Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
Kematian orang tua Tasya


__ADS_3

Tasya yang tampak kurang tenang dalam tidurnya, sehingga berguling ke kanan ataupun ke kiri tanpa disadarinya.Merasakan ada pergerakan di sebelahnya,Brainpun membuka matanya.


Di lihatnya dahi istrinya yang berkeringat dan wajahnya nampak gelusah.Brain segera membangunkan tasya.Karena sepertinya istrinya sedang mimpi buruk.


Tasya terbangun terengah-engah seperti sehabis lari maraton.Di usapnya keringat dingin di dahinya oleh Brain.Tasya langsung berhambur ke pelukan suaminya sambil menangis sesegukan.


"Hey,kamu mimpi buruk,sayang?"


Brain mengelus puncak kepala istrinya.Tasya hanya mengangguk sambil mempererat pelukanya saat mendapat pertanya'an barusan.


"Mas,aku bermimpi kedua orang tuaku kecelaka'an."


"Tenanglah itu hanya mimpi."


Tasya segera menelpon ke nomer maminya namun tidak ada jawaban.Kemudian ia menelpon papinya juga tidak ada jawaban.Hal itu semakin membuat tasya ketakutan.Ia benar-benar takut jika mimpinya menjadi kenyata'an.


Di rasa istrinya sudah tertidur kembali di pelekanya.Brain menyingkirkan helaian rambut panjang yang menutupi wajah Tasya.


"cup."


Brain mengecup kening Tasya singkat,lalu brain menyelimuti tubuhnya dan tubuh istrinya.Brainpun memejamkan matanya menuju alam mimpi.Tasya begitu lelap di dekapan dadanya Brain.


"kriiiiiiiiing."


Dengan sangat nyaring suara alarm di handphone brain berbunyi.Membuat dua pasutri yang tidur saling berpelukan itu terlonjak kaget.Di lihatnya jam dinding di kamarnya menunjukan pukul enam pagi.Jika mereka mandi saling bergilir pasti waktunya tidak akan cukup.


Brain segera berdiri di ikuti tasya yang tak ingin di dahului suaminya.Merekapun berebut ingin masuk ke kamar mandi tanpa ada satupun yang mengalah.


"Udah,kita mandi bareng saja."


Ucap brain final membuat tasya segera menggelengkan kepalanya.Dia takut jika mereka mandi bareng akan menimbulkan sesuatu yang membuat mereka tidak jadi sekolah.Tasya masih ngotot ingin mandi terlebih dahulu.Brain akhirnya mengambil jalan pintas yaitu menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


"Mas,lepasin."

__ADS_1


"Udah,nurut aja kenapa sih?kita bisa telat e.Janji deh,gak bakalan macem-macem."


"Beneran ya."


"Iya sayang,ayo lepas bajunya."


Mendengar perintah suaminya membuat pipi tasya berubah memerah.Brain yang melihat istrinya tak kunjung melepas bajunyapun segera ingin melepaskan baju tasya.


"Aku bisa sendiri."ucap tasya sambil menundukan wajahnya karena malu."


"Ya ampun sya,aku sudah lihat semua bagian tubuhmu.Kenapa harus malu?kalau kamu kayak gini malah bangunin harimau lapar,loh."


Tasya tertegum langsung segera melepas bajunya.Kini mereka berdua mandi bersama tanpa ada adegan lain selain mandi.Susah payah brain mencoba meredamkan nafsunya ketika melihat tubuh telanjang istrinya.Lelaki mana yang tidak akan tergoda jika di suguhi hal yang indah tepat di depan matanya.


"Fokus brain,sekarang mikir sekolah dulu."gumamnya dalam hati


Tak butuh waktu lama kini mereka berdua sudah selesai mandi.Brain membantu tasya dan Tasyapun juga membantu brain.


Mereka tidak sempat sarapan pagi karena jam sudah sangat mepet.Setelah berpamitan kepada Callista dan jonatan.Brain dan Tasya tak lupa juga berpamitan kepada putri mereka.


