
selama dalam kapal pesiar itu, Ema terus menempel pada Leo, bahkan Ema akan marah saat Leo meninggalkan dirinya sekejap.
sedang Rika kesal saat Waleed di sampingnya, Rika merasa jika suaminya itu begitu mesum jadi Rika risih.
berbeda dengan kedua sahabatnya, Kirana lebih suka menemani Ardi yang masih tetap sibuk bekerja.
bahkan Kirana bisa menggoda nafsu Ardi saat Ardi sedang melakukan rapat dengan video, Kirana akan mengunakan lingerie seksi di depan Ardi.
Ardi pun tak bisa berbuat apa-apa, karena dia juga harus menyelesaikan pekerjaan pentingnya.
tapi bagi Kirana ada kepuasan sendiri saat Ardi yang tak bisa menerkamnya Krena pekerjaan.
Kirana pun terus menggoda Ardi, bahkan kini Kirana sudah tengkurap di ranjang sambil memberikan ciuman dari jauh.
Ardi hanya bisa mengumpat dalam hati, karena rapat itu tak selesai-selesai, dan itu begitu lama menurut Ardi.
sedang persiapan yang di Bali sudah selesai dan pesta bisa di adakan besok malam, dan kapal pesiar itu akan bersandar besok pagi.
semua tamu sudah datang, mulai dari orang tua Ardi, orang tua Leo dan Ema dan juga mertua dari Waleed.
tak lupa Waleed juga mengundang keluarga ayahnya, bagaimana pun dia tak bisa memutuskan hubungan darah.
meski dulu perbuatan keluarga itu membuat Waleed kecil kehilangan sosok ibu yang melahirkan nya.
dan juga keluarga sang ibu yang juga sudah datang, begitupun sang kakek.
Ema pun keluar dari kamarnya, dia pun turun ke area restoran. Ema menghampiri seorang pelayan.
"ada yang bisa di bantu nyonya Aditama?" tanya pelayan itu.
"bisakah kalian membuatkan ku pasta dengan daging sapi asap dan juga susu dengan kacang almond," kata Ema.
"tentu nyonya, silahkan duduk dulu, biar saya yang memberitahu pada koki," kata pelayan itu.
"terima kasih, oh ya tolong buah potong ya untuk menunggu," kata Ema.
"baik nyonya," kata pelayan itu.
Ema pun sambil duduk dan memainkan iPad miliknya, tak lama buah potong dalam piring besar datang.
Ema pun menikmati buah yang datang itu, dan Ema sedang membuat desain eksklusif untuk kamar bayi, dan anak-anak.
Ema pun tersenyum saat membayangkan kamar anaknya nanti, bahkan Ema punya dua desain untuk setiap anak.
untuk anak perempuan Ema memilih warna pink dan ungu lavender. dan untuk ank laki-lakinya akan seperti kamar sang suami yang suka nuansa gotik.
__ADS_1
sedang untuk kamar netral Ema memilih warna hijau dan biru, dan juga lukisan dinding dengan warna cerah.
sedang Leo yang Bru bangun mencari istrinya yang sudah tak ada di sampingnya, Leo pun langsung mengecek CCTV kapal.
Leo tersenyum melihat Ema sendirian di restoran, Leo pun menghampiri sang istri.
makanan Ema baru saja datang, Leo langsung memeluknya, "kenapa tak membangunkan ku Hem," kata Leo mencium kening Ema.
"maaf sayang, aku terlalu lapar, oh ya kamu mau?" tanya Ema.
Leo pun langsung memakan pasta yang ada di garpu milik Ema, Ema pun tersenyum melihat tingkah suaminya itu.
"sayang, kapan kapal ini bersandar, aku bisa gemuk karena makanan di restoran ini, karena masakannya begitu enak," kata Ema.
"besok pagi sayang, oh ya kalau mau kita bisa meminta kokinya memasak di rumah pribadi kita," usul Leo yang meminta susu almond.
ya Leo sudah mengurangi minum alkohol atas permintaan Ema, Leo tak ingin melukai Ema dengan perbuatannya.
akhirnya kapal itu bersandar di dermaga, semua orang menunggu sang punya acara turun.
Waleed dan Rika turun beserta semua pengawal mereka, begitupun Ardi dan Kirana dan asistennya.
sedang Ema dan Leo masih di dek menikmati pemandangan indah itu, Leo pun mengajak Ema turun.
nyonya Ivanka langsung memeluk Ema saat melihat menantunya itu, Ema pun langsung berjalan bersama mertuanya dan mamanya.
itu sebabnya resort itu bisa untuk keluarga Aditama, Ema sudah memberikan hadiah kepada sang mertua.
