
Ardi menghampiri Kirana yg tengah duduk di balkon kamar setelah berbincang dengan mama mertua nya..
Ardi memeluk Kirana dari belakang.. Kirana merasakan kehangatan dalam pelukan Ardi..
" masuk yuk sayang.. angin nya gak bagus untuk kamu..." kata Ardi...
" maafkan aku.." lirih Kirana
Ardi mengerutkan kening nya saat mendengar gumaman lirih dari Kirana.. Ardi membawanya ke dalam pelukannya..
Ardi mengerti kalau Kirana merasa terkekang karena jiwa remaja yg masih ingin bebas malah sekarang harus menikah dan akan jadi seorang ibu..
itu tak akan mudah.. karena Kirana harus mulai terbiasa dan belajar untuk menjadi ibu yg baik untuk anaknya..
" tidak perlu sayang.. seharusnya aku juga tau jika kamu masih ingin seperti teman mu yg lain.." kata Ardi..
"maafkan ku yg masih belum bisa menjadi istri yg baik.. malah sering membuat Daddy susah karena keras kepala ku..." kata Kirana mengeratkan pelukannya..
" sudah.. Daddy maafin kok mommy..." kata Ardi tersenyum sambil menangkup pipi chubby Kirana...
" i love you.." tambah Ardi..
" aw...." kata Kirana meringis merasakan tendangan yg lumayan kuat..
" kenapa sayang..." tanya Ardi yg binggung melihat Kirana menahan sakit..
" gak papa.. cuma baby nya nendang kuat banget..." kata Kirana
" mana..." tanya Ardi antusias..
Kirana meletakkan kedua tangan Ardi dan menuntunnya di perutnya yg mulai membuncit itu..
" coba Daddy bilang kata kata manis.. seperti aku sayang kamu atau i love you..." kata Kirana..
" i love you mommy.. and baby girl.." kata Ardi..
tiba tiba Ardi begitu senang saat merasakan tendangan dari bayi yg di kandung Kirana.. Ardi begitu antusias bahkan terus mengucapkan kata itu dan bayi mereka pun begitu aktif bergerak..
tanpa mereka sadari sandi dan Wulan tersenyum melihat kebahagian Ardi dan Kirana yg akan menjadi orang tua..
tok.. tok.. tok...
" Ardi.. Kirana.. ayo kita makan malam sayang.." panggil Wulan..
" iya ma..." jawab Kirana..
" udah Daddy mainnya.. kita makan dulu karena mommy nya sudah lapar..." kata Kirana
" iya mommy.. maafkan Daddy yg terlalu asik main dengan baby nya dan hampir melupakan mommy nya..." kata Ardi tertawa seraya merangkul mesra Kirana...
kini mereka sudah berada di meja makan.. Ardi terus mengembangkan senyum nya.. dia merasa hidupnya makin sempurna dengan adanya Kirana di sampingnya...
Kevin telah menyiapkan semu keperluan mereka saat di sana terutama berkas berkas pekerjaan yang bermasalah..
mereka berencana hanya satu bulan dan harus selesai karena Ardi tak ingin lebih lama meninggalkan Kirana jauh darinya...
__ADS_1
Tasya juga bersiap mulai besok dia akan kembali menjadi asisten Kirana.. Hiro pun akan menjadi asisten sandi yg akan menangani perusahaan sementara waktu..
semua orang bersiap untuk melindungi Ardi dan keluarganya.. bahkan James juga sudah menyiapkan semua alat yg di minta Deren..
di sebuah mall Alea sedang melihat bagian buah buahan karena dia sedang berbelanja dengan pak Indra..
seorang pria juga sedang belanja menemani saudarinya belanja buah tas perintah sang mama..
saat ingin mengambil pisang tak sengaja tangan mereka saling memegang pisang yg sama..
pria itu tersenyum manis pada Alea... sedang Alia langsung menarik tangannya..
" maafkan aku.. tak sengaja nona.." kata pria itu..
" tak masalah.. silahkan ambil..." kata Alea..
" tak masalah.. aku ambil yg lain saja.. permisi.." kata pria itu meninggalkan Alea..
Alea selalu merasa aneh saat bertemu pria itu.. sedang saudari pria itu sudah berkacak pinggang karena saudaranya itu terlalu lama hanya untuk mengambil pisang..
