
Kirana bangun dan masih melihat Ardi memeluknya saat tidur.. Kirana tersenyum sambil menusuk nusuk wajah Ardi yg begitu tampan dan manis bagi Kirana ..
" sayang... biarkan aku tidur sebentar lagi..." kata Ardi mengeratkan pelukannya...
" Daddy... ayo sekarang kita sholat... Daddy harus mulai menjalankan kewajiban kita sebagai muslim..." kata Kirana..
" baiklah... " jawab Ardi melepas pelukannya..
Kirana menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu.. setelah itu giliran Ardi yg juga mandi dan mengambil wudhu...
kini mereka menunaikan sholat subuh berjamaah.. Ardi begitu bahagia bisa melaksanakan sholat berjamaah bersama Kirana untuk pertama kalinya...
setelah salam Kirana mencium tangan Ardi dan Ardi mencium kening Kirana.. kini mereka berdo'a..
" *Ya Alloh terima kasih telah menyatu kan kami dalam ikatan suci ini.. aku berjanji akan melindungi istri dan juga janin di kandungannya.. terima kasih telah memberikan Rizki yg begitu indah... terima kasih atas segala nikmat yang Engkau berikan... jadikan keluarga kami keluarga yg sakinah mawadah warahmah... hingga maut yg memisahkan kami... Amien..." doa Ardi..
" Amien..." jawab Kirana*..
kini Ardi kembali tidur karena lelah.. sedang Kirana memilih turun untuk sekedar menyapa dan juga berjalan di taman rumah...
di dapur Kirana melihat mama mertuanya dan juga pak Kim yg sedang berada di dapur..
" pagi ma... mama sedang apa..." tanya Kirana...
" pagi sayang.. mama sedang membuat sarapan untuk semua orang... dan kenapa kamu sudah bangun..." tanya Wulan..
" iya ma.. Kirana terbiasa karena tak bisa tidur setelah subuh.. boleh Kirana bantu ma.. biar Kirana juga terbiasa..." kata Kirana...
" tentu..." jawab Wulan.
kini Kirana melihat mama mertuanya itu begitu baik mau mengajarkan beberapa masakan..
Wulan sebenarnya sudah kagum karena Kirana juga sudah bisa masak.. kini dua wanita itu sudah selesai menyiapkan sarapan untuk semua orang...
kini Wulan mengajak Kirana berjalan jalan di taman yg ada di belakang rumah.. pak Kim membawa buah dan juga susu untuk Kirana sedang teh untuk Wulan...
di sebuah kamar hotel Alea bangun dengan memegangi kepalanya.. dia kaget saat melihat sekeliling kamar hotel dan terlihat baju miliknya berserakan..
Alea melihat tubuhnya yg hanya tertutup selimut.. dia menangis karena kecerobohan nya kini dia kehilangan kesucian nya.. bahkan dia tak mengingat apapun...
" bodoh kau Alea.. bodoh..." kata Alea sambil memukuli kepalanya..
Alea melihat sebuah kertas terlipat di meja samping ranjangnya.. dia pun membukanya.. dia kaget saat membaca isi kertas itu..
' halo nona.. terima kasih atas kencan nya.. anda begitu liar di ranjang.. jika ingin bertemu silahkan datang ke kafe awan... jalan xxx pukul 5 sore saya tunggu.. Bram..." pesan yg tertulis..
Alea pun bergegas membersihkan diri untuk pulang... karena ayahnya mungkin sedang khawatir karena dia tak memberi kabar... kini Alea sudah bergegas pulang..
πΊπΊπΊπΊπΊ
kini semua orang sedang sarapan bersama.. setelah itu Ardan pamit untuk kembali ke Australia dan juga Sandra yg harus kembali karena mertuanya sudah kembali dari liburan..
__ADS_1
sedang sandi dan Wulan juga harus kembali ke Surabaya karena mereka memiliki kesibukan di sana.. tugas mereka selesai saat Ardi dan Kirana menikah..
sebelum pergi Wulan memberi beberapa petuah dan juga agar Kirana menelpon nya saat mendapati masalah atau sekedar bertanya kabar.. setelah itu sandi dan Wulan juga pergi..
setelah kepergian dari mereka semua kini tinggallah Ardi dan kirana.. Kirana merasa begitu sepi di rumah yg begitu besar..
" kenapa cemberut seperti itu sayang..." tanya Ardi..