"wah kamu tau saja, ini pasti akan cocok dengan gaun pesta mama," kata mama Ivanka.
"mana suka,oh ya ini untuk mamaku yang cantik," kata Ema memberikan kalung berlian juga untuk sang mama.
"terima kasih nak," kata mama Ema.
Waleed pun langsung meminta Rika istirahat, karena nanti sore akan di rias, sedang Waleed menemui keluarga besarnya.
baru masuk ke area hotel yang di siapkan, Waleed menatap tajam Hakim karena dia tak memeriksa siapa saja yang hadir dari keluarga ayahnya.
"maaf tuan, saya melakukan kesalahan," kata Hakim.
"ingat Hakim, jangan sampai terjadi apa-apa pada istriku nantinya," kata Waleed.
"baik tuan," jawab Hakim.
waleed pun menyapa, dan seorang gadis yang begitu cantik ingin memeluk Waleed, tapi Hakim langsung menghadang gadis itu.
__ADS_1
"nona jaga perilaku mu, ingat ini tempat umum, jangan sampai aku harus membuatmu menyesal," ancam Hakim.
"ayah tolong jaga anak angkat mu, ingat jangan membuat dirimu malu di depan semua pengusaha dan pejabat terpandang nantinya, dan aku tak segan membuatnya celaka jika berani berulah," kata Waleed.
"aku tau Waleed, dia hanya masih anak-anak," jawab tuan Al Kareem.
"anak-anak, tapi sudah mengenal dunia malam, sungguh perilaku yang beradap," kata Waleed tersenyum mengejek.
Waleed pun pamit dan akan menyapa keluarga dari ibunya,dan yang datang adalah paman dan bibinya yang sudah membesarkannya.
dan juga sang kakek, dan juga para sepupu. tuan Imran Ghazali pun tersenyum menyambut sang cucu.
"mana istrimu nak?" tanya tuan Imran yang memeluk Waleed.
"maaf opa, dia sedang istirahat, karena ibu hamil cepat lelah, oh ya nanti aku akan memperkenalkannya pada kalian semua, dan aku pastikan kalian akan menyukainya," kata Waleed begitu bahagia.
"iya nak, bibi juga bahagia saat kamu sudah menemukan cintamu, dan bisa lepas dari kegilaan masa lalu mu," kata sang bibi.
Waleed pun mengangguk, dan malam itu pesta pun berlangsung, Ema sudah terlihat cantik dengan gaun panjang berwarna putih.
begitupun dengan Kirana dan Ema, tak lupa si kecil Andhara. bahkan kedua suami mereka juga memakai tuxido berwarna sama dengan pengantin.
Rika pun tak menyangka Waleed memberikan resepsi begitu indah di Bali, saat akan ke acara pesta dansa, Rika pun di giring untuk berganti baju.
Ema dan Kirana juga, mereka pun berganti dengan busana ala timur tengah.
mereka pun keluar dan tak mengira jika para pria juga sudah berganti baju juga, Ema dan Kirana tertawa melihat suami mereka.
"Kalian kenapa?" tanya Rika binggung.
"lihat suami kami, seperti raja Arab kW, berbeda dengan suamimu yang memang pangeran Arab," kata Kirana.
ternyata Diana meminta mereka bertiga duduk di samping para suami, tak lama tarian khas timur tengah di tampilkan.
Rika, Ema dan Kirana langsung kesal, sedang Waleed sibuk dengan shisha di sampingnya, ternyata semua tamu juga melakukan hal yang sama.
seorang penari mengajak Ema dan Kirana untuk menari besama, Rika pun tak luput.
Ema dan Kirana cepat belajar, bahkan Ardi dan Leo terperangah melihat istri mereka Belly dance dengan begitu luwes.
jika Rika memang belajar saat masih di istana Waleed, tapi tak di duga seorang penari dengan sengaja membuat Rika jatuh.
tapi Ema melindungi Rika dengan menangkap tubuh sahabatnya itu, dan menjadikan tubuhnya sebagai bantalan saat keduanya jatuh.
Ema pun melindungi Rika agar tak terluka, apalagi sahabatnya itu sedang hamil.
__ADS_1
Leo dan Waleed pun panik dan menolong keduanya, Hakim langsung meringkus penari itu.
Diana pun terpaksa membubarkan pesta, dan besok akan mengirim hadiah permintaan maaf.