
kini Ardi sedang cemberut karena tidur sendirian di kamar tamu, sedang Kirana sedang bersama Ken dan Lui.
sebenarnya Kirana hanya menemani dua bocah itu, setelah mereka berdua tidur kini kirana masuk ke kamar yg di tempati oleh Ardi.
" apa Daddy sudah tidur?" tanya Kirana saat melihat Ardi memeluk guling.
" mau apa kemari, sana sama dua pria baru mu itu." kata Ardi.
" Daddy marah, maaf kan aku, aku hanya ingin menjaga mereka, asal Daddy tau kekurangan kasih sayang dapat membuat mereka terjerumus pada hal negatif." kata Kirana yg duduk di sisi ranjang samping Ardi.
" tapi jika kau terlalu memanjakan mereka, aku takut mereka tak bisa menghadapi dunia ini. apalagi ku tau musuh kelurga Smith dan Shiddiq yg tak ada habisnya." jawab Ardi.
" Daddy percayalah mereka akan menjadi pria yg kuat, meski tak ada aunty Rissa tapi mereka memiliki kita sebagai pendukung terbesarnya." jawab Kirana.
" ahh.. aku tak sangka istriku bisa sehebat ini sekarang." kata Ardi yg kini malah memeluk Kirana.
" cukup Daddy.. tangan mu jangan kemana mana." protes Kirana.
" kenapa kau istriku.. aku ingin membuat bayi dengan mu." kata Ardi dengan suara menggoda.
" Daddy kita melakukannya hampir setiap hari, apa kau tak lelah?" tanya Kirana.
" kenapa harus lelah, aku bahkan seakan tak bisa berhenti dari menyentuh tubuh indah mu ini. jika aku bisa aku akan mengurung mu di kamar." kata Ardi.
" kau mesum Daddy..." kata Kirana lirih, karena Ardi mencium leher Kirana.
__ADS_1
kini Ardi sudah melakukan semua keinginannya pada istri nya itu, Kirana hanya bisa menikmati dan sekarang dirinya juga mulai aktif memimpin sesuai yg di ajarkan oleh Sandra.
Ardi di buat kuwalahan oleh Kirana saat istrinya itu memimpin permainan panas mereka.
" ahh.. kau hebat sayang..." kata Ardi saat pelepas berbarengan dengan Kirana yg jatuh lemas di dada Ardi.
malam pun mereka lewati saling berpelukan, Ardi dan Kirana begitu saling mencintai. bahkan kini Ardi siap menantang dunia jika ada yg berani memisahkan mereka.
sedang di Belanda James sedang mengendong bayi yg sudah berusia 6 bulan itu. sekarang bayi perempuan itu sudah bisa tumbuh seperti bayi pada umumnya.
meski awalnya tak mudah mempertahankan bayi yg lahir prematur dan bahkan begitu kecil tapi dengan semu peralatan canggih dan juga pengawasan dari dokter profesional yg mengawasi 24 jam.
kini bayi itu sudah bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya.
" lihat sayang.. aku berhasil menyelamatkan bayi mereka, semoga kau bahagia ya karena aku bisa menepati janjiku padamu dulu." lirih James menginggat Rissa.
sedang tak sengaja Alex menabrak seorang wanita yg sedang berlari dari kejaran para preman.
" mbak gak papa kan?" tanya Alex.
" mas.. tolong saya.. saya di kejar kejar preman." kata wanita itu menangis di depan Alex.
" baiklah mbak, silahkan masuk ke mobil mbak." kata Alex yg ikut masuk kedalam mobil.
kini mobil Alex melaju dengan kecepatan tinggi karena takut preman yg mengejar wanita itu mengejarnya.
__ADS_1
" mbak mu di ntar kemana?" tanya Alex.
" aku juga tak tau mas, aku sudah tak punya siapa siapa lagi. apalagi ibu ku sudah meninggal 2minggu yg lalu." kata wanita itu sambil menangis sesenggukan.
wanita itu terlihat begitu lusuh dan kotor. Alex pun binggung karena tak mungkin membawa wanita itu ke rumahnya.
akhirnya Alex membawa wanita itu ke apartemen miliknya yg terletak di daerah elite di daerah pinggiran kota tapi keamanan yg begitu ketat.
" mbak kita ke apartemen saya saja ya.. karena hari sudah malam." kata Alex.
" apa tak merepotkan mas?" tanya wanita itu.
" tak masalah, apartemen itu juga jarang aku gunakan kok, jadi sementara kamu bisa tinggal di sana." kata Alex.
" terima kasih mas." kata wanita itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih