
Suasana pernikahan yang sangat mewah, di hadiri para tamu undangan dari berbagai daerah.Dari kerabat, sahabat dan teman-teman si pengantin, rekan bisnis Jonatan dan Axel.Semua hadir tanpa terkecuali.
Sedangkan mempelai wanita baru saja selesai di rias.Tasya yang sebelumnya memang cantik, semakin cantik dengang riasan dari mua terkenal.Bahkan Debby sang sahabat menatap kagum dan melontarkan pujianya setelah melihat penampilan Tasya.
Dress yang digunakan Tasya berwarna crea dengan model off shoulder yang transparan. Dress tersebut dilengkapi dengan bodysuit renda di bagian dalam yang terlihat long lasting.
Sang desainer memberi aksen belahan di bagian dadanya untuk mencerminkan kesan anggun pada kecantikan alami Queena Anastasya.
Penampilan Tasya makin mempesona dengan make up dan gaya rambutnya. Dia memilih menggunakan makeup natural. Sementara model rambutnya di biarkan tergerai indah dengan ujung rambut sedikit ikal.Tak hanya itu saja, ia juga memberi hiasan bando mutiara dan kristal di kepalanya.
Sementara itu, sang suami Brain Dirgantara tampil gagah mengenakan jas dan celana berwarna hitam. Dia menambahkan kemeja putih dan dasi kupu-kupu berwarna hitam. Outfit yang digunakan Jesse Choi di hari bahagianya itu dari rancangan desainer Paramita yang tak lain adalah ibu kandung almarhumah mona.
"Lo sungguh sangat cantik, Sya," puji Debby
"Makasih, Deb," ucap Tasya pandanganya menerawang mengingat almarhum kedua orang tuanya.Tanpa sadar butiran bening lolos mengalir du pipinya yang sudah di make over.
"Ya ampun Sya, kok malah nangis sih? Ini hari bahagia lo, jangan nangis, dong."
"Duh mbak, make upnya nanti luntur loh," omel seorang mua berjenis kelamin pria namun kemayu.
"Maaf! Aku hanya membayangkan andai almarhum mami dan papiku masih hidup.Pasti kebahagiaan ini akan terasa lengkap."
"Cup-cup! Jangan melow gini dong sya, yang telah tiada di ikhlasin.Mereka juga akan bahagia menyaksikan resepsi putri tercinta meskipun dari surga.Lo harus bahagia, maka mereka akan ikut bahagia melihatnya."
__ADS_1
Tasya berhambur ke dalam pelukan sahabatnya.Debby adalah sahabatnya yang selalu mensuport dirinya.
"Nah, karena lo gak ada pendamping, maka gua akan ndambingi lo menuruni anak tangga.Gua yakin, si Brain bakalan pangling dan terpesona setelah lihat istrinya yang cantik."
Mendengan omongan dari sahabatnya, membuat Tasya tersenyum kembali.Debby mengulurkan tanganya dan menggandeng tangan Tasya menuruni anak tangga.Semua orang memandang takjub, ketika dua wanita cantik menuruni anak tangga.
Debby menuntun Tasya, menghampiri Brain yang menunggunya di bawah bunga-bunga hias.Mata mereka bertemu, Brain terlihat terpaku dengan penampilan istrinya.Brain mengulurkan tanganya, ketika Tasya sudah berdiri di hadapanya.Tasya menyambut uluran tangan suaminya.Ia juga tersenyum malu ketika suaminya mencium punggung tanganya.Di saksikan para tamu yang bertepuk tangan.Karena melihat keromantisan kedua pasutri di hadapan mereka semua.
"Kamu cantik sekali hari ini, sayang," puji Brain tulus
"Apakah biasanya aku tidak cantik?" bisik tasya
"Kau selalu cantik di setiap saat, istriku," ucap Brain membuat Tasya tersenyum tersipu malu.Tatapanya tidak bisa di alihkan dari suaminya yang terlihat jauh lebih tampan dari biasanya.Tasya langsung menggandeng tangan suaminya.Takut-takut jika para undangan khususnya wanita, mencuri pandang pada kegantengan suaminya.
Brain menatap gemas pada keposesivan istrinya.Di kecupnya pipi Tasya, membuat para tamu bersorak menyoraki mereka berdua.
