
Rika tak sengaja mendengar percakapan antara Waleed dan juga Diana, Rika kesal bukan main.
Rika dengan sengaja merebut ponsel milik Waleed dan berlari ke kamar mandi dan menguncinya.
"bagaimana tuan apa kita sudah bisa mengesekusi mereka?" tanya Diana.
"jika kau berani membunuh mereka aku akan bunuh diri di rumah ini Diana!" teriak Rika.
"nona, tolong berikan telpon pada tuan, ini semua bukan urusan nona," jawab Diana.
"kita lihat saja, jika kau bunuh mereka, kau juga akan meliht jasad ku di sini," jawab Rika mematikan telpon Waleed.
Brak... brak...
suara dobrakan pintu cukup keras, Rika tak habis akal dia menyalakan air dan mengisi bathtub hingga penuh.
setelah itu dia memilih menyelam ke dalam bathtub, Rika berusaha mengakhiri hidupnya.
bukan karena apa, Rika hanya tak ingin suaminya itu membunuh orang, apalagi ini adalah keluarga nya.
meski mereka buruk, tapi tak pantas di perlakukan seperti ini, Rika juga tau penderitaan Waleed.
brak... pintu akhirnya terbuka, Waleed panik melihat tubuh Rika yang tengelam di bathtub dan darah keluar dari tangannya.
Waleed langsung mencoba untuk menyelamatkan tim, Waleed langsung mengendong nya keluar.
"telpon dokter sekarang!" teriak Waleed yang panik.
__ADS_1
sebenarnya Rika masih sadar dan pura pura saja, tapi Rika ingin memberi pelajaran pada suaminya itu.
Waleed merobek bajunya untuk membungkus luka di tangan Rika, setelah itu mulai menggantikan baju basah Rika.
Waleed terlihat begitu gelisah dan binggung melihat keadaan Rika, tak lama dokter pun datang.
dokter memberi pertolongan pertama, sedang Waleed keluar untuk menelpon Diana dan Hakim.
"Hakim kembali ke istana, dan biarkan mereka kali ini bebas," kata Waleed.
"baik tuan, kami kembali," jawab Hakim.
Hakim menaruh ponselnya di saku jasnya dan melihat ke arah Diana,mereka pun pergi begitu saja.
tapi Diana sempat berbalik dan mengatakan jika, "kalian kali ini terampuni karena nyonya kami, jika tidak hari ini keluarga Al Hakam akan tinggal nama," kata Diana sebelum pergi.
ya dia tau jika Rika tak mengalami luka serius, bahkan luka di tangan nya hanya sayatan yang tak dalam.
"kenapa kau melukai dirimu nyonya, apa tuan ingin menikah lagi, hingga kau ingin bunuh diri?" tanya dokter senior itu.
"tidak, aku tak peduli dia ingin main atau menikah lagi, tapi aku tak ingin suamiku melakukan dosa besar dengan melukai seseorang," jawab Rika.
"kau begitu baik hati, semoga membawa kebahagiaan di hidup tuan," kata dokter itu.
"aamiin," jawab Rika.
dokter itu pun keluar dari kamar Rika, kepala pelayan mengantar dokter, sedang Waleed terlihat begitu marah saat ini.
__ADS_1
Waleed berjalan cepat, dan langsung mencengkram dagu Rika dengan erat.
"siapa yang mengizinkan mu bermain dengan nyawa milikku, kau tau kau hanya boleh mati saat aku menginginkan itu, kau dengar!" bentak Waleed.
"kenapa? kenapa kau tak membunuhku dari awal, kenapa kau menarikku ke kehidupan mu yang seperti neraka ini, cukup aku tak bisa lagi, kau selalu bersikap semauku," jawab Rika sambil mendorong Waleed.
"kau tau kau membahayakan nyawamu demi para pembunuh itu, mereka yang membunuh ibuku!" teriak Waleed.
pria arogan itu runtuh di depan Rika, Waleed bahkan menangis mengingat semuanya kembali.
"lihat aku," kata Rika menatap wajah Waleed.
"kau tak sendiri, aku juga pernah merasakan apa yang kau rasakan, saat orang tuamu menjual mu, dan membuang mu itu sangat menyakit kan, tapi kita harus berjalan menuju ke masa depan, bukan terus melihat kebelakang," kata Rika.
Waleed memeluk tubuh Rika, tanpa sadar Rika malah pingsan karena lelah, untuk dokter tadi belum sempat naik helikopter.
dokter itu kembali memeriksa tubuh Rika dengan seksama, dokter itu tersenyum ke arah Waleed.
"dia kenapa dokter?" tanya Waleed.
"tuan bisa tolong bawa ke ruang kesehatan, sepertinya saya harus memeriksa dengan USG agar lebih jelas," kata dokter senior itu.
Waleed pun mengendong tubuh Rika, Waleed melihat Rika seksama, "hei kenapa tubuhmu begitu ringan, sebenarnya Diana ini mengurus mu seperti apa," batin Waleed.
Waleed membaringkan Rika di ranjang, dan dokter mulai menyiapkan alat USG, sedang Waleed mengoleskan gel di perut Rika.
benar saja, saat alat USG di tempelkan di perut bagian bawah terlihat jelas, dokter pun mengukur panjang untuk mengetahui umur sebenarnya.
__ADS_1