
Ardi terdiam menerima tamparan dari Wulan.. bahkan pak Indra kaget melihat Wulan yg bisa berbuat seperti itu karena selama ini dia terkenal lembut dan pemaaf...
" cukup Ardi.. cukup.. mama mohon berhenti menyakiti nya.. jika kau tak bisa mencintainya.. lepaskan jangan kau sakiti lagi.." kata Wulan...
" apa maksud mama...." tanya Ardi..
" berhenti berbohong dan menipu dirimu.. kamu ingat siapa wanita yg ada di malam itu.. bahkan kau ingat..." bentak Wulan..
" tidak ma.. Ardi tak ingat..." jawab Ardi..
" dia Kirana...." suara Wulan begitu keras..
Ardi terdiam lemah.. Ardi mulai mengingat satu persatu kejadian malam itu.. Ardi makin terpuruk dan menangis..
" aku harus menemuinya... aku harus menemuinya..." kata Ardi akan menyusul Kirana..
" tunggu.. kau kira dia akan memaafkan mu setelah kejadian tadi.. dan maaf tuan Indra tolong jaga putri anda agar tak hanya berdua di kamar pria..." kata Wulan..
" ma.. Ardi mohon... biarkan Ardi menemuinya..." kata Ardi..
" baiklah.. tapi ingat jika terjadi sesuatu padanya dan juga janinnya... mama yg akan membawanya jauh darimu..." kata Wulan..
Ardi ikut dengan Wulan.. sedang pak Indra menatap Alea.. Alea tertunduk takut karena ini terjadi karena salah paham....
" Alea apa yg terjadi..." tanya pak Indra..
" maaf yah.. ini salah paham.." kata Alea..
Alea mulai menceritakan kejadian-kejadian di kamar Ardi yg hanya kesalahan pahaman.. dan dia tak mengira akan terjadi masalah sebesar ini...
" kita harus meluruskan hal ini..." kata pak Indra yg menyusul ke rumah sakit bersama Alea..
di rumah sakit Deren dan tim dokter sedang menyelamatkan Kirana dan janinnya.. semua berusaha.. Deren menghela nafas saat melihat kondisi Kirana yg memburuk..
Kirana sempat sadar dan meminta Deren untuk berjanji.. Deren pun berjanji pada Kirana...
Deren keluar dari ruang ICU.. Deren menghadap pada semua keluarga besar sandi..
Wulan dan Ardi baru datang.. begitupun dengan pak Indra dan Alea.. sandi melihat temannya itu dengan tatapan tak bersahabat..
" mau apa kalian kemari..." tanya Sandra dingin..
" aku cuma mau meluruskan kalau tadi bukan seperti yg kalian pikirkan.. aku hanya membantu pak Ardi yg akan jatuh jadi aku memeluknya..." jawab Alea..
" tapi itu membuat calon menantu kami dalam bahaya..." jawab Wulan..
" bisakah kalian tenang... ini rumah sakit..." kata Deren...
" bagaimana keadaan nya Deren..." tanya sandi..
" maaf Pi.. Deren sudah melakukan yg terbaik.. tapi Alloh berkehendak lain..." jawab Deren..
" apa maksudmu..." kata Ardi mencengkram kerah jas Deren...
" janin Kirana tak bisa di selamatkan.." jawab Deren yg menjadi pukulan bagi Ardi..
" apa maksud mu Deren .." tanya Wulan..
__ADS_1
" maaf.. kami sudah berusaha tapi Tuhan berkehendak lain.. dan Kirana hanya ingin bertemu dengan ayu..." kata Deren..
" baik dokter..." jawab ayu masuk ke ruang ICU...
" gak.. ini gak mungkin.. bayiku.. kenapa..." kata Ardi...
Wulan memeluk sang putra.. Kevin pergi dari sana dan di ikuti oleh Deren.. sedang Sandra terduduk lemas karena kepulangan nya untuk Kirana malah mendengar berita buruk...
" lebih baik kalian pulang.. kami sedang berduka..." kata sandi pada pak Indra..
" tapi sandi..." bantah pak Indra..
" aku mohon... sebelum aku berbuat kasar..." tambah sandi..
pak Indra pun pergi sambil menarik Alea.. Alea tak menyangka jika akan melihat kejadian ini.. dia tak mengira jika Ardi sudah mempunyai calon istri bahkan tengah hamil... dia merasa sangat bersalah karena kesalah pahaman ini Ardi kehilangan bayinya...
