Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
Sedikit Peduli


__ADS_3

Karena sudah ada kedua orang tua Debby yang menemaninya.Boy pamit pulang,di sisi lain ia masih ingin menemani Debby di rumah sakit.Namun ia tidak ingin Debby terlalu ke gr an.Masih sangat jelas ucapan Debby saat menolaknya.Oleh karena itu,Boy membentengi dirinya agar tidak tersakiti lagi olehnya.


"Woy kutil macan,main pergi saja,lupa sama kita-kita."Teriak Benny di susul Brain dan Tasya berjalan di belakangnya.


"Ngapain kalian ngikutin gua?"


"Ya kali,gua juga pengen pulang geblek.Lagian ngapain lo harus pergi buru-buru sih?mumpung ada camer."


"Capek gua,dari kemarin nungguin si Debby.Gua juga mau pulang,ngantuk.Lagian gua juga bukan siapa-siapa dia."


Boy berlalu begitu saja meningkalkan teman-temanya.Ucapanya memang ada benarnya,dia bukan siapa-siapanya Debby.Dia bukan pacarnya,yang harus menemaninya.Bahkan ia berusaha untuk menjauh dan melupakan perasaanya pada Debby.


Sedangkan Debby melamun setelah kepergian Boy.Dia tahu,perhatian Boy padanya saat ia tidur,lebih tepanya pura-pura tidur.Bahkan ia menyesal pernah menyia-nyiakan cowok sebaik Boy.Bahkan Boy yang ia lihat saat ini,berbeda dengan Boy yang biasanya ia temui.Boy saat ini lebih tampan,Lebih pendiam,gak usil dan ceriwis seperti biasanya.Kalau boleh memilih,Debby lebih merindukan Boy yang usil dan ceriwis setiap harinya.Orang tua Debby yang memperhatikan anaknya melamun,segera menegur Debby.


"Apa yang sedang kamu fikirkan?kasih tahu mami,nak.Mami gak pingin kamu memendamnya sendiri.Mami gak pingin jika kamu sampai nekat lagi."


Debby menangis berhambur ke pelukan maminya.Bahkan dia menangis tersedu-sedu membayangkan Boy yang tidak respeck lagi kepadanya.


"Mi,mami masih ingat cowok yang jagain Debby tadi?dia adalah cowok yang Debby sia-siakan,mi.Debby menyesal menyia-nyiakan cowok sebaik,Boy."


"Maka kamu harus meminta maaf padanya,sayang.Pasti dia akan memaafkanmu,dan masih mau menerimamu lagi.


Debby menggeleng,karen yang dia tahu,saat ini Boy sedang dekat dengan murid baru di sekolahanya.Dia merasa dirinya sudah terlambat untuk menggapai Boy.Jikapun ada kesempatan kedua,dia sudah terlanjur malu jika menjilat ludahnya sendiri.Kata-katanya tempo hari saat menolak Boy,bagai bumerang baginya.Mungkin seperti ini perasaan Boy,saat melihatnya bersama Reno.

__ADS_1


Lusanya,Debby sudah kembali ke sekolah setelah melewatkan dua hari di rumah sakit.Untung sada teman-temanya bisa menjaga rahasia.Sehingga orang-orang di sekolah tidak ada yang tahu masalah Debby.Meskipun agak sedikit pucat,Debby melangkah pelan menuju ke kelasnya.Boy langsung menghampiri Debby yang terlihat sangat lemas.Tanpa basa basi,Boy langsung mengangkat tubuh Debby dan membawanya masuk ke dalam kelasnya.Perbuatan Boy barusan membuat Debby kaget bahkan matanya sudah melebar menatap Boy.Bahkan Boy tidak menghiraukan tatapan para siswa-siswi memperhatikanya.Tasya,Brain dan Bennypun yang hendak masuk ke kelaspun di buatnya terkejut.


"Kalau masih lemas,seharusnya lo jangan masuk,merepotkan saja."Gerutu Boy yang pura-pura cuek padahal sangat peduli.


"Terimakasih, dan maaf telah merepotkan lo,Boy."


Tanpa menjawab ucapan Debby,Boy berlalu begitu saja,menuju ke kelasnya sendiri.Belum juga masuk,Boy sudah di hadang oleh kedua sahabatnya.


