
Cessa mogok sekolah, padahal lusa dia harus mengikuti ujian akhir nasional. Kalau tidak di nikahkan dengan Benny, Cessa tidak akan mau sekolah. Brain sudah pusing menghadapi kegila'an putri sulungnya. Jika Cessa meminta menikah dengan lelaki seumuranya tidak akan menjadi masalah. Yang menjadi masalah Brain adalah, putrinya meminta di nikahkan dengan Benny sahabatnya.
Brain mengacak rambutnya frustasi, sedangkan Axel malah menertawakan adiknya. Tasya mencoba membujuk putrinya, namun nihil. Sedangkan Aileen putri bungsu Brain yang akan berangkat sekolah bersikap acuh, seolah tidak mau tahu tentang kakaknya.
"Aileen! Bujuk kakakmu, suruh dia sekolah," perintah Brain.
"Aileen telat nih, yah! Sudah, turutin saja kemauan kakak," ucapnya segera pergi dari rumah.
Tidak ada cara lain, daripada masa depan putrinya berhenti di tengah jalan. Mau tidak mau, Brain terpaksa menuruti kemauan putri sulungnya.
Brain akan mendatangi Benny di kantornya saat ini juga. Hanya sahabatnya itulah yang di inginkan putrinya saat ini. Entahlah, ini terlalu gila, Brain sendiri tidak yakin jika Benny akan bersedia menikah dengan putrinya. Keduanya sama-sama kurang waras di mata Brain. Benny yang bercita-cita menjadi single man, tanpa wanita di hidupnya. Sedangkan putrinya adalah anak gadis yang berpenampilan tomboy dan urakan.
Entahlah apa yang akan terjadi dengan keduanya jika sampai mereka menikah. Brain menghembuskan nafas kasarnya, segera ia lajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi. Tak lama tibalah Brain di kantor milik sahabatnya.
Saat itu Benny baru saja selesai meeting dan hendak memasuki ruanganya. Tiba-tiba Brain nyelonong masuk bersama'an dengan Benny.
"Ada apa lagi?" tanya Benny, mengikuti arah Brain duduk.
Brain meneguk sebotol air mineral yang tersedia di meja ruangan kerja sahabatnya. Setelahnya, Brain menghirup udara lalu menghembuskanya pelan. Ketika dirinya sudah agak tenang, Brain langsung bicara pada intinya kepada sahabatnya.
"Ben, gua tahu lo menginginkan hidup sendiri tanpa wanita di hidup lo. Tapi gua mohon, demi persahabatan kita, tolong menikahlah dengan Cessa," ucap Brain to the poin.
Benny yang sedang meneguk air mineral dalam botol langsung menyemburkanya tepat di muka Brain. Brain mengumpat, menahan emosinya karena bisa menggagalkan rencananya.
__ADS_1
"Lo ngomong apa barusan? Menikah dengan putri gila lo?" ucap Benny dengan nada terkejutnya.
"Ya, tolong menikahlah dengan Cessa! Dia ngambek tidak ingin makan, tidak ingin sekolah, tidak ingin keluar kamar. Sebagai seorang ayah, gua merasa sedih melihat putri gua seperti itu, Ben," ucap Brain dengan wajah nelangsanya.
"Lo lupa cita-cita gua, hah? Lagian putri lo model-modelanya seperti cowok, mau jadi apa rumah tangga kami, hah?" protes Benny.
"Lo tenang Ben, gua bakalan ngerubah putri gua. Itupun juga memerlukan bantuan dari lo, gua yakin, Cessa bakalan nurut apapun kata lo. Lo tinggal minta dia berubah, pasti dia akan berubah seperti yang lo harapkan."
"Tapi masalahnya gua gak cinta sama Cessa dan dengan wanita manapun," ucap Benny.
"Cinta bisa datang dengan sendirinya, seperti gua dan Tasya dulu," sahut Brain.
Benny memijit kepalanya karena mendadak pusing. Di sisi lain dia kasihan melihat sahabatnya, di sisi lain dia tidak ingin menikah. Terlebih parahnya harus menikah dengan gadis berumur delapan belas tahun yang model-modelanya seperti Cessa.
"Beri gua waktu! Gua harus memikirkanya," pinta Benny.
