
Ardi menyibukkan diri dengan berkas berkas.. Ardi melihat foto di meja kerjanya.. Ardi tersenyum..
" meski kita jauh.. Daddy selalu memiliki semangat saat melihat mu walau hanya lewat fotomu..." kata Ardi..
tok.. tok.. tok..
" tuan Ardi... tuan Indra jaya sudah datang.. dan kita akan mulai rapat.." kata Kevin saat masuk ruang kerja Ardi..
" baik.." jawab Ardi..
kini mereka menuju ruang rapat.. sesampainya di sana Ardi menjabat tangan tuan Indra jaya..
" selamat pagi tuan Indra jaya..." kata Ardi..
" selamat pagi tuan Ardinata..." kata Indra..
" bisa kita mulai rapatnya.. karena saya tak suka mengulur waktu.." kata Ardi..
" tentu.. tapi..." kata tuan Indra terpotong kedatangan seseorang..
" maaf saya telat.." kata Alea...
" ya.. anda telat nona..." kata tuan Indra..
" maaf bos.. saya tadi mengalami insiden sedikit..." jawab gadis itu..
" tak masalah nona... silahkan duduk..." kata Ardi..
" terima kasih tuan..." kata Alea..
" baiklah.. sekarang kita mulai presentasi nya... silahkan tuan Indra..." kata asisten Kevin..
" baiklah.. biarkan ketua tim desain kami yg akan menjelaskan tentang taman ini.." kata tuan Indra..
" silahkan.. " kata Ardi..
kini Alea berdiri dan mulai menjelaskan semua rencana dan desain taman bermain ini.. Ardi menginginkan membuat taman ini untuk Kirana..
" aku ingin di tengah taman ada taman dan juga air mancur.. karena aku menginginkan nya.." kata Ardi memberi saran..
" tapi tuan itu akan membuat desain nya sedikit tidak indah..." kata Alea..
" anda tak terima di kritik.. padahal dari awal saya sudah mengatakan jika di tengah taman bermain harus ada taman bunga dan air mancur.. jika anda tak sanggup silahkan anda mundur..." kata Ardi dengan suara tinggi...
" maaf tuan.. saya hanya menjawab..." kata Alea...
" saya tak suka di bantah..." bentak Ardi..
" tenang tuan Ardi... Alea masih baru dalam hal ini.." kata tuan Indra..
" seharusnya anda memilih orang berkompeten untuk ini tuan.. jangan membuat saya kecewa.. apalagi kita sudah lama saling bekerja sama..." kata Ardi datar..
" maaf tuan.. saya akan menegurnya.. dan saya akan meminta tim saya untuk membuat desain sesuai keinginan anda..." kata tuan Indra..
" baiklah.. saat ini saya maafkan tapi tidak dengan lain kali.." jawab Ardi seraya berdiri..
" baik tuan Ardi.. terima kasih..." kata tuan Indra.. seraya melihat kepergian Ardi..
Alea hanya bersungut-sungut kesal karena disain yg dia buat tak di terima bahkan dia melihat kemarahan Ardi yg mengerikan....
__ADS_1
" kita kembali ke kantor agung.. dan kau anak nakal.. cepat buat desain yg di minta tuan Ardi dan jangan banyak komentar..." kata tuan Indra..
" iya bos.." kata Alea sambil manyun...
Alea baru kali ini melihat orang seperti Ardi... bahkan Ardi terlihat begitu datar.. Alea mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan...
Ardi sedang berada di kantor.. dia merasa bad mood apa lagi karyawan tuan Indra menambah kekesalan nya..
" princess seandainya kau di sini.. pasti Daddy akan memelukmu untuk menambah semangat Daddy..." kata Ardi..
Ardi hanya bisa melihat foto Kirana yg tertawa saat di taman bermain... Ardi memutuskan untuk membuat taman bermain untuk Kirana.. karena Kirana menyukai hal itu..
" baiklah.. semangat Ardi... suatu saat yakinlah princess kecil mu akan kembali..." kata Ardi menyemangati dirinya...
πΊπΊπΊπΊπΊπΊππΊπΊπΊπΊπΊ
pagi itu di desa Kirana sedang berjalan di jalan setapak bersama ayu.. Kirana melihat begitu banyak peternak bebek... Kirana yg penasaran pun menghampiri para pengganggon bebek itu...
" pagi pak..." sapa Kirana...
" pagi neng... ada apa ya .." tanya si bapak..
" ndak Kirana hanya mau tanya... ini bebek punya bapak..." tanya Kirana..
" iya neng..." kata si bapak..
