
malam itu Rika menikmati waktunya bersama Waleed, bahkan Rika tak membiarkan Waleed bekerja.
saat tengah tertidur tak Sengaja dia bermimpi bertemu dengan Alex, pria itu tersenyum sebelum pergi menjauhi Rika.
"tidak.. jangan tinggalkan aku, jangan pergi aku mohon, kak Alex!" teriak Rika seraya terbangun dari tidurnya.
Waleed terkejut dan langsung menghampiri Rika, Rika menangis di pelukan Waleed.
"kenapa sayang?" tanya Waleed menenangkan Rika.
"aku melihat kak Alex meninggalkan ku pergi, bahkan dia hanya melambaikan tangan nya sebelum pergi," kata Rika.
"sayang, Alex sedang berada di Surabaya, dia sedang mengurus bisnis keluarga di sana, dan katanya tiga hari lagi akan pulang," jawab Waleed.
"bagaimana kamu tau sayang?" tanya Rika.
"aku tau karena aku sempat berkomunikasi dengan Alex, dan besok kamu mau kita bisa mengunjungi orang tuamu, lagi pula kita belum melihat putra Alex dan intan kan?" kata Waleed.
"tapi.. bagaimana kamu bisa sebaik ini," kata Rika melihat Waleed.
"kau tau sayang, kehadiran mu mengubahku menjadi lebih baik," kata Waleed.
"terima kasih, sekarang aku merasa kuat bersama mu, tapi bisakah suamiku ini memelukku saat ini," kata Rika.
"baiklah, aku akan menemanimu hingga kamu tidur," kata Waleed.
sedang di Surabaya Alex sedang berhadapan dengan keluarga Yusman, bahkan Alex susah kuwalahan menghadapi kepala pengawal.
ya dia adalah Yudha Sastrawinata, pria berusia 40 tahun yang begitu kejam, bahkan Alex bukan tandingannya.
dia adalah kepala pengawal gelap keluarga Yusman, Alex tak menyangka jika usahanya bisa membuatnya terperangkap seperti ini.
"hei tuan Yusman, kau bermain kotor, aku memenangkan tender ini dengan cara yang adil, kenapa kau menjebakku seperti ini," kata Alex.
"dendam ku padamu, bukan hanya karena tender itu tapi wanita yang kau selamatkan itu harusnya mati," kata tuan Ron.
"jadi kau yang ingin membunuh intan, hanya karena dua tau segalanya," kata Alex tak terima.
"Yudha, buat pria ini menerima ganjaran nya karena berani menentang ku, kau mengerti," kata tuan Roni.
__ADS_1
"baik tuan," jawab Yudha.
Alex sudah tak bisa melawan, apalagi tubuhnya sudah remuk redam, sedang tuan Roni meninggalkan pabrik tua itu.
saat di luar, tuan Roni memerintahkan anak buahnya yang lain menyalakan api dan melemparkan beberapa dinamit.
"tuan tapi ini bisa membunuh mereka yang berada di dalam pabrik," kata anak buah itu.
"itu lebih baik, karena Yudha juga sudah mulai membuatku takut dengan semua kelakuan nya, maka dari itu lebih baik membuatnya tidur selamanya," kata tuan Roni.
saat Yudha sedang berhadapan dengan Alex tak di sangka api sudah berkobar, dan terdengar suara ledakan.
Yudha menyaksikan semua anak buah nya pun sudah tewas karena ledakan itu.
"sialan, kau berani ingin membunuhku Roni, maka kau akan tau siapa aku sebenarnya," kata Yudha.
"tuan kita harus keluar dari sini, kalau tidak maka kita bisa mati di sini," kata Alex menyeret Yudha.
"kau bodoh hah, pintu depan sudah runtuh, dan kita hanya bisa lewat samping tapi api begitu besar!" bentak Yudha.
"uhuk.. tapi kita makin kehabisan oksigen di sini, api pun makin besar," kata Alex yang terus terbatuk-batuk.