Terdengar sorakan para tamu undangan, meminta mereka berdua berciuman.Tanpa menunggu, Brain langsung mencium bibir tasya.Terdengar sorakan dan tepuk tangan dari keluarga, teman dan juga para undangan yang lainya.
Debbypun menyingkir, mencari tempat duduk kosong yang masih tersedia.Tiba-tiba ada tangan yang terulur di depanya.Debbypun mendongakan wajahnya.Ia merasa kaget sekaligus bahagia.Kekasihnya ternyata juga hadir di acara resepsi pernikahan sahabatnya.Boy sangat gagah dengan balutan jas hitam yang menambah kegantengan pada dirinya.Debby menyambut uluran tangan Boy.Boy langsung menarik tanganya, sehingga tubuh Debby menempel dalam pelukanya.
"I don’t Know why I miss you so well.I can not decline this forlornness when I need to see you soon."
(Aku tidak tahu kenapa aku sangat merindukanmu.Saya tidak bisa menolak kesendirian ketika saya ingin bertemu kamu segera.)
__ADS_1
Bisik Boy tepat di telinga Debby, membuat gadis itu tersipu malu.Mereka tidak sadar, semua orang kini berfokus pada keduanya.Seolah dunia hanya milik berdua dan yang lain cuma ngontrak.Boy dan Debby tersadar ketika Brain menyapa para undangan.Brain juga menunjuk mereka sebagai calon pengantin berikutnya.Hingga ucapan Brain yang terkesan lucu membuat para undangan tertawa berfokus kepada Boy dan Debby.Debby langsung mempererat genggaman tanganya pada tangan Boy, karena saking malunya.
"Sialan lo, bikin kita malu jadi tontonan banyak orang," ucap Boy ketika sudah di hadapan Brain dan Tasya.
"Wah prajurit kita semakin gagah, wuih Body lo ngalahin gua, Boy," puji Brain, Boy hanya tersenyum menanggapinya.
"Selamat untuk kalian berdua, semoga langgeng sampai kakek nenek.Jangan lupa segera bikinkan ponakan lagi buat gua."
Mendengan perkataan Boy, menimbulkan semburat merah di pipi Tasya.
"Tenang, gua mah rutin merosesnya, pertanyaanya lo dan Debby kapan nyusul?"
"Secepatnya kami akan menyusul kalian,"ucap Boy, Debby langsung menoleh penuh tanya karena keterkejutanya.
"Cieh-cieh, bentar lagi sehabis di kondangi, kita bakalan kondangan balik, Sya,"ucap Brain pada Tasya.Selanjutnya mereka bertambah rame dengan kedatangan Benny si single man.Karena cita-citanya adalah menjadi single man.Jadi tidak masalah jika saat ini dia hanya datang seorang diri.
"Wuih lihat siapa yang datang! Calon Ceo kita,"ucap Boy, Bennypun memberi pelukan kerinduanya pada sahabatnya yang satu ini.Dia juga mengucapkan selamat kepada Tasya dan Brain.Di lanjutkan teman-teman alumni SMA yang telah berdatangan.Satu persatu mereka menghampiri kedua pengantin untuk mengucapkan selamat.Mike juga datang bersama gadis asing yang tidak di kenali Brain dan Tasya.Setidaknya Brain lega melihat Mike sudah memiliki pasangan.Jadi, dia tidak akan mengganggu istrinya dan tidak lagi menaruh hati pada istrinya.
Tak hanya alumni SMA saja, teman- teman kuliah mereka juga berdatangan.Para karyawan Brain juga berdatangan mengucapkan selamat pada bosnya.Ini adalah pesta termegah yang di hadiri ribuan undangan.Mereka tidak akan sembunyi-sembunyi lagi.Karena public sudah mengetahui pernikahan Brain dan Tasya.Tidak akan lagi ada rahasia pernikahan di antara keduanya.Kini mereka berdua bisa bebas kemanapun yang mereka suka.
Sekarang adalah sesi photo-photo antara keluarga dan teman-teman mempelai.Dari foto begaya tegang, gokil, semua mereka lakukan.Semua akan terlihat bagus di tangan photografer profesional yang Brain sewa.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
Sudah resepsi, di hadiri semua orang, sudah gak secret-secretan dong sekarang mereka berdua 🤭