Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
membobolkan gawang pertahanan


__ADS_3

Sepulang sekolah sebelum suaminya datang ke kelasnya.Tasya sudah mengirim chat terlebih dahulu kepada brain.Bahwa siang ini dia ingin berenang bersama Debby.Belum juga brain membalas chatnya.Tasya sudah lebih dulu pergi bersama Debby.


Brain yang pulang agak telat karena ada ulanganpun baru bisa membuka Handphonenya.Dia melihat ada satu pesan masuk dari istrinya.Brain menaikan alisnya sepontan otaknya langsung berputar pada kejadian tadi malam.


"Berenang?"Brain yang merasa heran pasalnya tadi malam Tasya bilang dia sedang datang bulan.Tapi kenpa siang ini dia bisa berenang bersama Debby.Brain yang merasa ada kejanggalanpun baru sadar jika istrinya sedang membohonginya.


Brain membalas chat istrinya bahwa ia mengizinkan tasya pergi berenang bersama Debby.Dia berpesan agar tasya jangan terlalu capek dan jangan pulang terlalu larut.


Sedangkan brain menyeringai di otaknya telah tersusun rencana yang tak kalah licik dari istrinya.Ia bertekat malam ini Brain akan membuat tasya mati kutu di buatnya.


Sore harinya ketika tasya baru pulang,melihat suasana rumah begitu sepi.Entah kemana perginya mertua,suami,anak dan juga yang lainya.Tasya langsung masuk ke dalam kamar.


"Cekrek,"Suara pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka menampakan Brain yang hanya bertelanjang dada dengan melilitkan handuk sebatas pinggangnya.


Tasya terpaku menatap perut kotak-kotak suaminya.Sampai-sampai ia kesusahan meneguk salivanya sendiri.Tasya yang melihatnyapun langsung membalikan tubuh memunggungi suaminya sehingga membuat Brain menyeringai.


Bukan brain namanya kalau tidak usil dan membalas kebohongan istrinya.Brain mengulum senyum mendekati istrinya.Tanpa ragu tanganya melingkari pinggang tasya membuat tasya mendadak merinding di buatnya.


"Baru pulang,sayang?"Bisik brain langsung menempelkan bibirnya di telinga Tasya.Membuat bulu kuduk Tasya semakin meremang.


"Lepaskan,Brain!A,,,a,,,aku mau mandi dulu badanku lengket.Bukanya melepaskan tanganya,Brain malah mempererat tanganya yang saat ini sedang melingkar di pinggang indah istrinya.Tubuhnya sengaja ia tempelkan pada tubuh Tasya bagian belakang.Bagaimana kondisi jantung Tasya saat ini jangan di tanyakan lagi.Rasanya jantungnya seakan terlepas dari tubuhnya saking gugupnya.


"Aku menginginkanmu saat ini juga,Sayang.Suara brain yang sengaja di buat semakin seksi agar istrinya makin ketakutan.Dalam hatinya Brain ingin rasanya tertawa terbahak-bahak melihat wajah takut Tasya saat ini.

__ADS_1


"Aku kan sedang datang bulan,Mas."


Brain langsung memutar tubuh Tasya dan mendaratkan kecupan di bibirnya.Hanya kecupan singkat mampu membuat wajah Tasya bersemu merah.


Sialnya lagi,niat Brain hanya ingin menggoda istrinya.Malah dia yang terpancing gara-gara ciuman singkatnya barusan.Manis itulah yang ia rasakan sehingga menginginkan yang lebih dari kecupan.


"Kamu tau sayang,aku saat ini akan menghukumu karena kamu sudah berani membohongi suamimu ini.


Brain menatap dalam istrinya membuat Tasya bergidik ngeri.Brain mendorong tubuh tasya sehingga posisinya saat ini menempel di pintu.Tanganya meraba mencari kunci dan memutarnya.Setelah mengunci pintu,Brain langsung melempar kunci itu asal.Membuat mata tasya membelalak semakin di buat gugup.


"Kenapa di kunci?Mas jangan kayak gitu deh,serem banget ih."Tanya tasya dalam kondisi semakin gugup.


Brain tersenyum menatap istrinya yang saat ini terlihat gugup.Di angkatnya tubuh Tasya ala bridal style dan menurunkanya di ke atas ranjang secara pelan.


"Mas aku sedang datang bulan."


