
Sesuai rencana mereka kemarin,kini mereka bertiga bisa di bilang double date.Seharusnya treeple date,berhubung Benny dan Ellen bukan pasangan.Jadi sama saja mereka berdua menemani Brain dan Boy melaksanakan double date bersama Tasya dan Debby.
Dengan riang dan gembira,mereka menikmati perjalanan ke pantai.Mereka hanya menggunakan satu mobil yang agak besar.Mobil itu adalah milik Jonatan Daddynya Brain.Tak lama mereka telah sampai di pantai.Tasya,Debby dan Ellen segera berlari menuju ke bibir pantai.Sedangkan Brain,Boy dan Benny berjalan santai sambil memperhatikan ketiga gadis yang sedang berlarian.Beruntung cuacanya bersahabat,tidak panas ataupun mendung.Jadi mereka ber enam bisa leluasa menikmati liburanya di pantai.
Ketiga gadis itu tetap berlari kejar kejaran,dari ujung ke ujung.Lelah karena berlarian,Tasya dan Debby menghampiri kekasihnya.Kecuali Ellen yang menghampiri Benny yang berjemur di pantai.
"Sayang,aku capek."Rengek tasya,langsung duduk dan bersandar di bahu suaminya.
"Bee,kamu gak capek berlarian barusan?"Tanya Boy pada Debby
"Capek bee,peyuk aku."Rengek Debby mulai manja.Benny yang melihat pasangan kemarin sore itu,memutar kedua matanya jengah dengan kelebayan mereka.
Brain menggenggam tangan Tasya,menyusuri pantai,dengan deburan ombak yang tidak terlalu besar.Sama halnya dengan dua pasangan yang kemarin baru saja Jadian.Mereka berempat duduk di tepian pantai,sembari menunggu mata hari terbenam.Sedangkan Benny merasa tidak nyaman,karena Ellen terus saja mengikutinya.Sengaja telinganya di tutup menggunakan earphone.Dia tidak ingin mendengar suara Ellen yang bertanya perihal cinta kepadanya.
"Ngapai lo ngintilin gua terus,sih?"tanya Benny sambil menendang pasir pantai yang ia injak.
"Kak Ben,jangan cuekin Ellen,dong!Ellen hanya ingin ngobrol dengan kakak."
"Habisnya dari tadi yang lo bahas hanya cinta dan cinta.Gua gak ngerti soal begituan dan tidak ingin mengenal begituan."Ucap Benny,kemudian ia berlalu meninggalkan Ellen dan menghampiri ke empat temanya.Ellen berlari mengejar Benny,gadis itu tidak ingin menyerah.Ellen sudah terlanjur suka dengan Benny,maka dia akan berjuang untuk mendapatkanya.
Boy yang melihat sepupunya mengejar-ngejar sahabatnyapun,segera memanggil Ellen.Boy tidak suka jika Ellen mengejar-ngejar cowok.Bagaimanapun dia adalah cewek,gak sepantasnya cewek mengejar-ngejar cowok.Apa lagi cowok yang di kejar,berhati batu seperti Benny.Walau sampai ke ujung menara eiffel,si Benny tidak akan pernah luluh.
"Elen,kemari."Panggil boy,membuat langkah Ellen yang mengejar Benny,terhenti.
"Apa sih panggil-panggil aku?ganggu aja deh."
"Lo bisa anteng bentar gak?dari tadi gua lia elo ngintilin Benny terus."
__ADS_1
"Ini lagi berjuang kak Boy,berjuang mendapatkanya."
"Mimpi saja lo sampai nyangkut ke langit,dia gak bakalan jatuh cinta sama elo.Yang ada lo malah sakit hati karena dia.Cinta-cita dia menjadi single Man,jadi lo bisa mikir dari cita-cita dia."Ucap Boy membuat bibir Ellen manyun.
"Dih,itu mulut udah kayak mulut ikan,deh,Len."Seru Boy
"Udah lah,kalian berdua pasangan kemarin sore.Puas-puasin bermesra'an,gak usah mikirin gua.Gua sedang berusaha meluluhkan hati Benny.Akhirnya Boy hanya diam saja membiarkan Ellen mendekati Benny kembali.Yang terpenting dia sudah mengingatkan.
"Ngapain lagi sih lo kemari?tanya Benny merasa risih.
Sedangkan Brain dan Tasya dari tadi menikmati liburanya.Tidak menghiraukan teman-temnya yang berisik.
"Mas,bentar lagi kita lulus,itu artinya kita akan berpisah.Kamu pergi ke luar negeri untuk memperdalam ilmu menjadi chef terkenal."