" rumah ini begitu sepi Daddy.. setelah semua kelurga pergi.." kata Kirana...
" kan masih ada aku dan juga para pelayan.. dan beberapa hari lagi kamu juga harus home schooling..." kata Ardi...
" tapi aku sudah lulus SMA.." kata Kirana..
" ya.. itu hanya untuk persiapan mu masuk universitas tahun depan.." kata Ardi..
" Daddy tak keberatan jika aku kuliah... " tanya Kirana..
" tentu tidak.. karena Daddy ingin kamu menjadi wanita sukses di pendidikan dan keluarga..." kata Ardi..
" tapi nanti aku tak bisa fokus merawat ank kita Daddy..." kata Kirana...
" tenang lah.. aku yakin gadisku ini pasti bisa membagi waktunya.. jika kamu keberatan.. kota bisa menunggu sampai anak kita sedikit besar baru kamu kuliah.. jadi ini semua terserah padamu sayang..." kata Ardi...
" baiklah.. aku ingin fokus pada anak kita di tahun pertama.. mungkin aku akan kuliah saat anak kita sedikit lebih besar..." kata Kirana..
" uhh.. kau memang yg terbaik... mau jalan jalan..." ajak Ardi..
" emm.. kamu mau jajan di sana Hem..." kata Ardi..
" hehehe.. Daddy bisa menebaknya.." jawab Kirana...
" ayolah sayang.. itu tak higienis.."kata Ardi..
" tapi jajanan kaki lima adalah yg terbaik..." kata Kirana..
" bagaimana kalau kita ke makam dulu baru ke taman..." kata Ardi..
" Daddy benar.. kita harus berdo'a untuk orang tua ku dulu.. dan mereka harus melihat menantunya yg begitu tampan..." kata Kirana..
" baiklah.. ayo kita ganti baju dan menuju ke makam mertuaku yg telah mengirim putri mereka ke kehidupanku..." kata Ardi...
kini mereka berganti baju setelah itu menuju ke makam tanpa pengawalan karena Ardi dan Kirana ingin berdua saja..
meski begitu Ardi tetap memerintahkan untuk pengawalnya selalu bersiap.. sedang Kevin yg menghendel pekerjaan di kantor..
mobil mereka berhenti di parkiran kini mereka berjalan menuju ke makam orang tua Kirana.. di sana Ardi dan Kirana memanjatkan doa...
saat akan pergi Ardi melihat Alea yg menangis di sebuah pusara.. Kirana juga melihat itu.. Kirana berinisiatif menghampiri Alea sedang Ardi hanya melihatnya dari jauh..
Kirana menepuk bahu Alea.. sedang Alea kaget merasa ada seseorang yg menyentuh bahunya.. Alea makin kaget melihat Kirana yg duduk di samping nya sambil berdoa...
__ADS_1
" Kirana..." kata Alea..
" hai mbak.. maaf saya menganggu anda.. saya hanya mau minta maaf tentang kesalahpahaman saya pada mbak..." kata Kirana..
" tidak perlu.. aku mengerti keadaan mu saat itu.." kata Alea..
" ini makam ibu mbak..." tanya Kirana..
" iya.. beliau meninggal saat aku masih kelas satu SMA..." jawab Alea sambil mengusap nisan ibunya..
" setidaknya mbak masih bisa melihatnya.. Kirana bahkan tak bisa melihat ibu Kirana karena meninggal saat melahirkan Kirana.. dan Kirana hanya memiliki Daddy di samping Kirana saat ini..." kata Kirana..
" kau beruntung bisa bersamanya.. jadi jagalah hati nya..." kata Alea..
" pasti mbak.. mbak Alea juga suatu saat akan menemukan pangeran milik mbak Alea.. kalau begitu saya pamit karena Daddy sudah menunggu.." pamit Kirana..
kini Kirana berdiri dan akan menghampiri Ardi tapi Alea menghentikannya...
" tunggu.. bisakah kita berteman..." kata Alea..
" tentu.. mbak bisa menemui ku kapan pun di rumah..." jawab Kirana sambil tersenyum..
Alea pun membalas senyuman Kirana.. sedang Kirana sudah pergi. bersama Ardi dari TPU..
' aku harus bisa melupakan cinta sepihak ini.. aku tak ingin menyakiti wanita yg begitu lembut itu.. aku yakin Tuhan juga sudah menyiapkan seorang pria untukku di suatu tempat...' batin Alea tersenyum...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen πππππ terima kasih