Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
Tujuh Bulanan


__ADS_3

Kandungan Tasya sudah memasuki bulan ke tujuh. Bahkan di keluarga Dirgantara semuanya bersiap-siap untuk acara tujuh bulanan calon bayi Brain dan Tasya. Masing-masing dari mereka mengenakan busana yang sama. Sengaja di desain khusus untuk acara yang akan di selenggarakan hari ini. Acara tujuh bulanan ini, adalah permintaan dari Tasya. Mengingat Tasya adalah keturunan orang jawa. Sedangkan Brain suaminya bukanlah orang jawa. Namun keluarga dirgantara mampu menyesuaikan diri mereka.


Meskipun Jonatan keturunan orang turki, dan Callista keturunan thailand. Namun mereka tetap berkebangsaan indonesia. Axel yang lebih menuruni wajah turki Jonatan. Sedangkan Brain lebih menuruni wajah thailand Callista.


Jonatan, Brain, Axel dan kedua putranya, mengenakan busana adat jawa lengkap dengan blangkon di kepalanya. Sedangkan Callista, Verlee, dan juga Cessa, mengenakan kebaya lengkap dengan sanggul rambutnya. Tasya yang menjadi ratu di acara ini, mengenakan baju kemben dengan hiasan bunga melati di bagian dada dan rambutnya.


Semua tamu undangan berdatangan, seolah ini adalah pesta besar. Mereka hanya mengundang kerabat dekat dan teman-teman Brain dan Tasya. Di moment sakral ini, Tasya berharap kehadiran Mami dan papinya. Namun apalah daya, keduanya sudah tiada.


Mengingat para tamu undangan sudah lengkap. Upacara tujuh bulananya pun segera di mulai. Brain menggendong sang istri ala bridal style. Brain sengaja menggendong Tasya, karena tidak tega melihat istrinya yang kesulitan berjalan dengan kondisi perut yang telah membesar. Perlakuan Brain kepada istrinya berkesan romantis di hadapan para tamu undangan. Brain juga mendapat pujian sebagai suami siaga, yang sangat baik memperlakukan istrinya.


Kini seluruh Keluarga dirgantara sudah duduk di tempat yang telah di sediakan di panggung. Berhadapan langsung dengan banyaknya tamu undangan yang hadir. Acara ini di pasrahkan kepada salah satu orang tertua di keluarga Tasya. Mengingat sang papi dan maminya sudah tiada.


Sungkeman adalah tahap pertama dari serangkaian upacara tujuh bulanan atau biasa di sebut Mitoni. Sungkeman dilakukan oleh Tasya si calon ibu kepada Brain si calon ayah. Setelah itu, si calon ibu dan si calon ayah melakukan sungkeman kepada kedua orang tuanya yaitu kepada Jonatan dan Callista.


Sungkeman dilakukan untuk memohon doa restu agar kehamilan Tasya lancar dan bayi yang dikandung Tasya sehat.


Di lanjutkan tahap ke dua adalah upacara siraman. Siraman adalah tahap di mana Tasya si calon bunda di mandikan. Siraman merupakan simbol pembersihan diri, baik fisik maupun jiwa. Air siraman sendiri berasal dari 7 sumber.


Di lanjutkan tahap berikutnya untuk Brain si calon Ayah adalah pecah telur. Karena Brain kebingungan, dia hanya mengikuti arah-arah dari orang yang mengarahkanya. Telur yang digunakan adalah sebutir telur ayam kampung yang ditempelkan terlebih dahulu ke dahi dan perut Tasya si calon ibu, lalu dipecahkan ke lantai. Prosesi ini bermaksud agar persalinan si calon ibu lancar.


Upacara selanjutnya adalah memutus janur atau lawe. Dalam prosesi ini, janur atau lawe diikatkan ke perut Tasya calon ibu lalu calon ayah akan memutus janur atau lawe tersebut. Hal ini bertujuan agar persalinan si calon ibu berjalan lancar.

__ADS_1


Di lanjutkan dengan Brojolan, prosesi ini melibatkan kelapa gading muda yang diukir gambar Kamajaya dan Dewi Ratih. Prosesi brojolan dimaksudkan agar ketika persalinan lancar.


