Secret Daddy

Secret Daddy
BC_ wanita penganggu.


__ADS_3

Kirana sudah selesai mandi dan berpakaian, dia selalu terlihat cantik dengan gaun selutut dengan potongan kerah Sabrina.


"hei Kalian berdua lanjut berenang, kalau bosan nonton film di home teater aja ya." kata Kirana.


"siap atuh nyonya muda." jawab Rika dan Ema sambil tertawa.


"sialan kalian mah.." kata Kirana.


Ardi sudah tak sabar menunggu istrinya itu. Ardi langsung menarik Kirana dan membawanya ke ruang tamu.


Cherry akan mendekat pada Ardi, tapi Kirana memberi peringatan pada suaminya.


"jika gadis itu berani memelukmu, ku pastikan Daddy harus tidur di luar selama sebulan tanpa jatah apapun." bisik Kirana di kuping Ardi.


Ardi malah melotot mendengar ancaman Kirana, Ardi bisa membayangkan bagaimana kehidupannya tanpa jatah dari Kirana.


Ardi menelan ludahnya, tak di sangka Cherry langsung mengandeng Ardi meski Kirana di sampingnya.


"om Kevin nanti malam mau gak nemenin aku sama dua sahabat ku main ke bar milik kak Alex." kata Kirana duduk di sofa single.


"cih gadis kecil mau main di bar." ejek Cherry.


"mbak yang bermake-up menor dan rata, lihat dulu kalau mau mengejek, kau bilang aku kecil hei ukuran ku dan punya mu saja masih besar punyaku." kata Kirana membalikkan fakta.


"kau.. sayang lihat gadis itu." kata Cherry mengadu pada Ardi.


sedang Ardi melihat Kirana yang mengerakkan tangan nya seperti memotong lehernya. Ardi langsung melepas tangan Cherry.


"bisakah kau tak bersikap seperti ini, apalagi di depan istriku." kata Ardi.


"gadis miskin tak pantas jadi istrimu." kata Cherry.


"setidak nya aku bukan wanita murahan yang menggoda suami orang dengan tidak tau malunya." kata Kirana.


Cherry yg kesal pun menghampiri Kirana dan akan menamparnya, tapi Kirana dengan segera menangkap tangan Cherry.


dengan sekali dorong Cherry jatuh terduduk, tak di sangka sandi datang dengan ayah Cherry yang bernama Setiawan.


" apa apaan ini, kenapa kau mendorong putriku." kata pak Setiawan.


"tanya putri anda yang dengan tak tau sopan berani menggoda suamiku." kata Kirana.


"siapa kau berani melukai putriku." kata pak Setiawan.


"perkenalkan aku istri sah dari Ardinata Abraham as Shiddiq."kata Kirana tak gentar.


"kau hanya gadis miskin, dan Ardi kau bilang akan menjaga Cherry selama dia di sini, kenapa sekarang istrimu berani berbuat kasar." kra pak Setiawan.

__ADS_1


"siapa anda berani berbicara seperti itu pada suami saya." kata Kirana membela Ardi.


sedang Ardi memerintahkan Kevin membawa semua berkas kerja sama antara perusahaan Shiddiq dan perusahaan milik ayah Cherry.


"gadis tak tau aturan." kata Setiawan ingin menampar Kirana.


" jangan pernah berani menyentuh istriku, atau tangan mu akan ku potong, aku sudah bersabar menghadapi putrimu yg tak tau malu itu." kata Ardi dengan tatapan tajam.


"apa maksud mu? bukankah kalian memang dekat dari dulu." kata pak Setiawan.


"kalau bukan karena permintaan papa, aku tak mungkin mau berurusan dengan orang seperti kalian." kata Ardi.


sedang sandi hanya menahan tawanya, sebenarnya sandi juga tak ingin berurusan dengan Setiawan dan putrinya tapi karena mereka terus menganggu akhirnya dia meminta Ardi yang mengurus nya.


"ini tuan."kata Kevin memberikan berkas pada Ardi.


Ardi menerima berkas itu dan langsung merobeknya tepat di depan mata Setiawan dan sandi.


