
I love you,sya,,,kata-kata itu masih di ucapkan brain entah untuk keberapa kalinya.Melihat tak ada respon dari istrinya membuat brain mencium tasya lagi dan lagi.Entahlah tasya saat ini seperti orang yang sedang syoh setelah mendengar ungkapan cinta dari brain.Air mata tasya lolos begitu saja antara bahagia dan juga sedih.Bahagia karena akhirnya suaminya membalas cintanya.Sedih karena takut jika ini hanyalah mimpi atau bahkan brain hanya mempermainkanya untuk ke dua kalinya.
"Sya,,,kok lo nangis sih?apa gua terlalu kasar nyium lo?mau yang lebih lembut dari tadi?"
Tasya menggeleng dan menatap brain tanpa berkedip.Meraba wajah suaminya dari dahi turun ke hidung hingga bibir.Begitupun brain mengelus pipi istrinya yang sangat lembut.Mereka saling menatap dalam.
"Apa ini nyata?apa tadi hanya mimpi?"
Tasya masih belum bisa membedakan mana yang nyata dan mana mimpi.Ungkapan cinta dari brain terlalu mendadak sehingga membuatnya syok.
"Apanya yang mimpi?tatap gua sya,,,gua nyata."
"Tapi kamu gak beneran cinta sama aku brain.Kamu hanya ingin mempermainkan perasa'anku untuk ke dua kalinya kan?"
"Astaga sya,,,gua ngungkapin cinta ke elo hingga berkali-kali,,,lo bilang hanya main-main?lo maunya gimana?apa gua harus sewa gedung terus nyalain ribuan lilin dan berdongkok di hadapan lo sambil membawa puluhan bunga mawar untuk ngungkapin rasa cinta gua ke elo?"
Tasya menggelengkan kepala,,,brain langsung menatap dalam manik mata istrinya.
"Sya,,,aku serius dengan apa yang aku ucapkan barusan ke kamu.Aku mencintaimu dan entah sejak kapan akupun gak tau.Yang jelas di sini,,,di hati ini sekarang ada namamu.Bisakah kita memulai dari awal?melupakan segala masalalu yang akan menyakiti kita kedepanya?"
Tasya mengangguk lalu memeluk brain dengan sangat erat.Menumpahkan tangis bahagianya hingga membasahi bahu brain.Brain melepaskan pelukan tasya.Dia usap air mata tasya lalu mengecup kening tasya.
"Lalu Mona?"
"Jujur,,,aku gak bisa menghapus dia dari hatiku.Tapi kalian menempati sisi masing-masing di dalam hatiku.Dia adalah ibu kandung cessa dan kamu adalah bunda cessa saat ini dan selamanya.Kalian berdua adalah wanita hebat bagiku.Jadi maukah kamu menerima cintaku,sya?dan menua bersamaku?"
"Iya brain,,,aku mau,,,aku juga sangat mencintaimu dari dulu dan selamanya cuma kamu."
"Di rubah dong panggilanya,,,!masak manggil suami brain gitu?"
"Jadi aku harus panggil kamu apa?"
"Mas brain,,,atau sayang juga boleh."
Tasya malah tersenyum geli mendengar ucapan brain.Sudah terbiasa memanggilnya brain dan sekarang di tambah embel-embel Mas brain atau sayang.
"Geli aku dengarnya,,,!masak di sekolah aku harus manggil Mas atau sayang.Nanti teman-teman kita pada curiga gimana?"
"Masa bodoh dengan mereka semua...!panggil sayang aja deh kalau kita lagi di rumah atau berdua.Kalau kita di sekolah manggil kak atau mas asal jangan panggil nama,gak sopan."
"Iya mas brain sayangku."ucap tasya dengan senyuman termanisnya.
"Duh jadi pengen cium lagi deh kalau senyumu semanis ini,sya."
"Eh,,,tumben manggilnya aku kamu?biasanya lo gua?"
__ADS_1
"Ya beda dong,,,kan kamu istriku dan suami istri gak pakai lo gua."
Tasya mengembangkan senyumnya karena merasa sangat bahagia.Matanya mendadak melebar karena dengan tiba-tiba brain sudah menarik tengkuk lehernya kembali.Brain mencium bibir tasya dengan sangat lembut.Tasya merasakan hal yang sangat berbeda dari ciuman suaminya.Kelembutan dengan penuh cinta yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan.Dengan memberanikan diri tasya membalas ciuman brain.Mereka melewatkan moment romantis itu di dalam kamar tanpa ada satupun yang mengganggu karena putrinya dan jerry masih tertidur pulas.
Pintu di ketuk dari arah luar membuat brain merasa kesal karena di ganggu.Dia segera membuka pintu yang ternyata adalah Axel kakaknya.
"Ke ruang kerja kakak sekarang."
Brain menyempatkan mencium bibir tasya sekali lagi sebelum menemui Axel ke ruang kerjanya.
"Tok,,,tok,,,tok."
"Masuk brain,,,"
Axel meberikan berkas tentang identitas jerry dan beberapa bukti cctv yang ia retas.Entah darimana dapatnya yang jelas saudara brain yang satu ini tidak ada tandinganya di bidang IT.
