Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
Kecewa & Cemburu


__ADS_3

Pagi ini sangat cerah secerah hati Tasya yang bersinar. Hari ini ia berangkat sekolah bersama Brain. Karena ancaman dari Mommy Callista membuat Brain mau tak mau menurutinya.


Tasya memakain hoodie untuk menutupi wajahnya. Karena ia takut teman-temannya akan melihatnya. Tentu saja akan heboh jika ia sampai ketahuan di bonceng oleh Brain.


"Pakai helmu," printah Brain.


"Huuh, kasar banget merintahnya," grutu Tasya.


"Kenapa, gak bisa pakai helm? mau di pakai'in?"


"Eeee, bisa kok bisa," sahut tasya segera memakai helmnya namun kesulitan saat memakainya.


"Sini kelama'an," Brain langsung membantu Tasya memakai helmnya.


Hati Tasya semakin berbunga-bunga saat Brain membantunya memakai helm.Brain yang melihat istrinya tersenyum sendiri langsung menyentil kening Tasya.


"Aduh brain, sakit tau."


"Tuh, biar otak lo gak mikir aneh-aneh mulu."


"Apa'an sih, pintaran juga aku daripada kamu."


"Udah, jadi berangkat bareng gak? ngoceh mulu."


Brain dan Tasya akhirnya berangkat bersama setelah melewati perdebatan kecil mereka. Brain menurunkan Tasya, lima puluh meter dari gerbang sekolahnya. Dengan rasa jengkel Tasyapun turun dari motor brain.Brain menyuruh Tasya untuk masuk terlebih dahulu.


Namun, saat Tasya mendekati pintu gerbang. Lagi-lagi Mike menghadangnya dan membuat Brain yang melihatnya dari jauh, merasa kesal.


"Brengsek Ketos gila, awas lo, gak akan gua biarin elo dapetin Tasya. Lo gak tau betapa Tasya sangan bucin sama gua," ucap Brain menyeringai dan menjalankan motornya untuk mengganggu mereka berdua.


"Tin, tin, tin, tin,tiiiiiii."


"Woe brengsek, lo mau bikin telinga gua budek?" protes Mike.


"Siapa suruh berdiri di depan pagar?" timpal Brain santai.


Lalu Brain memberi isyarat pada Tasya untuk segera masuk ke kelasnya. Tasyapun tidak menyi-nyiakan kesempatan dan langsung lari menuju kelasnya. Namun percuma saja jika Tasya dan Mike tetap satu kelas. Mereka pasti akan sering bertemu. Dan sialnya lagi Brain yang beda kelas dengan Tasya, tidak bisa melihat jika istrinya di gangguin Mike lagi.


"Lo mending jauhi Tasya," pinta Brain pada Mike


"Siapa lo, berani ngatur-ngatur gua mau dekat sama siapa?" protes Mike menatap Brain tajam.


"Karena dia tunangan sepupu gua," ucap Brain asal karena tidak mungkin jika dia bilang Tasya adalah istrinya.

__ADS_1


"Ccckkck, masih juga tunangan, belum nikah.Jadi gua masih bebas deketin dia lah."


"Brengsek, awas lo masih deketin Tasya."


"Apa lo ngancem? gua di sini ketua osis yang harusnya ngatur orang kayak elo, Brain," ucap Mike sombong.


"Oh ya? tapi jangan lupa jika sekolah ini milik bokap gua. Dan jabatan elo sebagai ketua osis bisa saja gua hilangkan kapan saja. Jadi jangan macam-macam elo sama gua," ancam brain lalu dengan santainya sambil tertawa ia melangkah menjauhi Mike yang mukanya sudah merah padam.


Sedangkan Tasya yang sudah tiba di depan kelas langsung di dorong oleh Acnes.


"Hei cewek cupu! berdiri lo."


Tasya mendongakan kepala dan melirik orang yang telah mendorongnya. "Acnes", ngapain kamu dorong aku, hah?


"Itu memang yang seharusnya lo terima. Biar elo sadar, kalau level lo tuh di bawah situ. Gak usah sok caper sama Mike dan Brain. Inget lo, jangan dekat-dekat sama dua cowok itu terutama Brain. Jika elo masih dekat-dekat mereka, lo bakal tahu apa yang bakal gua lakukan ke lo.


Tasya tidak terima di rendahkan oleh Acnes. Tasya langsung berdiri dan membalas mendorong tubuh Acnes hingga ia terjatuh. Bertepatan Brain dan Mike juga melihat saat Tasya mendorong Acnes.


Acnes pura-pura kesakitan saat melirih Brain dan Mike ada di belakang Tasya.


"Aduh kaki aku sakit, kamu kok jahat banget sih sya ngedorong aku. Salah aku ke kamu apa sih, Sya?"


"Tasya, apa yang lo lakukan? kenapa lo dorong Acnes," ucap Brain membentak.


"Sya, tunggu," teriak Mike memanggil.


"Apa lagi sih Mike? ngapain sih lo ganggu gua. Menyingkir dari gua, gua risih lo ganggu terus,"


teriak Tasya, membuat seisi kelas menoleh heran padanya. Rasa kecewa senta kecemburuanya pada Brain membuat Tasya lepas kendali.


Tasyapun meneteskan air matanya yang tidak bisa ia tahan. Debby yang baru masuk kelas pun langsung berhambur memeluk sahabatnya yang terlihat sedih.


"Sya lo kenapa menangis?siapa yang bikin lo nangis?katakan sama ga,,biar gua piter tu orang."


Aku gak papa kok Deb."


"Tapi kenapa lo sampai nangis gini?"


"Gak papa, ,lupakan"


"Aku akan balas kamu brain, selama ini aku hanya diam saat kamu deket sama cewek lain. Tapi ini keterlaluan, kamu lebih percaya acnes daripada aku istrimu sendiri," ucap tasya dalam hati.


"Sya kok, malah nglamun sih ? ayo cerita ke gua."

__ADS_1



"Aku tadi di dorong sama nenek lampir."



"Hah, jangan nakut-nakutin gua lo,Sya. Masak di sekolah kita ada nenek lampir sih.



"Ddfreeuh Deb, maksud aku si acnes."


"What Acnes si cewek terkece di sekolah kita?"


"Ya, dan hari ini adalah hari dia menjadi cewek terkece di sekolah ini," ujar Tasya, membuat Debby bingung.


"Maksud lo ada cewek di sekolah ini yang lebih kece daripada Acness?" tanya Debby penasaran dan di angguki Tasya.


Mulai besok Tasya sudah mantap akan merubah penampilanya dan menghilangkan penyamaranya menjadi cewek cupu. Lagian Brain, sudah mengetahui identitasnya. Jadi tampilan cupunya sudah tidak berlaku lagi.


"Wah gawat dong sya kalau ada yang lebih kece dari Acnes. Bisa-bisa makin banyak saingan gua buat deketin Prince brain.


"Lagi pula dia sudah punya pacar, "ucap tasya asal dan membuat Debby lagi-lagi penasaran.


"What?siapa pacarnya sya? apa murid di sekolah ini juga?"


"Mana aku tahu."sahut tasya santai


"Nah loh tadi yang bilang dia udh punya pacar."


"Asal nebak aja heheheh, lagian cwo seganteng dan sekeren dia mana mungkin belum punya pacar."


"Tapi selama ini prince brain di rumorkan dekat sama Acnes."


Acnesnya aja yang kegatelan," 'timpal Tasya malas


Chat darik, Ki brain masuk namun di abaikan oleh tasya. Saat ini gadis itu masih kecewa dengan suaminya. Dan akan lebih kecewa sampai rumor kedekatanya dengan Acnes benar.


Dari pelajaran pertama hingga bel pulang sekolahpun, Tasya tidak juga membuka chat dari Brain. Padahal Brain menyuruhnya menunggunya sampai murid-murid semua pulang. Baru ia akan bisa leluasa pulang bareng bersama Tasya, tanpa ada satu muridpun yang curiga.


Hingga Tasya memesan ojek online langgananya. Sesampainya di rumah tasya tidak melihat keberada'an suaminya. Tasya tidak tahu jika saat ini Brain sedang menunggunya di depan gerbang sekolah.


Karena terlalu lama pun Brain bertanya pada satpam. Dan satpampun berkata jika semua murid sudah pulang semua. Brain mengumpat berkali-kali karena merasa kesal pada istrinya.Ia segera melajukan motornya menuju kediaman Dorgantara untuk menghukum Tasya.

__ADS_1


__ADS_2