
setelah menghabiskan makanannya.. Kirana dan Kevin kembali ke apartemen.. Kirana merasa begitu malas untuk masuk ke apartemen Ardi.. sedang Kevin hanya melihat nya..
" kenapa kamu cuma berdiri di situ.. sana masuk..." kata Kevin..
" emm.. om.. boleh nginep di apartemen om gak.." kata Kirana memelas..
" gak.. nanti Daddy mu marah.. sana masuk..." usir Kevin..
Kirana dengan malas masuk ke dalam.. saat Kirana masuk dia terkejut melihat Ardi sudah menatapnya dingin...
Kirana seakan tak melihat Ardi yg menunggu nya.. Kirana langsung masuk ke dalam kamar.. Ardi menghela nafas karena Kirana sedang marah...
Ardi mengikuti Kirana ke dalam kamarnya.. Ardi melihat gadis itu tidur memeluk boneka kesukaan nya itu..
" princess masih marah Hem..." tanya Ardi..
Kirana tak menjawab.. dia hanya diam membisu..
" sayang Daddy minta maaf.. Daddy tak tau jika Ella datang.. tapi Daddy sudah mengusirnya... jadi jangan marah ya..." bujuk Ardi..
" Hem..." jawab Kirana
" baiklah.. Daddy pergi ke kamar.. sekali lagi maaf kan Daddy ya .." kata Ardi seraya bangkit dari duduknya..
" Daddy... Kirana tak suka melihat wanita memeluk Daddy..." kata Kirana seraya memegang tangan Ardi..
" iya.. mulai sekarang Daddy akan mengingatnya..." jawab Ardi mencium kening Kirana..
Ardi pun menuju ke ruang kerja.. sedang Kirana sudah tertidur dengan nyenyak.. Ardi tengah melihat fotonya bersama keempat saudaranya..
Ardi tak menyangka jika dia harus kehilangan Rissa.. dia adik yg begitu Ardi lindungi apalagi dari kecil cuma Ardi yg bisa menenangkan hadis itu saat marah...
" dek.. Abang merindukan mu.. dan sekarang dua putramu juga dalam pengawasan Abang.. seandainya kmu masih di sini mungkin Abang akan menceritakan semua kegelisahan ini..." kata Ardi mengusap foto mereka..
Ardi mengambil anggur miliknya.. kemudian Ardi mulai meminumnya sebelum tidur.. Ardi masih tak menyangka akan mengalami hal yg tak menyenangkan dengan kedatangan Ella...
pagi pun datang.. Kirana sudah siap dengan seragam sekolahnya.. Ardi sudah berada di meja makan sambil menunggu Kirana..
gadis itu turun dengan wajah ceria.. Kirana mencium pipi Ardi sebelum duduk..
" pagi Daddy..." kata Kirana mengambil sandwich milik nya..
" pagi Princess..." kata Ardi..
kini mereka sarapan bersama.. bahkan Ardi heran melihat Kirana terus tersenyum.. tapi Ardi ikut bahagia tak melihat kemarahan Kirana yg semalam..
kini mereka menuju ke tujuan masing masing.. Kirana datang dengan mengunakan mobil milik Ardi..
Ema dan Rika sudah menunggu Kirana.. mereka pun berjalan menuju ke kelas...
" eh.. loe kenapa sih kok dari tadi senyum senyum sendiri..." tanya Ema..
" gak kok.. cuma inget muka kak Alex yg semalem kepedesan..." kata Kirana sambil tertawa begitupun Rika..
" iya iya.. loe bener.. aish.. kak Alex memang gak bisa makan pedas...." tambah Rika..
" ah.. kalian mah.. kan kasihan kak Alex kepedesan..." kata Ema cemberut..
__ADS_1
" iya iya non.. maaf.. aduh.. yg jadi bucin ya kak Alex.." jawab Rika..
" bucin..." ledek Kirana..
" kalian mah..." kata Ema cemberut..
" aduh.. jangan ngambek dong non.. makin panjang aja tuh bibir..." kata Kirana memeluk Ema..
mereka pun tertawa bersama sambil membahas hal hal non berfaedah.. mulai dari gosip hingga boyband kesukaan mereka...
Kirana melihat jam tangannya melihat sudah km setengah 9 tapi belum ada bel masuk dan juga para guru tak ada...
" eh.. Damian.. kenapa kok belum naik sih.. km kosong atau apa sih..." tanya Kirana pada ketua kelasnya..
" owh.. itu pra guru sedang rapat karena kedatangan pemilik yayasan.. jadi kita jam kosong.. lagian ada pertandingan basket jam 10 jadi seklian kita di bebaskan tanpa boleh pulang..." jawab Demian..
