Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
Ekstra Part


__ADS_3

Cessa mengikuti balap motor, sedangkan kondisinya saat ini sedang hamil sembilan bulan. Penyakit lamanya yang pecicilan kini kambuh kembali karena faktor kehamilanya. Benny mendatangi di seluruh tempat, hanya untuk mencari keberada'an istrinya. Bahkan Benny menyiarkan berita lewat stasiun televisi, agar istrinya bisa mendengar perkata'anya. Selain itu, siapapun yang menemukan istrinya, akan di beri hadiah yang setimpal dari Benny.


"Yeeey, menang! Kita menang, nak," teriak Cessa sembari mengelus perutnya yang telah membuncit dan di perkirakan satu minggu lagi akan melahirkan.


Semua penonton dan saingan balap motornya, di buatnya menganga. Baru kali ini mereka melihat pembalap motor dengan kondisinya yang sedang hamil besar. Yang menjadi pemecah rekor adalah, seorang ibu hamil memenangkan lomba balap motor dan mengalahkan para pembalap provesional lainya.


Berita kemenangan Cessa di liput di berbagai stasiun televisi, koran, dan juga menjadi trending nomer satu di youtube. Salah satu stasiun televisi yang meliput berita dari Bennypun segera menghubungi Benny.


Benny terkejut bukan main, setelah mendengar istrinya memenangkan lomba balap motor. Benny langsung menghampiri Cessa di lokasi balap motor. Sedangkan keluarga Cessa di kediaman dirgantara sedang heboh melihat berita tentang Cessa.


Brain menelpon Benny berkali-kali, namun tidak ada yang di angkat. Brain dan Tasya memutuskan untuk datang juga di lokasi balap motor. Benny tiba lebih dulu di banding Brain dan Tasya. Benny turun dari Mobil, berlari mencari keberada'an sang istri. Di panggung, istrinya sedang berfoto dengan orang secara bergantian.


Cessa mengaduh, merasa perutnya sangat sakit, sehingga membuatnya terduduk karena tidak mampu lagi berdiri. Benny segera berlari dengan keadaan panik setelah melihat istrinya kesakitan.


"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Benny.


"Yank, sepertinya aku mau melahirkan! Lihatlah ketubanku sudah pecah," ucap Cessa menahan sakit.


Benny segera menggendong sang istri ala brydal style. Membawanya masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit. Bertepatan dengan mobil Brain yang baru tiba tepat di samping mobil Benny.


"Benny," teriak Brain memanggil sahabat sekaligus menantunya.


"Aku tidak ada waktu! Secepatnya aku akan membawa Cessa ke rumah sakit," ucap Benny.


"Kenapa Cessa? Apa yang terjadi denganya?" tanya Tasya kawatir.


"Sepertinya dia akan melahirkan! Ketubanya sudah pecah," sahut Benny, segera masuk ke mobil dan meninggalkan mertuanya di lokasi balap motor.


"Yank, aduh sakit banget perutku," rengek Cessa sembari membuang nafas pelan.


"Sabar sayang! Ini sebentar lagi sampai," ucap Benny dengan raut wajah kawatir.


Keringat dingin sebesar biji jagung mengalir dari dahi Cessa. Benny merasa kasihan pada istrinya yang menahan sakit. Ia sudah mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai ke rumah sakit.


Dari arah belakang, Benny juga melihat mobil Brain sedang mengikuti mobilnya. Tak lama merekapun tiba di rumah sakit dengan vasilitas termewah. Benny menggendong Cessa keluar, menuju pada petugas yang membawa emergency stretcher.


"Tolong! Istri saya mau melahirkan," ucap Benny membaringkan Cessa di emergency stretcher.

__ADS_1


Cessa menggenggam tangan suaminya, tidak ingin jauh dari suaminya. Benny faham, iapun mencoba menguatkan istrinya dengan membalas genggaman tanganya.


Hingga ribalah mereka di ruang bersalin yang dokternya sudah standby di sana.


"Dok, tolong istri saya! Ketubanya sudah pecah, tolong selamatkan istri dan bayi kami," ucap Benny memohon.


"Sayang, temani aku! Aku takut," ucap Cessa memohon.


Dengan seizin dokter, Bennypun menemani persalinan sang istri. Cessa meminta persalinanya berjalan secara normal. Ia ingin merasakan kondratnya sebagai seorang wanita. Melahirkan anak-anaknya dengan penuh perjuangan.


Benny mengenakan baju rumah sakit yang sudah di siapkan. Benny tidak hentinya melafalkan doa untuk keselamatan istri dan calon buah hati. Sesekali Benny mencium kening Cessa, seolah dia sedang mentransfer energynya untuk Cessa.