Kali ini giliran Brain lagi, sebagai si calon ayah untuk memecah kelapa. Prosesi ini adalah lanjutan dari prosesi sebelumnya. Brain mengambil salah satu kelapa tersebut dengan mata tertutup. Dia melakukanya sambil mendengarkan arah-arah.Kelapa yang diambil lalu ditempatkan di area siraman, dan dipecahkan. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan jenis kelamin calon bayi.


Setelah siraman dilakukan, Tasya akan mengeringkan badan dan mengganti busana yang sebelumnya digunakan. Upacara ganti busana ini akan menggunakan 7 jenis kain yang melambangkan 7 bulan dan harapan bagi si bayi.


Tujuh kain yang melambangkan sidomukti yang berarti Kebahagian,sidoluhur yang berarti kemuliaan, semen rama yang berarti agar cinta Brain dan Tasya bertahan selamanya, udan iris yang berarti agar kehadiran sang bayi menyenangkan untuk orang-orang di sekitarnya, cakar ayam yang berarti kemandirian, kain lurik bermotif lasem yang berarti kesederhanaan.


Pada saat Tasya memakai kain yang ke enam, para tamu undangan akan menanggapi kurang cocok. Sedangkan ketika Tasya memakai kain yang ke tujuh, para tamu undangan akan menanggapi cocok.


Di susul dengan acara selanjutnya adalah jualan cendol. Selanjutnya adalah prosesi dimana Brain dan Tasya memeragakan berjualan cendol dan rujak. Brain memayungi istrinya pada saat berjualan. Uniknya, uang yang dipakai adalah uang koin dari tanah liat atau kreweng.


Upacara tujuh bulanan berjalan lancar dan sangat sakral. Semua di abadikan dalam rekaman vidio, dan di dokumentasikan. Ini adalah pengalaman pertama bagi Jonatan, istri dan anak-anaknya. Meskipun terlihat kurang luwes, namun Brain sangat menyukai upacara tujuh bulanan istrinya.


Debby datang sendirian di acara Brain dan Tasya. Debby menghampiri Tasya, mengelus lembut perutnya yang telah membesar.


"Sehat-sehat bumil dan calon dedek bayi," ucapnya, masih gemas mengelus perut sahabatnya.


"Aamiin! Thanks, aunty," jawab Tasya tersenyum.


"Kapan nyusul, aunt?" suara lelaki yang tiba-tiba membuat tubuh Debby menegang. Suara yang tidak ia dengar selama satu bulan lamanya. Suara dari seorang pria yang katanya tidak bisa hadir di acara tujuh bulanan istri sahabatnya. Kini tiba-tiba suara itu terdengar tepat di dekat telinganya.

__ADS_1


"Apa kabar, brow?" sapa Brain kepada Boy.


Boy datang masih memakai seragam kebangga'anya. Sepertinya pria itu mendadak datang dan menyempatkan waktu untuk menghadiri undangan sahabatnya.


"Yank, kamu kok bohongi, aku? Kemarin katanya tidak bisa datang," tanya Debby pada Boy.


"Maaf! Aku kira tidak bisa hadir, tapi aku tidak ingin kekasihku ini sendirian," ucap Boy, tanganya mentoel dagu Debby.


"Ehemm, lo tadi dapat kode keras dari Boy, Deb," ucap Brain, Debby menatap bingung.


"Ulangi, Boy," pinta Brain


Debby semakin penasaran, pasalnya dia lupa apa yang di ucapkan kekasihnya tadi. Boy pun berbisik di telinga kekasihnya. Membuat Debby, mendadak blushing karena ucapan kekasihnya.


"Kapan kita seperti mereka, aku juga pengen punya baby sama kamu," ucapan Boy, yang mampu membuat wajah Debby Blushing.


"Kok tanyanya gitu? Nikah saja belum," ucap Debby sambil memalingkan mukanya karena malu.


"Siap-siap, aku akan mengajak keluargaku ke rumahmu untuk melamarmu," Bisik Boy lagi, Debby kaget dengan ucapan mendadak dari kekasihnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


Ach cieh-cieh 😍


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2