
mereka berdua sampai di rumah sudah larut.. pak Kim menyapa dua pria itu.. Ardi langsung masuk ke kamarnya.. sedang Kevin meminta pak Kim untuk membuatkan bakso permintaan Ardi..
Ardi tengah mandi menyegarkan diri.. setelah itu Ardi berganti pakaian dengan baju santai.. pak Kim datang dan menaruh bakso itu si depan Ardi..
setelah selesai makan Ardi tengah merokok di balkon sambil menatap langit malam... Ardi belum bisa tidur karena mimpi pertemuannya dengan anak kecil itu terus terulang...
Ardi menuju ke dalam sebuah perpustakaan di rumahnya.. saat rak buku itu terbuka Ardi masuk ke dalamnya...
Ardi tersenyum saat masuk karena di sambut oleh sebuah foto gadis yg tengah tersenyum bahagia bersamanya...
ya.. foto Kirana dan dirinya saat berlibur di villa miliknya... bahkan Ardi menempatkan semua foto dan kenangan Kirana di sana..
" princess Daddy merindukan mu..." kata Ardi berdiri di depan foto berukuran besar itu..
" kenapa kamu pergi meninggalkan Daddy... kau tau Daddy merasa sesak saat mengingat semua hal tentang mu..." kata Ardi
" tak ada yg menghibur Daddy.. bahkan tak ada suara manja dan rengekan dari mu.. kau seakan membawa semua jiwa Daddy bersama mu..." kata Ardi...
" tapi Daddy selalu berdoa agar kamu selalu bahagia di mana pun berada..." kata Ardi..
kini Ardi keluar dan menuju ke kamarnya.. Ardi mulai memejamkan matanya saat tiba tiba perut nya sakit tidak terkira...
" MAMA....." teriak Ardi sambil menekan bel pelayan...
Ardi terus memegangi perut ya.. tak lama pak Kim datang dan melihat Ardi kesakitan.. Wulan datang dan menenangkan Ardi...
" pak Kim cepat panggil Deren.. bilang suruh bergegas..." perintah Wulan..
" sayang ini mama... kenapa kmu seperti ini..." tanya Wulan panik melihat Ardi yg begitu kesakitan..
" pa.. cepat ambil air hangat taruh di botol sambil menunggu Deren..." perintah Wulan..
sandi langsung turun mengambil apa yg di perintahkan Wulan.. Wulan masih mengelap keringat Ardi yg begitu banyak.. sandi datang dengan tempat kompres.. Wulan langsung meletakkan di perut Ardi..
setelah 30 menit Deren datang dan langsung memeriksa keadaan Ardi.. Deren yg tak mengetahui penyakit Ardi memilih memberikan obat penenang..
" ada apa dengan nya..." tanya sandi..
" aku tak tau Pi.. tapi bang Ardi tak sakit.. perutnya juga tak bermasalah..." kata Deren..
Wulan langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Kevin.. dan Kevin mengangkat nya sambil terdengar panik...
" hallo Kevin kamu di mana..." tanya Wulan..
" maaf nyonya besar.. saya harus ke rumah sakit di desa saya karena tadi bik Ina menelpon jika Kirana mengalami kram perut dan juga flek..." jawab Kevin..
" baiklah.. kau hati hati... dan terus berikan kabar padaku..." kata Wulan..
" baik nyonya besar..." jawab Kevin..
Wulan kembali melihat Ardi yg sudah tenang.. Wulan menangis melihat keadaan Ardi.. begitu kuat ikatan mereka hingga Ardi juga mengalami apa yg di alami Kirana..
" ma..ada apa..." tanya sandi menepuk pundak Wulan..
" Kirana mengalami kram dan flek.. sekarang Kevin sedang menuju ke rumah sakit di kota nya..." jawab Wulan..
" Ya Alloh.. semoga Kirana dan calon cucu kita baik baik saja..." kata sandi..
" maaf mami dan papi.. maksud nya calon cucu.." tanya Deren ..
__ADS_1
" iya Deren.. Kirana hamil akibat perbuatan Ardi beberapa bulan lalu.. dan sekarang dua mengalami sedikit masalah dalam kehamilannya..." jawab Wulan..
" tapi mami. di usianya yg saat ini itu bisa membahayakan Kirana... dan semoga tak terjadi apa apa dengan ibu dan janinnya..." kata Deren..