Sebelumnya, Cessa membaca petunjuk cara mengejan yang benar beserta posisinya.


Selalu tempatkan dagu di dada dan tarik punggung ke depan untuk membantu otot perut dan rahim saat mendorong bayi keluar.


Saat mengejan gigi bertemu dengan gigi, hindari berteriak karena akan menghabiskan tenaga Anda.


Tempatkan tangan di bagian belakang paha sambil menarik kaki agar terbuka lebar.


Untuk mempercepat proses persalinan, tempatkan diri pada posisi duduk sehingga gravitasi turut membantu proses kelahiran bayi.


"Tarik napas dalam-dalam, buang perlahan, dan dorong, ya bu,” aba-aba dari dokter yang menangani proses persalinan Cessa.


Tak lama, kini Cessa dan Benny mendengar tangisan dari bayi mereka. Kesuanya sangat bahagia, terlebih Cessa melahirkan seorang putra penerus perusaha'an keluarga Benny.


"Terimakasih sayang! Kamu telah berjuang melahirkan putra kita," ucapnya pada Cessa yang sedang terharu bercampur bahagia.


Tak lama kemudian, setelah Cessa di pindah ke ruang rawat. Dokter juga memperbolehkan Cessa memangku putra kecilnya. Benny tersenyum, merasa terharu melihat Cessa yang nampak keibuan. Bennypun tidak menyangka, seorang Cessa bisa menjadi ibu yang baik untuk anaknya.


Brain beserta keluarga besar dirgantara datang menjenguk putrinya sekaligus melihat cucunya. Di susul keluarga Alvaro berdatangan satu persatu, membuat ruang inap Cessa di penuhi bnyak orang. Senyum kedua keluarga besar nampak terlihat jelas. Apa lagi putra Cessa dan Benny sangatlah tampan.


"Siapa namanya, Ben?" tanya Brain.


"Aku beri nama putraku "Adnsky Alvaro", calon ceo penggantiku," ucap Benny bangga.


"Permisi, waktunya sang ibu memberi asi untuk bayinya," ucap perawat yang baru saja datang.

__ADS_1


Benny meminta seluruh keluarganya dan keluarga Cessa untuk keluar sebentar. Karena istrinya memerlukan ruang privasi untuk menyusui putranya.


Meski belum terbiasa dan terasa agak geli, Cessa tetap menyusui putra kecilnya. Benny berbisik di telinga Cessa, setelah melihat istrinya menahan geli.


"Bagaimana rasanya? Enakan menyusui ayahnya atau bayinya," goda Benny dengan bisikan kata-katanya.


"Jangan mulai ya, papa?" ucap Cessa.


Benny menahan senyumnya ketika melihat ekspresi fokus istrinya. Bahkan Sky meminum asi ibunya dengan sangat rakus, membuat Benny merasa iri.


Cessa yang melihat suaminya terdiam tanpa suara, mendongakkan kepalanya melihat suaminya sedang fokus melihat putranya yang sedang menyusu di dada ibunya.


"Jangan iri dengan putra kita, sayang," bujuk Tasya.


Benny mengangguk, sementara ia akan mengalah dengan putranya.


Beberapa tahun kemudian,,,


Seorang pria tampan bernama Adnsky Alvaro, putra dari Benny Alvaro dengan Princessa Moana yang saat ini menggantikan ayahnya mengelola perusaha'an turun temurun dari keluarga Alvaro.


Pria tampan yang sifatnya sebelas dua belas dengan sang ayah. Seperti kata pepatah like son like father. Pria dingin dengan sejuta pesona, membuat para wanita tunduk di hadapanya.


Jika sang ayah Benny Alvaro, pernah berkeinginan menjadi single man. Itu terjadi murni karena keinginanya sendiri. Lain halnya dengan Adnsky Alvaro atau sering di panggil Sky. Pria ini yang dulunya memiliki sifat seperti mamanya yang usil, tiba-tiba berubah menjadi dingin hanya karena seorang wanita di masalalunya.


Cessa berulangkali mengenalkan Sky dengan wanita pilihanya, namun selalu penolakan yang menjadi jawaban akhirnya.


"Pa, lihat putramu! Umurnya sudah hampir kepala tiga, namun dia masih enggan untuk menikah," ucap Cessa.


"Biarkan saja dia menentukan kapan ingin menikah, ma," Benny menanggapi.


Siapakah jodoh Adnsky Alvaro?


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Terimakasih telah membaca Ekstra part


Kelanjutan novel tentang Adnsky Alvaro, tunggu di next novel selanjunya

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2