"Mimpi apa lo semalam,pagi-pagi sudah gendong anak orang."Tanya Brain


"Mimpi di kejar-kejar depkolektor,puas kalian."Jawab Boy,membuat Brain dan Benny menertawakanya.


"Boy,boy!Mulut lo minta di jahit di tukang permak celana kolor."


Brain dan Benny makin tertawa terbahak-bahak.Tanpa sadar,mereka telah berhasil memancing Boy.Akhir-akhir ini melihat Boy yang pendiam.Kini mereka lega,ternyata sahabatnya masih bisa di ajak bercanda.


"Gua kira,lo sudah lupa caranya bercanda.Patah hati bisa buat lo lupa segalanya,Boy.Lupa mana teman,lupa makan,lupa tidur,pokoknya ngenes banget hidup,lo."


"Diam lo nyet!Lo sih,gak pernah ngerasain rasanya bertepuk sebelah tangan."


"Makanya gua ogah bermain cinta-cintaan yang pakai hati.Hati gua cuma satu,kalau tersakiti dan hancur,mati dah gua."


"Gua sumpahin lo di kejar nenek gayung atau dukun beranak.Udah,ayo masuk,gua harus rajin belajar kali ini.Bentar lagi kelulusan,lo Brain,jangan sibuk pacaran terus.Lo Ben,cuti dulu usilnya,insyaf seperti gua yang sudah insyaf."Ucap Boy,seketika membuat Benny dan Brain melongo.

__ADS_1


"Tuh anak sepertinya kepalanya agak ke geser,deh."


"Udah biarin aja,entar malah kita juga ikutan ke geser."Timpal Brain berlalu memasuki kelasnya,di susul Benny di belakangnya.


Saat bel istirahat berbunyi,Treeo B menuju kantin.Namun saat melewati kelas istrinya,Brain berhenti.Di lihatnya Tasya yang menangis di dalam pelukan Debby.Brain yang penasaran langsung menghampiri istrinya.Di raihnya tubuh Tasya dari pelukan Debby.Tasya semakin menangis tersedu-sedu kala suaminya datang.


"Sayang kamu kenapa menangis?"Tanya Brain kawatir


"Aku sedih mendengar cerita Debby,kak."


"Astaga sya,kamu bikin aku jantungan,tahu.Kirain kamu kenapa,atau ada yang gangguin."


"Hehehe,maaf."


Mata Debby dan Boy tak sengaja saling pandang.Boy langsung mengalihkan pandanganya ke tempat lain.Melihat sikap Boy yang cuek,membuat Debby semakin sedih."


"Ayo kita ke kantin,ajak sekalian Debby.Deb,lo masih kuat jalan,kan?kalau gak kuat,ada ayang Boy yang siap gendong lo lagi.''Ucap Brain langsung mendapat cubitan dari Tasya.


"Aduh sayang,demen banget nyubit,sih.Untung sayang,coba kalau gak,pasti ku hukum kamu."


"Mau dong di hukum,sayang."Bisik Tasya menggoda suaminya.


"Wah,gak bener ini,istri aku mulai nakal,ya.Jadi yakin mau di hukum,nanti malam sepuluh ronde gak terima penolakan."

__ADS_1


Tasya langsung merinding setelah mendengar bisikan suaminya barusan.Ia menyesal telah menggoda Brain.Ibarat memancing ikan paus,malah dirinya yang di makan.Brain menahan senyum setelah melihat perubahan raut wajah istrinya.Mereka telah berada di dunianya sendiri.Melupakan Debby yang akhirnya di gendong kembali oleh Boy menuju kantin.Bahkan mereka berdua sudah di gosipkan jadian.Sedangkan Benny hanya menjadi penonton drama live di depanya.Melihat kedua sahabatnya bersama pasanganya masing-masing.Tanpa sengaja,Benny bertabrakan dengan seorang cewek.Cewek itu adalah Elen sepupunya Boy.Mata mereka saling pandang,saat tangan Benny menahan tubuh Elen yang hampir terjatuh.Ellen terpesona dengan aura ketampanan Benny.Sedangkan Benny sudah memalingkan mukanya.Memang dasarnya dia tidak pernah jatuh cinta dan tidak akan jatuh cinta.Jadi,melihat wajah Ellen yang sangat cantikpun,Benny tidak akan tertarik.


__ADS_2