" semoga... dan besok mami akan kesana guna melihat keadaan nya.. apa papa mengizinkan..." tanya Wulan..
" tentu.. biar papa yg menjaga Ardi di sini..." jawab sandi...
" terima kasih pa..." kata Wulan..
" ya udah mi.. Pi.. Deren pulang ya..." kata Deren..
" gak usah Deren.. kamu nginap di sini saja.. ini terlalu malam.." kata sandi..
" oke dech Pi.. Deren bakal nginep.. tapi besok minta uang saku ya.. " kata Deren
" gampang.. ya udah sana tidur.. pak Kim tolong antar Deren ke kamar tamu.." kata sandi..
" baik tuan besar ." jawab pak Kim...
Wulan tengah melihat Ardi yg tertidur sambil di rangkul oleh sandi.. sandi seperti melihat dirinya di masa lalu..
" ma.. aku seperti melihat diriku pada Ardi.." kata sandi..
" maksudnya pa.." tanya Wulan..
" dulu aku juga seperti ini saat dirimu hamil trio Ar.. tapi kita tak berpisah lama.. sedang putra mu harus jauh dari gadis yg ia cintai.." kata sandi..
" entah lah pa.. mama juga tak bisa melihat Kirana terluka lagi saat bersama Ardi.. dan mama ingin melihat kondisi Kirana.. apa gadis itu sudah bisa berdekatan dengan Ardi..." kata Wulan..
" oke terserah mama saja kalau gitu.." kata sandi..
pagi pun datang.. setelah menyiapkan semua keperluan sang suami Wulan memutuskan untuk berangkat ke desa Kevin dan meminta alamatnya pada Kevin...
tak disangka perjalanannya membutuh kan waktu 3jam.. Wulan sampai di rumah sakit yg di maksud oleh Kevin..
Wulan mendatangi resepsionis di rumah sakit itu..
" maaf apa ada pasien atas nama Kirana Margaretha Abraham..." tanya Wulan pada suster..
" tunggu saya cek dulu nyonya..." jawab perawat..
" iya nyonya.. di kelas melati satu di lantai dua.." kata suster..
" terima kasih suster..." jawab Wulan menuju ke lantai tempat Kirana di rawat..
Wulan melihat Kevin yg tengah berbincang dengan seorang gadis.. Wulan menghampiri Kevin sedang Kevin menyapa dengan hormat..
" bagaimana keadaan nya Kevin..." tanya Wulan..
" Kirana hanya mengalami kram karena terlalu stress dan juga kelelahan di tambah usianya yg masih 17th nyonya.." kata Kevin..
" boleh kah aku melihatnya .." tanya Wulan..
" tentu.. silahkan..." kata Kevin mempersilahkan Wulan...
Wulan masuk.. dan sedih saat melihat gadis itu tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit..
" nyonya besar.." kata bik Ina.. Wulan memberikan kode agar bik Ina tak bersuara..
__ADS_1
Wulan mendekat dan mengenggam tangan Kirana.. Wulan meneteskan air matanya melihat kondisi Kirana..
belum lagi dia harus menjalani kehamilan tanpa seorang suami di sampingnya.. Wulan duduk di samping ranjang Kirana..
" pasti berat harus berjauhan dari orang yg di cintai..." gumam Wulan seraya mengusap rambut Kirana...
" Daddy..." kata Kirana lemah...
Wulan yg mendengarnya pun mencoba menelpon sandi untuk mengetahui keadaan Ardi..
Wulan meminta sandi memberikan ponselnya pada Ardi.. sandi pun menurutinya.. Ardi sedang duduk di ranjangnya sambil bekerja..
" iya ma... assalamualaikum..." kata Ardi..
" waalaikum salam sayang.. mama boleh minta sesuatu gak.." tanya Wulan..
" minta apa sih ma..." tanya Ardi yg menghentikan kegiatannya..
" mama minta kamu berbicara tentang perasaan mu pada mama sebagai calon ibu..." kata Wulan..
" gak mau.." jawab Ardi..
" yaudah.. mama gak bakal pulang kalau gitu..." jawab Wulan..
" iya iya.. Ardi bakal mau.. sekalian sandi bakal ngomong seandainya jika mama itu calon istri Ardi.. puas..." kata Ardi..
sedang Wulan tersenyum.. Wulan merekam semua ungkapan Ardi padanya.. bahkan Ardi seperti mengungkapkan perasaan nya pada seorang wanita yg tengah hamil anaknya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1