
Ardi merasa dunianya runtuh mendengar perkataan dari Sandra.
"Sandra bisa kah memakamkan putri ku menunggu ku.." tanya Ardi.
" baiklah, kalau begitu bayi Abang akan di Senayan kan di aula milik keluarga kita."jawab Sandra.
" terima kasih aku akan pulang secepat nya." kata Ardi.
" Kevin siapkan pesawat ku aku harus pulang. dan kamu akan di sini sementara waktu dan menyelesaikan semuanya." perintah Ardi.
" baik tuan." jawab Kevin.
Ardi berangkat pukul 3 sore bersama Nando yg sudah selesai menyelesaikan urusannya dengan kontraktor itu.
pukul 10 malam Ardi sampai di bandara Soetta. pengawalnya sudah memberi pengawalan super ketat.
Ardi langsung menuju ke rumah duka, sesampainya di sana Ardi langsung menuju ke dalam.
Ardi syok melihat jenazah bayinya yg sudah terbujur kaku itu. Ardi menghampiri jenazah yg sudah di kelilingi oleh para keluarga.
"Ardi.. " panggil Wulan.
saat tiba di samping jenazah bayinya Ardi langsung terduduk lemas sambil menangis histeris.
bayi yg di rindukan bersama Kirana kini sudah tak bernyawa. sandi menepuk dan menenangkan Ardi yg begitu terpuruk.
"Ardi. ikhlas kan nak, Alloh lebih sayang dengan putrimu, mungkin Alloh punya rencana yg lebih indah nantinya." kata sandi
" tapi pa, apa yg harus aku katakan pada Kirana, aku bahkan belum bisa membahagiakan mereka pa, apa aku seburuk itu hingga Alloh saja tak mempercayakan aku untuk mengendong putri ku" kata Ardi dalam Isak tangis.
" sandi istighfar nak, Alloh yg punya takdir dan hidup mati seseorang. putrimu akan menjadi tabungan nantinya. jika kamu seperti ini bagaimana kamu bisa menjaga Kirana yg juga membutuhkanmu sekarang." kata sandi.
" iya pa, papa benar aku harus kuat untuk Kirana yg juga membutuhkan ku." kata Ardi.
" baiklah pak.. sekarang bisa kita makamkan jenazah." kata ustadz Yusuf.
" iya pak ustadz.." jawab sandi.
" nak Ardi silahkan ambil wudhu dan gendong putrimu menuju ke makam." kata ustadz Yusuf.
Ardi mengambil wudhu dan kemudian mengendong dan mendekap jenazah putri kecilnya.
kini mereka menuju ke area pemakaman keluarga. bayi kecil Ardi di makamkan dekat dengan makam kedua orang tua Kirana yg baru di pindah beberapa bulan lalu.
dan juga makam dari Bu Mala juga sudah di pindah ke area yg sama. Ardi yg melakukan proses memakamkan putrinya sendiri.
setelah selesai kini ustadz Yusuf memimpin doa. setelah selesai ustadz Yusuf pamit. sedang Ardi masih duduk di samping makam putrinya.
tiba tiba Edward mendapatkan telpon dari Deren yg mengatakan jika kondisi Kirana memburuk.
" kak sebaiknya kakak ikut ke rumah sakit karena kondisi Kirana memburuk.." kata Edward.
__ADS_1
" apa baiklah, ayo kesana.." kata Ardi.
kini semu meninggalkan pemakaman dan menuju ke rumah sakit, Edward langsung ikut menangani Kirana.
benar saja kondisi Kirana sempat memburuk meski sekarang juga belum membaik. Edward meminta Deren untuk memanggil Ardi agar bisa membuat Kirana kembali.
tak lama terdengar suara sepatu Ardi memasuki ruang ICU yg juga ada Edward yg sedang memantau keadaan Kirana.
Ardi juga sudah mengunakan baju khusus. Edward mengangguk pada Ardi. kini Ardi duduk dan mengenggam tangan Kirana yg terbaring dan juga begitu banyak alat yg menunjang hidupnya.
" sayang ini Daddy. bukankah matamu, jangan tidur seperti ini, maafkan Daddy yg meninggal kan mu sendiri, seandainya aku berada di samping mu mungkin semua ini tak akan terjadi." kata Ardi.
Edward dan Deren hanya memantau dua orang itu. Deren melihat monitor dan terlihat detak jantung Kirana membaik.
