresi dari dua bule gila ini..." kata Deren tak terima..


" tapi lihat dong sayang hasilnya.. mereka baikan meski bang Ardi keterlaluan main tampar aja..." kata Sandra sudah melepas pelukannya..


" idih kalau marah gak jadi di bagi nih duit belanja lumayan buat ke salon..." kata Sandra menunjukkan kartu yg di berikan James..


" cih.. gak cukup mau di buat beli mobil sport.." kata Deren..


" nih... pakai..." kata Edward melempar kunci Lamborghini miliknya..


" eh seriusan..." kata Deren..


" iya deh.. itung itung sedekah sama sepupu sendiri..." kata Sandra..


" kalian mah the best lah.. oh ya.. bayi Kirana baik kok... kemarin gue mah mau lihat aja tuh raja setan syok..." kata Deren..


" huh.. dasar dokter gila.. " jawab Sandra..


" ini untukmu.. terima kasih telah menjaga gadis pilihan Rissa..." kata James memberikan kunci mobil sport pada Kevin..


" tapi itu sudah menjadi kewajiban ku menjaga semua milik tuan Ardi..." kata Kevin..


" aku tau.. tapi ini anggap sebagai hadiah dari Rissa..." kata James meletakkan kunci di tangan Kevin..


" terima saja... bisa buat modal nikah..." ledek Deren..


" terima kasih tuan..." kata Kevin..


Ardi keluar dari ruang rawat inap malah binggung melihat kelima orang itu tengah tersenyum...


plak.. tamparan Edward di pipi Ardi.. Ardi bingung akan membalasnya tapi James menghentikannya..

__ADS_1


" itu balasan darinya karena menampar Sandra.." kata James..


" tapi dia membentak Kirana..." jawab Ardi..


" idih.. bang Ardinata yg sudah tua dan bucin... tadi itu Sandra cuma mau sadarin Kirana kalau dia itu salah dengan ninggalin Abang.."kata Sandra yg bersembunyi di balik tubuh kekar suaminya...


" maksud mu..." tanya Ardi..


" hehehe.. aku cuma akting marah.. plus dapat bantuan dua pria bule ini.. eh berhasil.. tapi Abang mah keterlaluan... main tampar aja.. sakit tau..." jawab Sandra...


" aish... maaf.. aku hanya tak suka Kirana di bentak oleh orang.. udah ya.. maafin nanti Abang transfer buat kamu sebagai permintaan maaf dan ucapan terima kasih..." kata Ardi..


" itu baru Anang Ardi... the best lah..." kata Sandra yg sudah memeluk Ardi..


" hadeh... punya saudara sepupu gini amat ya... Gampang di sogok..." kata Deren..


" maaf dokter Deren anda terlalu santai.. apa mau saya buang ke Antartika..." kata Edward..


" gak kok.. ya udah aku mau ke ruangan ku.. bye..." kata Deren berlari menjauh..


Edward memeriksa keadaan Kirana.. Edward membenarkan jika kandungan Kirana baik baik saja..


" semuanya baik dan sehat..." kata Edward pada Ardi..


" tapi kemarin Deren bilang..." kata Ardi terpotong saat Kirana mengenggam tangan Ardi..


" maaf Daddy.. Kirana yg minta kak Deren menyembunyikan ini.. karena Kirana tak mau Daddy menghentikan Kirana pergi..." kata Kirana sedih..


" huh.. baiklah.. tapi jangan lakukan lagi.. aku tak bisa kehilangan mu.. dan aku bersyukur dia kuat di dalam sini..." kata Ardi mengelus perut Kirana...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


..


.


..


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍 πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜πŸ™‚πŸ˜˜terima kasih

__ADS_1


__ADS_2