
Lagi-lagi,Boy berangkat bersama Elen,membuat Debby merasakan keanehan pada dirinya.Tanpa Debby tahu,Elen ternyata adalah sepupu Boy.Boy sengaja meminta kepada Elen,untuk bergaya seolah mereka sepasang kekasih.Boy ingin memberi pelajaran kepada Debby.Memberi tahunya secara tidak langsung.Bagaimana arti seseorang yang selalu ada untuknya.Seseorang yang ia sering sia-siakan kehadiranya.
Tanpa Boy sadari,Debby meneteskan air mata.Entah air mata penyesalan atau air mata kecemburuan.Di peluknya dengan sayang tubuh Elen.Kemanapun,ke kantin,dan di manapun,Boy senantiasa mengajak Elen.Tentu saja semua itu membuat Debby semakin terluka.
"Ternyata posisiku di hatinya,telah di geser oleh Elen."
Merasa tidak terima di putus secara mendadak oleh Debby.Membuat Reno nekat membawa Debby sepulang sekolah.Boy yang hendak menyalakan motornya,segera menyuruh Elen turun.Tanpa berkata,Boy langsung tancap gas mengejar mobil Reno.Benny yang melihat Elen celingkungan,segera menghampirinya.
"Eh,lo cewek yang bersama Boy kan?di mana Boy sekarang?"
"Lagi ngejar Debby,tadi di bawa paksa oleh cowok ganteng."
"What?"Benny langsung kaget setelah mendengarnya.Benny langsung tancap Gas mengejar mobil Boy.Elen yang telah di buat kesal oleh dua cowok sekaligus.Memutuskan,untuk pulang menaiki taxi.
Sedangkan Reno menghentikan mobilnya,menepikan di pinggir jalan yang terlihat sepi.Debby ketakutan saat Reno telah merobek atasan seragam Debby.Debby meronta ronta,berteriak meminta tolong.Bahkan Debby sudah menangis berharap ada yang menolongnya.
Tiba-tiba jendela mobil Reno di pecahkan seseorang dari luar.Membuat Reno memekik,lalu mencari orang yamg memecahkan jendela mobilnya.Pintu mobil terbuka,seketika Reno tersungkur setelah menerima serangan dari Boy.
"Brengsek lo setan,apa yang lo lakuin pada Debby?gua bunuh,lo."Teriak Boy yang seperti kesetanan saat ini.
Boy menarik tubuh Reno,membawanya untuk keluar dari mobil.Boy segera melayangkan pukulanya di wajah Reno.Mereka berdua berkelahi,hingga Boylah yang memenangkan posisi utama.Wajah Reno sudah tidak berbentuk lagi.Meski sama-sama saling pukul.Tenaga boy lebih kuat dari pada Reno.
Setelah puas menghajar Reno,Boy segera menutupi tubuh atas Debby dengan jaketnya.Karena baju seragamnya yang di robek oleh Reno.Lagi-lagi Boy menolong Debby di saat Debby yang hendak di lecehman oleh Reno.
Debby segera berhambur kedalam pelukan Boy.Menumpahkan kesedihanya saat itu juga.Rasa takut,rasa bersalah dan penyesalan menjadi satu.Boy melepaskan pelukan Debby,mengajaknya masuk ke dalam mobilnya.Di antarnya Debby hingga tiba di depan rumahnya.Debby melamun mengingat kejadian tadi yang menimpanya.Tanpa sadar,saat ini Boy sedang menatapnya.
__ADS_1
"Turunlah,lo sudah sampai di depan rumah,lo."
Debby tersentak,tersadar dari lamunanya sedari tadi.Dengan mata sembab,bibirnya mencoba tersenyum dan berterimakasih kepada Boy.Boy mengangguk,setelahnya Debby keluar dan segera berlari menuju lantai atas.Boy sebenarnya merasakan apa yang di rasakan oleh Debby.Namun dia mencoba bersikap tidak berlebihan.Mengingat dia akan terluka kembali karena Debby.
Setelahnya,Boy langsung tancap gas,meninggalkan halaman rumah Debby.Meskipun sebenarnya ia takut Debby kenapa-napa.Hingga beberapa jam lamanya.Handhone di dalam tasnya berbunyi.Ternyata panggilan dari Brain,di tepikan mobilnya untuk mengangkatnya.
"Ke rumah sakit sekarang,Debby baru saja memcoba bunuh diri."Tubuh Boy langsung menegang.Baru beberapa menit yang lalu ia pergi.Kini di dengarnya,kabar yang membuat dirinya merasa syok.
Boy berbalik arah,menuju lokasi rumah sakit yang Brain kirim.Sesampainya,Boy segera mencari keberadaan sahabatnya.Boy menoleh saat tangan Brain menepuh pundaknya.
"Dimana dia saat ini?bagaimana kondisinya?"
"Lo tenang dulu,dia masih di tangani dokter."
Boy merutuki kebodohanya tadi,meninggalkan Debby di saat terluka.Dia masih menyalahkan dirinya.Andai tadi dia tidak pergi,mungkin sesuatu hal buruk tidak akan terjadi.
Boy menunggu hingga Debby sadarkan diri.Hingga tak berselang lama,Debbypun sadar.Boy langsung memeluk tubuh Debby.
"Apa lo sudah gila hah?di mana otak lo sebelum melakukan percoba'an bunuh diri?"
"Maaf,maafkan aku yang selalu berulah."Ucap Debby lirih,karena masih lemah.
Boy langsung memeluk Debby,saat gadis itu mulai terisak.Dia menyesali ucapanya yang sedikit kasar barusan.Boy melepaskan pelukan Debby,menatap wajah sembabnya.Di hapusnya air mata yang mengalir membasahi pipinya.
"Maaf,ucapanku barusan terlalu kasar,beristirahatlah."
__ADS_1
Saat Boy mulai beranjak,Debby menahan pergelangan tanganya.Debby meminta Boy,untjk tetap tinggal.Dia tidak ingin sendiri di dalam ruang inap ini.Menuruti permintaan Debby,hingga tanpa sadar mereka tertidur dalam posisi saling berpegangan tangan.Tak lama kedua orang tua Debby masuk,melihat keduanya.Di susul Brain,Benny dan Tasya di belang mereka.
"Sya,itu siapa?"tanya mommy Debby
"Dia Boy,Tante."
Boy terbangun,tanpa ia sadari,ia menjadi pusat perhatian lima orang yang duduk di sofa.Bahkan perlakuan lembut Boy kepada Debby yang masih terlelap.Semuanya di saksikan langsung oleh kedua orang tua Debby.
"Ehmmmm."Deheman papa Debby,membuat Boy langsung menoleh ke sumber suara.Boy langsung beranjak dari duduknya.Menghampiri kedua orang tua Debby dan menyapa mereka.
"Kamu pacarnya anak kami?"
Boy langsung menggeleng,karena kenyataanya,dia bukan pacarnya Debby.Tetapi,kedua orang tua Debby sangat menyukai Boy.Inikah yang di namakan restu calon mertua.Tinggal menahlukan anaknya,maka semua akan beres.Sedangkan Brain,Benny dan Tasya,memberi kode kepada Boy.Boy mengedipkan matanya,menyuruh teman-temanya diam.
Debby terbangun,membuat semua orang di ruangan itu,menghampirinya.Bahkan Debby kaget,kedua orang tuanya ada di antara mereka.Debby langsung menundukan kepalanya,saat melihat tatapan dari papanya.Tentu saja papanya marah dengan tindakan bunuh diri putrinya.
Tanpa sadar,tanganya menarik tangan Boy,meminta perlindungan.Rasanya Boy pingin kabur saja waktu ini.Karena melihat semua berfokus pada dirinya dan Debby.
"Katakan,apa yang membuatmu bertindak bodoh?"tanya papanya
Bukan menjawab,Debby malah terisak karena tamut.Boy yang tidak tegapun akhirnya angkat bicara.Menceritakan kejadian yang di alami Debby kemarin dan hari ini.Yang tadinya kedua orang tua Debby menatap curiga pada Boy.Kini mereka berterimakasih karena Boy telah menjaga dan menyelamatkan putri mereka.
"Ehemmmm,itu karena cinta om,tante."Ucap Benny,Boypun langsung melotot kepada sahabatnya.Benny berbisik di telinga Boy,suaranya sampai terdengar kedua orang tua Debby.
"Pepet terus,mumpung dapat lampu hijau dari nyokap dan bokpnya.Soal anaknya,pelan-pelan bakalan mau sama lo."
__ADS_1