
Waleed hanya tersenyum melihat kearah Rika, sedang Rika mengalihkan pandangannya dan berusaha mendorong Waleed.
akhirnya Waleed mencuri ciuman dari Rika, tapi sayang Waleed merasakan sesuatu.
"sayang kenapa bibir mu jadi pedas, aku seperti makan cabe," kata Waleed meminum jus jeruk milik Rika.
"makanya jangan main sosor aja, sana urusi perempuan itu atau aku tak akan membuka pintu kamar untuk mu," ancam Rika.
"baiklah, dan hakim pastikan kau menghukum chef yang membut makanan itu," kata Waleed pada asistennya.
"aku yang membuatnya, maka hukum aku jangan pernah menyalahkan mereka, cepat pergi sana," kata Rika pada Waleed.
"sekarang kau makin berani ya padaku, ingat aku suamimu," kata Waleed mencengkram dagu Rika.
"kalau begitu malam ini kau bisa cari pelayan untuk kau tiduri, aku tak mau melihat mu di sekitar ku, pergi!" teriak Rika marah.
Waleed terkejut melihat Rika yang selalu kalah darinya, kini berontak bak singa betina yang tengah marah.
Rika sudah pergi menuju kamarnya, tapi sayang saat akan naik ke atas tangga Celine mencegat Rika.
"minggir atau kau menyesal," kata Rika.
"memang apa yang bisa kau lakukan, kau hanya boneka Waleed," kata Celine.
"tutup mulutmu, atau aku bisa merobeknya, kau mau coba," kata Rika mencengkram dagu Celine dan mendorongnya.
__ADS_1
Diana terdiam melihat amarah Rika, dia tau Rika sering berolahraga berlebih ternyata itu di lakukan untuk menekan emosinya.
Celine ternyata memilih musuh yang salah, ternyata gadis yang di nikahi oleh Waleed bukan gadis biasa.
Rika langsung naik ke kamar, tak lama Waleed datang bersama asisten nya Hakim, Celine yang melihat Waleed langsung memulai dramanya.
"Waleed, tolong aku, istrimu mendorong dan melukai ku," kata Celine.
sedang Diana memandang wanita di depannya itu dengan pandangan menjijikkan.
"tak mungkin istriku kasar, dia wanita lemah dan lembut, mungkin kau saja yang memancingnya," jawab Waleed datar.
"kau begitu membelanya, apa aku tak berharga di hatimu saat ini," kata Celine mencoba merayu Waleed.
"menjauh dariku, atau ku Potong tangan mu," kata Waleed.
"kau mau kemana dengan pakaian seperti itu?" tanya Waleed.
"mau bermain air laut, dan cepat bereskan wanita itu," kata Rika.
"tunggu, kau harusnya menemaniku, kenapa malah meninggalkan ku seperti ini," kata Waleed.
"terserah jika kau tak cepat membereskan wanita itu, aku akan pergi dengan para pengawal pria ini," tunjuk Rika pada dua pengawal di sampingnya.
"hei.. hei.. aku akan menebal kepala mereka," geram Waleed.
__ADS_1
"kalau begitu kau cepat bereskan wanita ini jika ingin bermain-main dengan ku di laut, aku menunggumu," bisik Rika dengan nada menggoda.
Waleed terdiam saat Rika pergi begitu saja, Waleed langsung menatap marah pada Celine.
"Hakim, kirim wanita ini pulang dan juga beri tau jika aku mencabut semua investasi ku pada keluarga Al-Hakam, dan pastikan wanita ini juga tak berani mencoba mendekat pada ku dan istriku," kata Waleed.
"baik tuan," jawab Hakim.
Diana membantu Hakim menyeret Celine, Hakim dan Diana mengantar wanita itu ke keluarga Al-Hakam sesuai perintah Waleed.
"kau mencari kematian mu sendiri nona, dan kami bisa melakukan apapun padamu saat ini," gumam Hakim yang membuat Celine ketakutan.
"apa yang ingin kau lakukan padaku!" teriak Celine.
Diana menyuntikkan sebuah obat yang membuat Celine tak sadarkan diri, jet pribadi itu pun meninggalkan pulau.
Waleed bergegas menyusul Rika yang ternyata sedang duduk di kapal pesiar milik Waleed.
Waleed mengusir semua pengawalnya, agar Waleed dan Rika bisa menikmati waktu berduaan.
"kau tau aku tak suka wanita berkulit gelap," kata Waleed yang duduk di samping Rika.
"kalau begitu aku kan berjemur agar kau membuangku," kata Rika.
"kenapa kau selalu mencoba untik membuatku membuang mu, apa kau tak ingin bersama ku sampai ajal menjemput kita," kata Waleed.
__ADS_1
"aku lelah kalau harus selalu berhadapan dengan wanita moster, seperti tadi," jawab Rika.