Brain mengangguk, ia harus memberi waktu kepada sahabatnya untuk berfikir. Ini terlalu mendadak dan sudah pasti Benny belum siap. Meskipun di lihat dari segi finansial sudah mencukupi. Namun dari segi kesiapan hati dan fisik, Benny belum siap. Dia bukan lelaki abnormal, dia adalah lelaki normal. Hanya saja harapan hidupnya terlalu aneh dan berbeda dengan lelaki lain. Jika lelaki lain tidak bisa hidup tanpa wanita di sisinya. Berbeda dengan Benny, hidupnya lebih damai tanpa wanita di sisinya.
Brain hanya memberinya waktu duapuluh empat jam. Karena Benny harus bisa segera membujuk Cessa agar mau sekolah. Terpaksa Benny mengiyakan dan menyetujuin rencana pernikahan bersama Cessa. Meskipun pernikahanya akan menggemparkan public. Benny sudah tidak peduli, menikah ataupun tidak, putri sahabatnya akan terus mengganggunya. Setidaknya dengan menikahi Cessa, Benny bisa mengendalikan Cessa sesuai keinginanya.
Mendengar Benny bersedia menikahinya, Cessa langsung keluar kamar dengan sangat riang. Bahkan Cessa mencium satu persatu penghuni kediaman dirgantara. Mulai dari Brain, Tasya, adiknya, grandmanya, grandpanya, uncle beserta istri dan anaknya. Melihat putrinya kembali seperti semula, Brain dan Tasya bernafas lega.
Pernikahan antara Benny dan Cessa akan di gelar setelah kelulusan Cessa. Semua tidak cuma-cuma, Brain memberikan sayarat kepada Cessa. Meskipun berat, Cessa tetap menuruti syarat dari ayahnya. Di mulai dari merubah gaya berpakaianya yang seperti lelaki menjadi lebih feminim. Kemudian merubah gaya pecicilanya agar lebih kalem. Untuk lainya, Brain memasrahkan pada Benny sahabatnya.
__ADS_1
Meskipun akan terlihat lucu, putrinya menikahi sahabat ayahnya sendiri. Namun tidak ada pilihan lain selain menyetujuinya. Lagi pula meskipun jarak umur keduanya sangat jauh, Benny tidak terlihat tuan. Lelaki itu tetap awet muda di usianya yang sudah berkepala tiga.
Uang bisa membuat seseorang lebih terlihat muda dari usianya. Begitupun dengan Benny, Bahkan orang-orang akan mengira Benny masih berumur dua puluhan tahun. Karena Benny pandai mengurus dirinya sendiri.
Cessa bersemangat berangkat ke sekolah untuk menjalankan ujian kelulusanya. Itupun harus di antar jemput oleh Benny. Seperti saat ini, Benny harus menyesuaikan penampilanya seperti ABG. Karena ia tidak ingin terlihat tua jika jalan bersama Cessa.
Cessa semakin terpesona dengan penampilan Benny yang mirip opa-opa korea idolanya. Cessa juga menyesuaikan penampilanya sesuai keinginan Benny. Dari sekian lama sekolah, baru kali ini Cessa mau mengenakan rok. Sebelumnya ia selalu memakai seragam murid laki-laki. Perubahan penampilan Cessa sudah pasti menggemparkan seluruh teman-temanya di sekolah. Di tambah lagi, ia yang di antar cowok ganteng.
"Kerjakan soal dengan teliti! Jika nilaimu jelek, maka kita batalkan saja pernikahanya," ancam Benny.
"Tenang sayang! Aku pasti lulus dengan nilai yang baik. Jangan lupa menjemputku sepulang sekolah, I love you uncle Benny," ucap Cessa tertawa riang setelahnya.
Benny memperhatikan langkah Cessa yang di buat-buat seolah ia adalah gadis feminim. Benny menahan tawanya karena baginya Cessa sangat lucu. Ternyata semudah itu mengendalikan si tomboy yang pecicilan. Cukup dengan cinta dari Benny, makan Cessa akan luluh. Meskipun belum ada rasa sedikitpun, Benny tetap berusaha merubah dirinya seperti Cessa yang telah berusaha merubah dirinya. Setelah Cessa menghilang dari pandanganya, Benny segera melajukan mobilnya menuju arah kantornya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Ada-ada saja kemauan Cessa🤭
Untung saja Bang Benny bersedia, meskipun terpaksa.
Tapi lucu juga kalau mereka berdua menikah 🤭
Bukan lagi Pernikahan rahasia dengan mantan pacar. Tetapi berubah menjadi Pernikahan rahasia dengan sahabat ayah🤭
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️