Alea pun sudah selesai belanja.. kini mereka pulang.. saat di perjalanan mereka berhenti di sebuah warung yg terbilang kecil..
Alea dan pak indra memilih warung itu karena punya kenangan dengan almarhumah ibu dari Alea.. bahkan tuan Indra sudah seperti keluarga dengan penjual sate itu..
" Alea kamu mau pesan apa..." tanya pak Indra..
" seperti biasa aja pa.." kata Alea..
pak Indra menghampiri penjual itu.. setelah memesan pak Indra duduk bersama Alea.. saat menunggu pesanan mereka tak di sangka mereka melihat Ardi yg baru sampai di warung itu..
" pak Ardi..." panggil pak Indra...
Ardi pun menoleh dan menghampiri meja dari pak Indra.. kini jadilah Ardi menunggu sambil berbincang dengan pak Indra..
" baru kali ini lihat pak Ardi beli makanan di pinggir jalan..." goda pak Indra..
" iya pak.. istri saya lagi kepingin makan sate di sini.. karena ini dulu langganan istri saya dan kedua sahabatnya..." jawab Ardi..
" tuan.. tak pernah lihat neng Kirana, neng Ema dan juga neng Rika kesini lagi...." tanya di penjual sate..
" Kirana sedang bedrest di rumah pak.. kalau dua gadis itu sedang fokus karena sebentar lagi ujian negara..." jawab Ardi..
" iya tuan.. padahal neng Kirana itu baik banget kalau ke sini.." kata si ibu yg menyaut..
" maksudnya.." tanya pak Indra..
" neng Kirana itu suka bagi bagi uang dengan penyapu jalanan atau pemulung.. belum lagi dia selalu membantu anak jalanan di sini..." jawab ibu penjual itu..
" pernah juga ada seorang ibu dan anaknya yg kecopetan dan dengan kebaikan nya neng Kirana memberikan uang agar ibu itu bisa pulang dengan anaknya dengan selamat.." tambah bapaknya..
Alea kini tau kenapa Ardi bisa jatuh cinta pada gadis seperti Kirana.. yg ternyata memiliki sifat yg baik bahkan dengan orang yg tak dia kenal..
Alea ingat saat bertemu Kirana yg sama sama sedang berziarah.. bahkan gadis itu tersenyum sangat tulus pada Alea..
" pak Ardi.. apa boleh saya main ke rumah anda untuk bertemu Kirana.. maaf jika saya lancang..." kata Alea..
__ADS_1
" tentu.. Kirana akan senang kedatangan mu.. apalagi kemarin dia yg mempersilahkan mu untuk datang..." kata Ardi..
" terima kasih.. mungkin besok sore saya akan datang..." kata Alea..
" baiklah.. dan kamu bisa menghubungi no ponsel ini.. dia adalah asisten pribadi Kirana.. dan besok kalian bisa bertemu dan saling bertukar no ponsel.." kata Ardi sambil meletakkan kartu nama Tasya...
" seperti nya tuan Ardi begitu mencintai nyonya Kirana..." kata pak Indra..
" iya tuan.. bahkan di hidupku hanya ada dua dan bayi kami.. aku bahkan tak bisa membayangkan bagaiman hidupku tanpa dirinya..." jawab Ardi tersenyum..
" tapi pak Ardi.. harus melindungi Kirana karena ada orang yg ingin menghancurkan rumah tangga anda.. bahkan ingin merebut Kirana..." kata Alea..
" apa maksudmu..." tanya Ardi..
" aku hanya asal bicara saja.. tak usah di perduli kan.. " kata Alea tertawa menutupi kegugupannya karena keceplosan...
pak Indra yakin jika putrinya itu menyembunyikan sesuatu.. kini pesanan pak Indra dan Alea datang begitupun pesanan Ardi..
Ardi pun pamit karena takut jika Kirana akan menunggu lama.. pak Indra dan Alea pun mengangguk..
" beruntung ya pa seorang Kirana yg di cintai begitu besar oleh tuan Ardi.." kata Alea..
" papa juga yakin ada seorang pangeran yg khusus di jodohkan oleh Tuhan untuk putri cantik papa ini.." hibur pak Indra
sedang Alea langsung tersenyum.. dan dia teringat pria aneh yg sudah bertemu dengannya beberapa kali...
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1