
Ini adalah kebiasaan Tasya setiap malam yang harus ia biasakan.Menidurkan putri kecilnya sampai ia benar-benar tertidur.Setelah putri kecilnya tidur, barulah keheningan kamar benar-benar ia rasakan.Setiap malam tiba, perasaanya selalu campur aduk.Antara bahagia ketika membayangkan pelukan suaminya.Namun juga sedih ketika tersadar itu semua hanya bayangan.Hanya membuat hati merasa sedih, karena rasa rindu yang tak kunjung ada obatnya.
Tak ingin terbayang-byang wajah suaminya, Tasyapun memutuskan untuk segera tidur.Memeluk putri kecilnya, sebagai ganti pelukan suaminya yang telah hilang.
Seperti mempunyai ikatan batin yang kuat antara suami istri.Brain juga tak kalah rindu dengan iatri dan putrinya.Saat ini dia sedang berada di balkon apartemenya.Menatap langit sambil memainkan gitarnya.Ia menyenandungkan lagu ciptaan andika kangen band.
Sayang, jangan kau bersedih
Tenanglah hati di sana
Sayang, ku hanya terhukum
Terhukum rindu
Terbayangkan saat ketika dirinya memeluk dan mencium istrinya.Pelukan hangat dari tubuh keduanya yang hangat seakan menyatu.
Tuhan, jika ini jalan ceritanya
Biar kupendam semua rasa
Sudahi semua derita
Sampai di sini
Semesta jadi saksi, ku pasti kembali
Karena rindu itu berat, Brainpun bertekat berusaha keras agar bisa lulus secepatnya.Agar bisa kembali memeluk anak & istrinya.Oleh karena itu dia tidak pernah menanggapi godaan setiap wanita di kamusnya.Meskipun mereka tak pernah lelah demi mendapatkan Brain.
Terhukum rindu, sungguh menyiksaku
__ADS_1
Terhukum rindu, berat jalani hariku
Doakanlah aku, s'moga aminku
Dan aminmu bertemu
Terhukum rindu, sangat menyiksaku
Terhukum rindu, berat jalani tanpamu
Doakanlah aku, s'moga aminku
Dan aminmu menyatu
Brain meletakan kembali gitarnya, setelah ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang.Tiba-tiba handphonenya berbunyi.Ada nama Arabella di layar handphonenya sedang memanggil.Brain segera menjawab telpon dari Arabella.
Kini posisi Brain sudah berada di bar, ia langsung datang setelah mendengar Davi mabuk parah.Sebagai teman dan apartemenya bersebelaha.Brain langsung masuk mencari keberada'an Arabella.Setelah ia menemukan yang ia cari, ternyata Arabella tidak sendiri.Arabella mengobrol bersama seorang pria yang tak ia kenal.Meskupin rasanya agak aneh, Brain tetap menemui mereka.
"Oke, kalau begitu aku balik."
"Hai, kenapa buru-buru? minumlah, kita ngobrol sebentar."
"Sorry, aku gak minum minuman yang beralkohol."Tolak Brain
"Kalau begitu minum orange juice, bagaimana?"Tawar Arabella
Karena tak ingin membuang-buang waktu, Brain segera meneguk orang juice itu sampai tak tersisa.Tanpa Brain ketahui, Arrabella sudah mencampurkan sesuatu di dalamnya.Sehingga tak lama kepala Brain terasa pusing.Brain langsung limbung karena mabuk berat.Seringai penuh kepuasan akan rencananya terlihat pada wajah Arabella.Ini semua sudah ia rencanakan, dan soal Davi, itu hanya alasanya saja supaya Brain mau mendatanginya.
Brain di bawa ke salah satu hotel mewah di sana.Karena Arabella adalah anak seorang dosen terkenal, ada salah satu orang yang mencuri foto mereka saat memasuki hotel.Arabella tahu, jika ada yang menguntitnya.Dia menyeringai, membiarkan saja orang-orang memfoto dan melihatnya.Dia sudah tergila-gila dengan Brain, maka semua ini akan memperlancar misinya untuk lebih dekat dengan Brain.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, Tasya terbangun dengan mata pandanya.Jam empat pagi dia baru bisa terlelap karena semalaman ia merasa gelisah.Hatinya tidak tenang, merasakan ada sesuatu yang tidak baik sedang terjadi.Ia melirik putrinya yang masih terlelap.Cukup satu jam ia memejamkan mata.Kini jam lima pagi, Tasya beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi.