" em.. banyak ya.. terus bapak biasa nya jual bebek nya atau telurnya..." tanya Kirana..
" kalau di sini biasanya ada tengkulak yg ngambil telur bebek nya neng.. tapi ya gitu harganya murah..." kata si bapak...
" boleh Kirana beli telur nya pak..." tanya Kirana..
" ya.. buat di olah dong... boleh ya pak..." tanya Kirana ..
" tapi harus satu krat neng... gpp" tanya si bapak..
" gpp kok... nanti antar ke rumah om Kevin ya.. tapi kasih yg kualitas bagus ya..." kata Kirana tersenyum..
" baik neng..." jawab si bapak...
kini Kirana mengajak ayu untuk kembali berjalan.. Kirana menyukai tempat di desa ini karena udaranya yg masih sejuk...
" dek.. kenapa kamu beli telur bebek banyak gitu..." tanya ayu..
" jujur ya mbak.. aku ingin membuat olahan dari telur bebek.. karena tak ingin selamanya bergantung dengan om Kevin..." jawab Kirana..
" tapi dia mengatakan jika dia menganggap mu adiknya...jadi apa salahnya..." tanya ayu..
" karena dia menjauhkan ku dari Daddy ku kak..." kata Kirana yg membuat ayu diam...
" tapi itu demi kebaikanmu..." kata ayu membela Kevin..
" kebaikan ya.. karena om Kevin tak ingin melihatku terluka dengan menginggat kejadian malam itu kan.. tapi sebenarnya aku sudah menginggat itu saat sesi terakhir konseling dengan kak Dera... dan aku menerima semua itu..." jawab Kirana .
" tapi kau tak pantas di perlakukan seperti itu..." kata ayu lagi...
" aku bahkan rela dia mengambil nyawaku jika itu yg di inginkan Daddy.. karena bagiku Daddy adl penyelamat ku..." kata Kirana..
" maksud mu..." tanya ayu..
__ADS_1
" dulu.. aku sudah hampir mati saat kecil.. dan orang yg menolong ku adl Daddy.. maka dari itu aku akan membalas dengan apapun asal Daddy yg memintanya... dan kondisiku yg seperti ini aku tak menyukainya karena harus berpisah jauh dari Daddy..." kata Kirana mulai terisak...
" maaf kan kakak ya dek.." kata ayu..
" iya kak.. maka dari itu aku ingin membuka usaha meski awal nya juga dari uang om Kevin.. tapi pasti aku akan mengembalikan kok.." kata Kirana..
" baiklah.. kalau begitu kak ayu juga akan bantu..." kata ayu yg ikut bersemangat...
kini mereka menuju ke rumah untuk menunggu si bapak untuk mengantar telur bebek pesanan Kirana..
siang hari bapak itu datang sambil membawa satu krat telur bebek berjumlah seratus buah.. ayu membantu Kirana menyortir dan telurnya memang berkualitas bagus..
Kirana membeli dengan harga di atas tengkulak.. kini Kirana mencoba membuat telur asin dengan dua rasa... yaitu original dan pedas.. Ayu ikut saja karena Kirana yg punya resep..
kini mereka sedang membuat telur asin dan menunggunya selama dua Minggu untuk hasil sempurna...
" dek.. trus ini tadi kata si bapak ada bebek afkir buat kita... enaknya di buat apa.." tanya ayu..
" itu bebek tua kak.. yang gak bisa bertelur.. mending kita goreng..." kata Kirana..
" alot kali dek.." kata ayu cemberut..
" di presto dong kak.. di kasih rempah dan bumbu kuning biar enak.. bik Ina kalau masak enak.. coba minta resep bumbu ungkep rahasia Gih..." kata Kirana
" oke..." jawab ayu..
bik Ina kini mengajari Kirana bumbu ungkep rahasia yg di miliki.. Kirana begitu senang melihatnya..
kini mereka sedang menunggu bebek selesai di presto.. tak lama bebek pun selesai.. saat di buka aromanya sangat enak..
" wih... bisa di jual nih.. kita jual bebek ungkep aja.. berhubung ini bebek afkir jadi kita jual sedikit murah.. tapi ongkir di tanggung pembeli gimana..." kata ayu
" terserah kakak... aku mah tinggal terima beres dan uangnya..." kata Kirana..
" dasar..." kata ayu...
sedang bik Ina sudah bahagia bisa melihat senyum dari Kirana yg selama seminggu ini murung.. meski tanpa di sadari semua orang Kirana terluka karena berjauhan dengan Ardi...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen πππππππ terima kasih
__ADS_1