" sayang.. bangun lah, Daddy akan menuruti semua permintaan mu, meski nyawaku yg kau minta, kembalilah padaku." kata Ardi mencium tangan Kirana dan juga mengenggam nya erat.
tiba tiba tangan Kirana bergerak, tak lama Kirana membuka matanya, Edward dan tim dokter memeriksa keadaan Kirana tapi Kirana tak melepas genggaman tangan Ardi.
" selamat kak, Kirana sudah melewati masa kritisnya." kata Edward Ardi hanya mengangguk.
" Daddy.." kata Kirana lirih.
" iya sayang, maafkan aku ya.." kata Ardi.
" jangan tinggalkan aku, aku hanya memilikimu." kata Kirana sebelum kembali menutup mata karena obat yg di masukkan lewat infus.
Ardi terkejut mendengar kata Kirana, Ardi memutuskan menemui Sandra dan sang mama.
" mama tadi sedang berbincang dengan Sandra karena Kirana menerima pesan, tapi setelah membaca pesan itu Kirana berteriak kesakitan." terang Wulan.
Ardi langsung meminta pak Kim mencari ponsel Kirana yg tertinggal di rumah. kemudian memintanya untuk membawanya ke rumah sakit.
butuh setidaknya 45menit untuk pak Kim sampai ke rumah sakit dan menyerahkan ponsel serta baju ganti untuk Ardi.
Ardi langsung memeriksa pesan yg masuk ke ponsel Kirana tapi anehnya ada nomer baru dan isi pesan sudah terhapus.
" hallo Leo kau bisa membantuku.?." tanya Ardi.
" tentu, katakan." jawab Leo.
" bisa kau lacak nomer ponsel Kirana karena aku curiga dia mendapat pesan berantai hingga membuat dia pendarahan." kata Ardi.
" siap bos, aku akan mencoba mengecek tunggu satu jam." jawab Leo seraya mematikan telpon sepihak.
Ardi memutuskan untuk berganti pakaian di ruangan rawat VVIP milik Kirana, sandi dan Wulan tengah keluar sedang Sandra sedang membaca buku di sofa.
"Sandra bisakah kau membelikan kopi untuk ku." kata Ardi saat keluar dari kamar mandi.
" baiklah apa ada lagi yg kau inginkan bang?." tanya Sandra.
" untuk sekarang itu dulu cukup." jawab Ardi yg sudah duduk di kursi samping ranjang Kirana.
__ADS_1
" jangan tinggalkan aku." gumam Kirana.
Ardi langsung mengenggam tangan Kirana dan mencium kening gadis yg telah merebut semua kehidupannya itu.
" aku di sini, aku selalu di sampingmu." kata Ardi.
" Daddy.." kata Kirana terisak
Ardi langsung naik ke atas ranjang dan memeluk Kirana. Ardi tau jika Kirana juga sedang sedih dan tertekan dengan keadaan ini.
" jangan sedih sayang, Daddy selalu di sini bersamamu" kata Ardi seraya memeluk Kirana.
" Daddy aku tak bisa menjaga anak kita, aku membunuhnya.." kata Kirana.
" sstttss.. apa yg kau katakan, Alloh lebih sayang dengan putri kita, dan yakinlah kita akan memilikinya lagi," kata Ardi menenangkan Kirana.
" tapi kita ibu yg buruk.." kata Kirana.
" sayang kamu ibu yg baik, jadi jangan menyalahkan dirimu karena kita kuat saat bersama. ingatlah aku selalu mencintaimu selama hidupku sayang." kata Ardi.
" aku juga mencintaimu Daddy." kata Kirana.
tanpa mereka sadari sandi dan Wulan tengah melihat pasangan yg saling menguatkan.
" maaf apa kami menganggu?." tanya sandi yg masuk sambil membawa makanan.
" tidak pa. aku hanya merindukan memeluk istriku yg cantik, dan kau jangan iri." kata Ardi
" cih.. aku juga bisa." jawab sandi memeluk Wulan.
" Kya.. kenapa kalian jadi saling berpelukan. kalian menyebalkan.." teriak Sandra yg datang membawa kopi pesanan Ardi.
semua pun tertawa melihat tingkah Sandra yg tak berubah meski sudah memiliki seorang putri yg beranjak dewasa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.mohon dukungannya dengan cara like vote dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1