" baiklah.. kalau gitu.. thanks ya .." kata Kirana..
" oke.. " kata Demian tersenyum sambil meninggalkan kelas mereka..
" kita mau ngapain nih..." tanya Rika..
" kita ke atap yuk..." ajak Kirana..
" boleh tuh.. ayok..." jawab Ema semangat..
kini tiga gadis itu menuju ke atap sekolah.. tanpa sepengetahuan Rika dan Kirana.. Ema membawa rokok..
sesampai nya di atap mereka mengunci pintu dan mulai duduk di matras yg sudah di bentangkan oleh Rika..
" kamu ngerokok..." tanya Kirana pada Ema..
" ya... tapi jarang kok.. paling kalau lagi suntuk.." jawab Ema enteng..
Rika bergabung setelah selesai melihat sekeliling.. tak di duga Rika mengambil rokok dari tangan Kirana dan mulai menyalakan rokok itu..
Rika begitu menikmati rokok yg dia hisap.. tak lama Ema juga melakukan hal yg sama.. Kirana di buat bengong melihat dua temannya itu..
" gak usah pasang muka bodoh deh.. aku sudah merokok dari kelas 1 SMP.. jadi jangan kaget..." jawab Rika..
" Sam aku sih Bru kelas 3 SMP lalu.. habis ini bisa buat tenang tau... mau coba.." kata Ema..
" gak.. aku gak mau.. aku sayang nyawa aku.." jawab Kirana..
Kirana memilih makan cemilan yg di bawa Ema.. pukul 10 mereka turun setelah selesai.. kini mereka bergabung dengan para siswa untuk menyaksikan pertandingan basket..
Rey tersenyum saat melihat tiga gadis yg mencolok di antara gadis SMA yg lain.. Rey akan mengatakan isi hatinya nanti saat dia menang...
pertandingan pun di mulai.. Rika dan Ema menikmati permainan... sedang Kirana cuek dan lebih memilih memainkan ponselnya..
Ema bahkan berteriak saat Rey dan yg lain berhasil mencetak angka... Kirana tak menggubris sana sekali...
Rika melihat rombongan para guru yg baru masuk.. semua gadis mulai berteriak saat melihat kehadiran dua pria tampan bersama para dewan guru..
Rika kaget melihat Ardi dan Kevin.. Rika menyikut Kirana yg asik dengan ponsel nya dari tadi..
" eh.. tuh ada Daddy loe bareng kak Kevin..." kata Rika..
__ADS_1
" mana..." kata Kirana mengangkat wajahnya dan melihat Ardi dan Kevin di sebrang lapangan.
Kirana langsung tersenyum melihat Ardi.. Ardi pun membalas senyuman Kirana.. tapi hal itu di salah artikan oleh Rey.. Rey mengira jika Kirana tersenyum padanya...
pertandingan begitu menyenangkan tim basket Rey memenangkan pertandingan persahabatan ini...
Rey mendekati MC yg memandu dan membisikkan sesuatu.. MC pun mengangguk...
"mohon perhatian nya sebentar... ada sesuatu yg akan di bicarakan oleh kapten tim basket kita.." kata Demian...
" terma kasih... bisakah Kirana Margaretha Abraham datang ke lapangan..." pinta Rey..
mendengar namanya di panggil semua siswa siswi bersorak.. sedang Ardi mengepalkan tangannya.. Kirana mengumpat habis habisan dalam hati..
Kiran pun turun menuju ke lapangan basket.. semua orang berteriak karena pangeran dan ratu sekolah sedang berhadapan..
Kirana berdiri di depan Rey.. Rey langsung berlutut dan mengulurkan bunga pada Kirana..
" Kirana.. maukah kau jadi kekasihku..." kata Rey di depan semua orang...
Kirana hanya diam membisu.. Kirana sudah menahan amarahnya.. dia tak suka dengan perlakuan dari Rey..
Rey yg merasa di diam kan pun memilih berdiri.. Rey melihat tatapan Kirana yg tajam..
" baiklah.. kamu bisa menjawab dengan melempar bola ini ke ring.. jika masuk berarti ku menolak ku.. tapi jika tak masuk berarti kau menerima ku.." kata Rey..
" tapi itu menguntungkan mu.. bahkan aku saja tak mu menerimamu.. kenapa harus melakukan itu.." jawab Kirana datar..
" berarti kau takut.." jawab Rey..
" asal kakak tau.. selama ini aku hanya menghormati mu sebagi kakak senior.. dan aku tak memiliki perasaan sedikit pun padamu.. dan berhenti membuat mu diri mu malu..." kata Kirana
semua orang kaget mendengar perkataan Kirana yg begitu menohok.. Rey juga diam hanya mendengar kalimat yg keluar dari bibir Kirana...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1