"Kamu tahu sya!"Membohongi suami adalah perbuatan dosa.Mana ada orang datang bulan berenang.Brain langsung mendekatkan wajahnya dan mencium bibir tasya kembali.Tasya yang terbuai dengan perlakuan lembut suaminya dan langsung membalas ciuman suaminya.Tangan brain mulai meraba mencari sesuatu yang ia inginkan tanpa melepas pagutan bibir mereka.


Setelah sesuatu yang ia cari telah ia dapatkan.Brain langsung membuka satu persatu kancing baju seragam Tasya.Sehingga menampakan sesuatu yang indah yang selama ini belum pernah ia lihat secara sadar.


Tasya langsung memalingkan muka karena saking malunya.Saat ini brain telah di selimuti kabut gairah.Walau ini bukan yang pertama lagi baginya.Tetapi ini adalah yang pertama baginya dalam keadaan sadar.Dan tasya adalah gadis pertama yang ia cumbu dalam keada'an sadar.


Brain menelusuri tubuh istrinya tanpa terkecuali.Entah kapan brain melucuti semua pakaiannya dan pakaian tasya.Yang jelas saat ini mereka dalam kondisi tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh polosnya.

__ADS_1


"Tenang saja!Kamu gak akan hamil setelah kita melakukanya.Karena aku sudah mempersiapkan semuanya .


Tasya hanya pasrah mengikuti permainan dari Brain.Ingin menolakpun dosa dan ingin berlaripun tak mampu.Tubuhnya semakin menggelinjang saat tangan dan bibir brain mempermainkan seluruh bagian tubuhnya.Bahkan ******* indah telah lolos dari bibir Tasya.Mendengar ******* dari istrinya membuat brain semakin bersemangat untuk menjebolkan gawang pertahanan.Dan sore itupun menjadi saksi penyatuan tubuh keduanya.Dari sekian lamanya mereka menikah.Baru kali inilah malam pertama itu terjadi.Lebih tepatnya belum malam tetapi masih sore.


Brain mengusap peluh di tubuh seksi istrinya.Setelah berhasil membobol gawang pertahanan.Brain mencium kening istrinya yang terlihat lelah melayani suaminya.Untuk sementara cukup satu ronde saja.Selebihnya akan mereka lanjutkan nanti malam.


Brain menggendong tubuh istrinya ala bridal style menuju ke bathub kamar mandi.Sengaja ia ingin membuat tubuh istrinya rilex dan melupakan rasa sakit di area intinya.Karena nanti malam ia akan berniat membuat istrinya lembur sampai pagi.


"Terimakasih sayang!terimakasih telah menjaganya untuku.Meski kamu bukanlah yang pertama bagiku.Tetapi kamu gadis pertama bagiku dalam keadaan sadar."


Brain ikut masuk ke dalam bathub dengan posisi memeluk tubuh istrinya dari belakang.Mulai saat ini bukan lagi bibir Tasya yang menjadi candunya.Tetapi tubuh tasya saat ini pun telah menjadi candu baginya.


Dirasa cukup lama mereka berendam bersama.Dan mungkin ini akan menjadi hobby baru brain.Merekapun mengakhiri berendam bersamanya.


Karena kondisi tasya yang masih kesakitan di area intinya.Maklum saja karena ini yang pertama baginya.Brain menyuruh Tasya duduk bersandar di ranjangnya.Sedangkan brain akan menuju ruang makan untuk menyiapkan makanan untuknya.


Karena tidak mungkin Tasya turun kebawah dalam keada'an sulit berjalan.Pasti seisi rumah akan heboh jika sampai mereka melihat Tasya seperti itu.


Selang lima menit brain sudah membawa nampan berisi nasi lengkap dengan lauk-pauknya ke dalam kamar mereka.Itupun harus melewati introgasi dari mommynya.Dan dengan entengnya brain menjawab "Lagi proses buatin adeknya Cessa."


Callista tersenyum setelah mendengar ucaan putra bungsunya.Ia tak sabar melihat cucu ke tiganya hadir di tengah-tengah keluarga mereka.


"Makan dulu sayang!"pinta brain dengan menyuapkan makanan pada tasya.Tasya menggeleng karena masih bisa makan sendiri sendiri.Brain tidak menerima penolakan dan mau tak mau Tasyapun akhirnya menurut saja.

__ADS_1


__ADS_2