"apa apaan ini sandi, kau bilang putramu akan membantuku." protes Setiawan.


"maaf Setiawan, asal kau tau Ardi paling tak suka seseorang menghina istrinya dan kelakuanmu dan putrimu itu menjelaskan semuanya." kata sandi enteng.


"sandi kenapa kau lakukan ini." kata Setiawan.


"maaf sekarang yg menjadi pimpinan di Shiddiq Grub bukan aku lagi tapi putraku dan semua urusan perusahaan adalah hak nya." Kata sandi.


"Ardi iris mereka aku ingin menemui mama dan juga cucu kecilku." kata sandi yang berjalan ke lantai dua.


Setiawan masih tak terima sedang tak lama Rika dan Ema juga bergabung setelah puas berenang.


"om Setiawan, ngapain di sini?" tanya Rika.


"Rika kenapa kamu di sini dan itu juga tunangan Alex bersamamu?" kata Setiawan melihat kearah dua gadis itu.


"Rika kamu kenal pria dan putrinya ini?" tanya Kirana.


"ya kemarin dia datang dan meminta bantuan papa karena perusahaan nya yang akan bangkrut dan putrinya dia gunakan untuk memikat client, benar tidak om?" jawab Rika.


"idih menjijikkan." kata Ema.


"berarti sudah jelas, aku tak ingin bekerjasama dengan perusahaan anda, dan silahkan pergi sebelum aku mengusir anda secara tidak terhormat." kata Ardi.


"ingat Ardi suatu saat kau akan menyesal karena pernah mempermalukan ku seperti ini." kata Setiawan.


"tapi sebelum itu anda harus lihat kalau perusahaan anda sudah bangkrut sekarang." kata asisten kevin.


sedang Cherry memandang mengejek pada Kirana dan dua sahabatnya terutama Ema. Cherry menyeringai.

__ADS_1


"aduh kasihan nya dirimu menjadi tunangan pria yg suka tidur dengan semua wanita. apalagi Alex bilang servis ku hebat."ejek Cherry.


"aduh mbaknya, jadi murahan kok bangga sih." kata Ema tak kalah mengejek.


Cherry meninggalkan rumah itu sambil kesal karena dia gagal menggoda Ardi yg begitu kaya dan tampan.


setelah kepergian mereka, Kirana menatap tajam kearah Ardi. sedang Ardi tau jika Kirana kesal.


"Kevin ajak Rika dan Ema untuk menonton film, karena ada yang harus aku selesaikan dengan istriku." kata Ardi.


"baik tuan, silahkan nona nona.." kata Kevin datar.


kini dua gadis itu mengikuti Kevin sedang Kirana berjalan menuju ke kamar pribadi milik mereka.


Ardi langsung berlari mengikuti sang istri. sesampainya di kamar, Kirana langsung bersikap berbeda.


"kenapa berani berjalan dengan wanita murahan itu, apa aku kurang pintar dalam memuaskan mu Daddy." kata Kirana dengan begitu menggoda.


"bukan seperti itu mommy, tadi wanita itu memaksa ku, sebenarnya aku juga tak menyukai dia yg terus menempel padaku." jawab Ardi yg sedikit binggung karena Kirana melepas dasinya.


"aku tak segan menghukum mu Daddy, karena berani berjalan dengan wanita itu, kau tau akan tak pernah bercanda dengan hukuman." kata Kirana memegang dada Ardi yg sudah terbuka.


"berhenti menggoda ku mommy, kau tau aku tak bisa tahan godaan mu." jawab Ardi serak menahan hasrat nya.


"ini yang terakhir Daddy, atau kau akan benar benar merasakan hukuman sebulan tanpa jatah apapun dariku." ancam Kirana.


"jangan seperti itu mommy, kau tau aku tak bisa hidup jika kau menghukum ku seperti itu." kata Ardi


Kirana langsung membungkam mulut Ardi dengan bibirnya, Ardi langsung membalas ciuman itu dengan nafsu yg menggebu.


Ardi mengendong Kirana seperti koala tanpa melepas ciuman mereka. kini Ardi menidurkan Kirana di ranjang.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2