Sedangkan kondisi Brain saat ini sedang berbaring di sebuah ranjang mewah tanpa baju atasan.Sedangkan Arabella tidur di sebelahnya hanya menggunakan badroble.Tak butuh waktu lama, kini foto mereka saat memasuki hotel telah beredar di dunia maya.Semua orang se universitas di buatnya gempar.Termasuk orang tua Arabella yang murka melihat foto putrinya bersama seorang pria beredar di dunia maya.
Sedangkan di indonesia, Axel yang baru melihat kabar adiknya menggertakan rahangnya.Secepatnya ia langsung membobol semua cctv hotel tempat adiknya berada.Ia juga memblokir semua account penyebar berita tentang adiknya di media.Setelah semua terhapus, ternyata Axel terlambat.Tasya sudah melihat semuanya, kini wanita itu menangis di pelukan Callista.Hatinya sangat sakit karena merasa di hianati oleh suaminya.Callisat dan Jonatan sempat kecewa dengan ulah putra bungsunya.Namun kekecewaan mereka tidak berlangsung lama.Axel segera menuruni anak tangga menemui mereka semua.Menjelaskan bahwa Brain hanya di jebak, dan dia berjanji akan membereskan semua ini.
"Kamu akan mengambil penerbangan ke sana siang ini?"Tanya Jonatan
Axel mengangguk, karena lebih cepat akan lebih baik.Dia tidak ingin nama baik adiknya dan keluarganya hancur.Untung saja beritanya segera Axel hapus.Jadi, semua orang belum mengetahui berita tentang Brain.Sedangkan Arabella marah setelah melihat berita tentangnya dan Brain sudah menghilang.Bertepatan Brain yang baru saja membuka matanya.Sayup-sayup Brain mengedarkan pandanganya yang nampak asing baginya.
"Kau sudah bangun."
Brain langsung tersentak kaget, saat mendengar suara wanita di sampingnya.Brain langsung menoleh mendapati Arabella yang tersenyum kepadanya.
"Kenapa kamu bisa berada di sini?"Tanya Brain sambil memegangi kepalanya yang pusing.
"Kau lupa? bahkan semalam kita melewati malam bersama di hotel ini."
Brain menggeleng tidak percaya, namun ia tidak mengingat kejadian semalam.Di lihatnya ia hanya tidak memakai pakaian atasan namun celananya masih utuh.Brain segera mengambil kaosnya dan memakainya.Bergegas ia meninggalkan kamar itu dan kembali ke apartemenya.Arabella sempat menghadang, namun Brain segera mendorong wanita itu.Dia merasa jijik dengan wanita teman seuniversitanya itu.Dia yakin semalam tidak melakukan apapun bersama Arabella.Dia hanya di jebak, Brain akan membicarakan ini semua dengan kakaknya.Tanpa Brain tahu dan brain minta, Axel sudah bertindak lebih cepat darinya.
Saat baru sampai di lobby apartemen, brain di kagetkan dengan kemunculan Davi.Temanya itu menghampirinya penuh tanda tanya.Brain penasaran dengan sikap temanya yang aneh.
"Kau baru pulang? Bagaimana rasanya sekamar denga Arabella?"
Brain mengeryitkan dahinya bingung dengan pertanya'an temanya itu.Fikiranya langsung teringat tentang kejadian semalam.
"Bukankah kau mabuk semalam?"Tanya Brain
"Hai kawan apa maksudmu? Aku tidak minum, bagaimana bisa aku mabuk."Timpal Davi
__ADS_1
"Jadi semalam jebakan itu memang sudah di rencanakan Arabella."Gumamnya lirih
"Aku sempat melihat fotomu dan Arabella beredar di media.Namun ketika aku melihatnya lagi, foto itu sudah tidak ada lagi."Ucap Davi, Brainpun bisa menebak pasti karena kakaknya, foto itu lenyap.Mendadak fikiranya teringat pada Tasya istrinya.Brain segera merogoh handphonenya dan menghubungi istrinya.Berharap Tasya belum melihat foto itu.