Kevin mengatur semu sesuai permintaan Kirana karena tak ingin bertemu dengan keluarga Shiddiq..
" ma.. apa aku begitu buruk.. bahkan tuhan mengambilnya..." kata Ardi..
" tidak sayang.. kau hanya melakukan kesalahan.. maka tebus itu.. minta maaf lah..." kata Wulan..
" apa Kirana akan memaafkan ku ma..." tanya Ardi..
" ya.. dia pasti akan memaafkan mu karena dia mencintaimu.." jawab Wulan..
Kevin mengirim semua bukti tentang kejadian malam itu pada Ardi.... Ardi makin terisak saat tau dirinya begitu menyakiti Kirana...
Kirana sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.. Kirana terlihat pucat dan tatapan kosong.. Ardi yg pertama masuk untuk menemui Kirana..
" princess maafkan aku.. aku tak bisa menginggat malam itu.. seandainya aku mengingat nya mungkin kejadiannya tak kan seperti ini..." kata Ardi..
Kirana menoleh dan melihat Ardi yg mengenggam tangan nya... Kirana menarik tangannya..
" pergi..." kata Kirana lemah...
" princess..." kata Ardi..
" pergi.. kau pembohong.. pergi bersama wanita itu.. aku tak ingin melihat mu.. pergi..." kata Kirana sambil mendorong Ardi..
entah kekuatan dari mana Kirana bisa berontak sambil mendorong Ardi keluar.. Ardi langsung memeluk Kirana untuk memenangkan gadis itu..
" maaf kan aku.. itu salah paham..." kata Ardi..
" pergi.. aku membencimu.. kau melukai panda ku.. pergi aku tak ingin melihatmu di sini pergi..." usir Kirana sambil berontak dari pelukan Ardi...
" maafkan aku.." kata Ardi..
Kevin yg mendengar keributan masuk dan membawa Ardi keluar dari ruangan Kirana sedang ayu langsung memberi obat pada Kirana...
" Kevin.. biarkan ku masuk..." bentak Ardi..
" tuan mohon jangan seperti ini.. atau anda akan kehilangan Kirana untuk selamanya..." kata Kevin..
Ardi melemah.. dia akhirnya sedikit tenang.. Ardi tak ingin kembali kehilangan Kirana untuk kedua kalinya....
di dalam ruangan.. ayu tengah menenangkan Kirana setelah meminum obat dan vitami nya...
__ADS_1
" kak.. bawa aku pergi dari sini..." mohon Kirana...
" baiklah.. tapi menunggu keadaan mu pulih kita akan pergi dari sini.." jawab ayu...
" aku tak ingin melihatnya lagi kak.. dia melukai panda ku.." kata Kirana..
" baiklah.. sekarang tak akan ada yg akan menemui mu selain orang yg kau izinkan..." jawab ayu..
" terima kasih..." jawab Kirana..
" baiklah.. sekarang kamu istirahat dan jangan banyak pikiran.. ingat.. kakak akan menemani di sini.." kata ayu..
kota a mulai tidur karena efek obatnya.. ayu keluar setelah yakin Kirana sudah nyenyak.. ayu menemui Kevin dan Edi yg menunggu di luar ruangan...
" maaf tuan Ardi.. Kirana tidak ingin bertemu dengan anda.. jadi lebih bik anda pulang..." kata ayu..
" siapa ku berani mengusir ku.." bentak Ardi..
" maaf saya hanya seorang perawat yg menjaga Kirana agar tak mengalami trauma mendalam akibat kejadian yg terus berulang.. jadi saya mohon bantuannya.. begitu juga anda tuan Kevin.. mohon biarkan Kirana untuk istirahat.." jawab ayu..
" aku tak peduli.." jawab Ardi..
" berarti anda harus siap kehilangan Kirana jika terus memaksa tuan.. karena itu akan membuat keadaan nya makin bertambah parah..." jawab ayu..
" tidak.. aku tak ingin hal itu terjadi..." jawab Ardi..
" lebih bik tuan pulang saya antar untuk istirahat.. besok anda bisa datang lagi kemari.." jawab Kevin..
" baiklah.." jawab Ardi..
ayu memberi kode pada Kevin dan Kevin mengangguk.. ayu kini menemui Deren untuk mengatur semuanya.. Derren juga sudah menyiapkan rumah dan segala keperluan mereka selama menempati rumah di sana...
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1