Yudha mengalami luka bakar di tubuhnya, Alex pun mencoba mendorong balok yang membara itu.
setelah itu mereka pun berhasil meloloskan diri dengan saling bekerja sama, sedang tuan Roni tertawa karena berhasil menyingkirkan dua orang itu.
tapi dia lupa berurusan dengan orang yang salah, Yudha dan Alex sampai di pinggir sungai sebelum pingsan.
seorang wanita dan dua orang pria membawa mereka pergi dari sana, Alex mendapatkan pengobatan tradisional di sebuah gubuk di tengah hutan.
wanita itu terlihat begitu telaten mengurus Yudha yang mengalami luka bakar di bagian wajah dan separuh Dadanya.
pagi pun datang, polisi menyelidiki kebakaran itu, tapi semua sudah tak bersisa hanya para korban meninggal yang di temukan sudah dalam keadaan hangus.
tuan Roni tersenyum melihat berita pagi itu, sedang Rika yang sudah siap berkunjung ke rumah orang tuanya pun begitu bahagia.
Waleed dan Rika pun menuju ke rumah keluarga Anggara, Rika terus merasa gugup, pasalnya dia tak menyangka akan kembali ke rumah ini.
Waleed mengenggam tangan Rika, "ingat sayang, bagaimana pun mereka, mereka tetap keluargamu, jika kau tak ingin melihat papa mu tak masalah, tapi ingatlah mama mu tiap hari menangis merindukan mu," kata Waleed.
__ADS_1
"iya suamiku, aku kembali pun hanya karena kangen dengan mama," kata Rika.
mobil Waleed dan para pengawalnya pun memasuki rumah, tapi terlihat mobil polisi di depan rumah besar itu.
"suamiku, kenapa ada mobil polisi?" tanya Rika.
"entahlah kita lihat saja dulu," kata Waleed yang turun dan mengandeng tangan Rika.
dari dalam rumah terdengar suara tangisan yang begitu pilu, Rika yang mendengarnya langsung berlari ke dalam rumah.
Rika melihat mama yang melahirkan dirinya sedang menangis di samping sang papa, dan juga intan yang sudah pingsan.
"ada apa ini?" kata Rika mengejutkan semua orang di rumah itu.
"Rika, Rika putri mama," kata mama Rita berlari memeluk sang putri.
papa Anggara masih syok, Waleed meminta Diana membantu membawa intan masuk.
Waleed pun berbincang dengan para polisi untuk menanyakan semuanya, Rika masih memeluk sang mama binggung.
Waleed terkejut mendengar penjelasan polisi, pasalnya Waleed juga meminta anak buahnya untuk mengawasi Alex.
"Hakim beri aku penjelasan," kata Waleed.
"tuan, tuan Alex di Surabaya di jebak oleh tuan Roni Yusman, dan saat mereka di pabrik tua itu, dengan sengaja tuan Yusman membakar dan meledakkan pabrik itu, tapi anak buah kita sudah menyelidiki dan tidak menemukan jenazah tuan Alex," jawab Hakim.
"kenapa pria yang baru bermain di dunia usaha, dan dewan terhormat bisa berbuat seperti ini," kata Waleed.
"karena tuan Alex menyelamatkan intan yang harusnya mati, di tambah sekarang dia adalah istri dari tuan Alex, itu membuat tuan Roni makin dendam pada tuan Alex," kata Hakim.
akhirnya Waleed menjelaskan oadasemua orang di rumah itu, Waleed juga meminta hakim menyebar anak buahnya untuk mencari Alex.
Waleed tetap membantu keluarga Anggara, meski dulu mereka tega menukar putri mereka demi uang.
Rika menemani sang mama yang masih syok, Rika sedih melihat kedua orang tuanya seperti ini, apalagi Alex adalah Putra kebanggaan dari keluarga Anggara.
🌹🌹🌹🌹🌹🌷🌷🌷🌷🌹🌹🌹🌹🌹🌹
hai para pembaca, mungkin kalian binggung kok banyak ceritanya yang campuran.
__ADS_1
karena ini akan berkelanjutan season terakhir dari SECRET DADDY, SINGLE MOTHER, AKU BUKAN PELAKOR.