"Jadi jerry umurnya masih empat tahun dan dia anak dari niken?niken siapa kak?"
"Lihat sendiri semua ada di sini."
Brain melihat foto seorang wanita bersama jerry.Sepertinya wanita di foto itu tidak asing bagi brain.Brain lalu mengingat kembali siapa tahu dia pernah ketemu atau pernah kenal dengan wanita yang ada di foto tersebut.
"Astaga,,,dia Niken mantanku waktu kelas satu SMP kak."
"Lalu siapa ayahnya jerry?"
"Namanya Elvano bukan jerry."
"Sudah terbiasa manggil Jerry,,,!siapa ayahnya?"
"Dia hamil di luar nikah dan status ayahnya tidak di ketahui.Sepertinya Elvano,,,maksudku Jerry korban dari one night stand."
"What?gila,,,berarti di umur tiga belasan tahun tuh cewek sudah punya anak?"
"Apa bedanya sama kamu brain,,,!sama saja pelajar SMA bersetatus bapak."
"Ach bedalah kak,,,!terus dimana aku bisa nemuin nih cewek?biar jerry bisa balik ke ibunya."
"Serahkan sama kakak,,,!kamu tinggal terima beres."
"Tumben kak,,,baik banget..!asal jangan ada maunya ya hehehe."
Setelah mendapat informasi tentang indentitas jerry.Brain kembali menemui istrinya di kamar dan berniat melanjutkan mesra-mesra'an mereka lagi.Saking bersemangatnya ia segera membuka pintu kamar berharap anaknya belum bangun.Dan sepertinya nasip baik tidak berpihak kepadanya.Tasya malah bercanda bermain boneka bersama putrinya dan jerry.
"Brain,,,,,!eh maksudku mas brain bagaimana?apa sudah ada info tentang orang tua jerry?"
__ADS_1
"Duh ampun sebenarnya geli banget manggil dia Mas brain.Tapi bagaimana nagi,,,jika gak nurut pasti dia marah."gumamnya dalam hati sambil menunjukan senyum manisnya pada brain
Brain tersenyum mendekat dan duduk di samping tasya.Rasanya seperti bahagia banget mendengar istrinya memanggilnya mas brain.
Brain melingkarkan kedua tanganya di pinggang tasya.Dengan posisi seperti itu tubuh mereka kini menempel.Bahkan tasya bisa merasakan degub jantung brain.Dan jantungya pun tak kalah berdegub lebih kencang dari jantung brain.
"Brain lepasin,aku bisa serangan jantung jika posisi kita seperti ini."
"Kok brain lagi sih?gua cip0k baru tau rasa.Mau kamu di cip0k lagi sampai seperti donal bebek?"
Tasya mencoba melepaskan tangan brain yang melingkar erat di pinggangnya.Namun percuma saja tenaganya kalah kuat dari suaminya.Brain tertawa lepas merasa paling menang sendiri.
"Puas-puasin deh tertawa,,,!menjengkelkan sekali."
"Jangan ngambek dong sya,,,posisi kayak gini tuh enak tahu.Emangnya kamu mau jika aku beginian sama cewek lain?"
"Gak boleh,,,awas ya kamu beginian sama cewek lain."
"Udah berani ngancem suami ya sekarang?makanya nurut sama suami.Biar suami betah di rumah dan gak keluyuran cari cewek di luaran sana.
"Tuh kan,,,bialang aja kamu pengen keluyuran cari cewek lain kan?"
"Idiiih enggak,,,!udah pensiun aku jadi playboy sya.Cukup kamu saja yang jadi satu-satunya dan ingat kamu itu miliku seutuhnya.Makanya jangan dekat-dekat sama cowok lain termasuk si kutu monyet tuh."
"Siapa kutu moyet?"
"Si Mike,sya,,,!awas saja dia sampai deketin kamu lagi.Ku hajar sampai rontok semua giginya biar ompong."
"Dih,,,serem banget sih suami aku."
"Hehehe makanya kasih jatah sya,,,biar Mas gak serem lagi.Masak udah beberapa bulan nikah belum unboxing sama sekali."
"Apa'an sih?gak jelas."
"Eh jangan ngeles lagi,,,!kemarin alasanya karena aku gak cinta kamu.Sekarang udah nyatain cinta masih ngeles lagi."
"Aku takut hamil,,,!kan kita belum lulus.Nanti jika aku hamil apa kata orang-orang coba?pasti mereka mengira kita nikah gara-gara aku hamil duluan."
"Ya pakai pengamal lah sya,,,!nyicil satu kali aja deh ya?nanti kalau enak boleh nambah lagi sampai puas."
Tasya mendorong brain hingga brain terjatuh ke lantain.
"Aduh ma'af mas,,,gak sengaja,,,!sini aku bantuin."
"Aku hukum beneran kamu nanti malam sya.Gak ada penolakan karena kamu sudah mendorong suamimu ke lantai.Jadi persiapkan untuk unboxing nanti malam,sayang."
__ADS_1