"Apa kamu takut aku tinggal,sayang?kalau begitu kamu ikut saja.Kita bisa tinggal di apartemen,sekalian kamu kuliah di sana."Ucap brain sambil menciumi rambut Tasya.
"Aku akan di sini menunggumu kembali,aku akan kuliah di indonesia saja,mas.Aku akan menjaga putri kita,sambil membantumu menghandle cafe dan restauran milikmu di sini."
Brain semakin mengeratkan pelukanya pada istrinya.Rasa cinta dan sayangnya semakin hari semskin kuat.Sebenarnya dia tidak sanggup jika berjauhan dengan anak dan istrinya.Namun ini semua ia lakukan demi masa depanya dan anak istrinya.Brain akan menjanjikan masa depan yang baik untuk kedua orang yang dia sayangi.
Hingga detik ini,setatus mereka masih tersimpan rapat.Hanya Benny yang tahu setatus mereka berdua yang sebenarnya.Untung saja Benny anaknya tidak ember.Mereka sudah berencana akan melangsungkan resepsi pernikahan,setelah Brain kembali ke indonesia.Mereka sengaja memberi kejutan kepada teman-temanya.Sekalian menghindar dari gosip negative karena nikah muda.
Tasya memeluk erat tubuh suaminya,seolah moment ini akan hilang beberapa saat lagi.Ia harus menunggu bertahun-tahun untuk merasakanya kembali.
"Woy,kalian pacaran udah kayak suami istri saja.Bukan muhrim woy,kasih jarak jangan terlalu nempel."Seru Boy
"Anjir,gua timpuk pakai sepatu lo,Boy."Timpal Brain
__ADS_1
"Udah sayang,mereka pasti gak bisa seperti kita."Sahut Tasya semakin mengeratkan pelukanya di tubuh brain.Bahkan ia mendusel-dusel di leher suaminya.Kelakuan Tasya barusan malah membuat Brain merinding.Kalau di teruskan,bisa-bisa Brain on di tempat yang salah.
"Sayang,jangan seperti ini,kamu bisa bikin aku memakanmu saat ini juga."Bisik Brain,tasya langsung menatap wajah suaminya.Tasya sudah faham,maksud suaminya barusan.Dia segera menghentikan aksinya barusan.
"Malam ini bagaimana kalau kita menginap di sini?kebetulan tadi aku bawa dua tenda besar."Tawar Boy
"Enggak,kita langsung pulang!Lagian besok sekolah,geblek."Sahut Brain yang sebenarnya hanya alasanya saja.Dia tidak akan kuat jika tidak memeluk istrinya.Apa lagi ulah istri nakalnya barusan.Tentu saja Brain memilih pulang dan langsung memerkam Tasya di ranjang.
"Yah,gak asik loh bos."Ucap Boy
"Ya elah,lain kali juga bisa,kutil."Sahut Benny
"Ya sudah,kalau lain kali kita ke vila miliknya Brain,gimana?"usul Boy,seketika mengingatkan Brain dan Tasya pada malam kelulusan Smpnya dulu.Membuat mereka berdua langsung diam membeku.
"Woy,boleh gak,Bos?"tanya Boy sekali lagi.
"Terserah kalian saja."Jawab Boy singkat
Hanya melihat ekspresi Brain,Benny bisa menebak.Sahabatnya sedang teringat malam yang membuat hidupnya berantakan.Akhirnya Benny mengusulkan ke tempat lain,selain vila.
"Gak asik di vila,kalian punya pasangan,nah gua jomblo,man."Ucap Benny malah bikin mereka menertawainya.Pasarnya dia sendiri yang bercita-cita menjadi "Single Man",padahal di luar sana banyak cewek yang ngantri pengen jadi pacarnya.
"Terus,lo maunya kemana,nyet?"Tanya Boy
"Ya di sini saja,di pantai ini kita bikin "Small Party",bagaimana?"
Para cewek antusias dengan usulan Benny barusan.Mau tidak mau,Brain dan Boy mengiyakan saja.Setidaknya melihat ceweknya senang,merek juga ikut senang.
__ADS_1
Hari kian larut,mataharipun sudah terbenam.Mereka kembali ke rumah masing-masih.Brain dan Tasya mengantar mereka satu per satu ke rumah mereka masing-masing.Kini tersisa mereka berdua menuju kediaman dirgantara.Brain mengemudi lumayan cepat,karena tidak sabar ingin menerkam istrinya.Menghukumnya karena tadi sewaktu di pantai,istrinya sudah berani memancinya.