Pas waktu pintu gerbang akan di tutup mereka sudah sampai.Satpam yang melihat brain dan tasyapun segera membuka gerbang lebar-lebar.Sedangkan Mike sudah melangkah untuk menghampiri mereka berdua.


"Hei,kalian berdua telat dan harus menerima hukuman."ucap Mike


"Lo mentang-mentang jadi ketua osis gak usah belagu deh.Berani ngehukum kita,lo yang gua pecat jadi ketua osis."


"Pecat aja,lagi sudah waktunya pergantian ketua osis baru."timpal Mike


Handphone di dalam tas tasya bergetar menandakan ada telphone masuk.Tasya langsung mengambilnya meskipun ia ragu.Ia menempelkan benda pipih itu di telinganya karena merasa mungkin ada hal yang penting.Tasya segera mengangkat nomer asing yang menelponya.


Setelah mengangkat telponya,mendadak wajah Tasya berubah pias.Tubuhnya mendadak gemetaran dan handphone di genggamanya mendadak terjatuh.


Brain yang menyadari ada yang tidak beres dengan istrinyapun segera bertanya kepada tasya.Belum sempat brain bertanya,Tasya mendadak pingsan.Brainpun dengan sigap menangkap tubuh istrinya dan segera membawanya lari ke UKS.

__ADS_1


Banyak siswa siswi yang heboh saat brain membawa lari tasya kedalam Uks.Bahkan Debby yang mendengar sahabatnya pingsan segera berlari ke UKS.


Brain segera menutup pintu UKS karena banyaknya siswa siswi yang mengerubungi mereka.Kini di dalam Uks hanya ada Brain dan petugas UKS.


Brain segera mengoleskan minyak angin ke perut dan punggung Tasya.Perbuatanya itu membuat petugas UKS kaget.Sampai-sampai berfikir jika brain terlalu lancang menyentuh gadis yang hanya bersetatus pacarnya.


Tak lama Tasyapun bangun dari pingsanya.Tatapanya kosong dan iapun menangis pilu.Brain yang cemas melihat kondisi istrinya dengan penuh tanya di fikiranya.


"Sayang kamu sudah sadar?mana yang sakit katakan."


"Orang tuaku,,,,hik."


Brain segera mendekap istrinya di dadanya.Mengusap kepalanya lembut dan mencium keningnya.Dia jadi semakin bingung karena istrinya belum mengatakan padanya dengan jelas.


"Mami dan papi kenapa,sayang?"


"Barusan haikal telpon,,,,mami dan papiku meninggal karena kecelaka'an.Kita harus kerumah haikal,mas."


Brainpun mengangguk menginyakan permintaan istrinya.Meskipun ia kaget dan merasakan juga kesedihan Tasya.Brain tetep mencoba kuat agar bisa menguatkan istrinya.


Karena mereka tadi hanya membawa motor.Akhirnya Brain meminjam mobil milik Benny dan menukarnya dengan motor sportnya.Kini Brain dan tasya sudah menaiki mobil Benny dan akan menuju kerumah haikal sepupu tasya.


Brain melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Sesekali ia melirik kondisi istrinya yang termenung dengan tatapan kosong.Air matanya terus mengalir tanpa henti.Brain menguatkan istrinya dengan menggenggam erat jemari tangan Tasya.


"Sayang,kamu harus tenang,sebentar lagi kita akan sampai di rumah haikal."


"Bagaimana aku bisa tenang mas,aku gak ingin kehilangan kedua orang tuaku.Apa mungkin haikal ngeprank aku.Ya,,,pasti haikal sendang ngeprank aku kali ini."


Brain menatap iba pada istrinya yang syok hingga tidak bisa menerima kenyata'an.Tapi alangkah lebih baiknya mereka memastikan kebenaranya terlebih dahulu.


Kurang lebih satu jaman mereka berdua tiba di rumah Haikal.Di lihat dari depan rumah yang begitu banyak mobil yang terparkir dan banyaknya orang yang ada di sanapun memperkuat ucapan haikal.Tasya segera lari memasuki rumah haikal di ikuti brain di belakangnya.Mereka tidak peduli jika masih memakai seragam SMA.


Di depan pintu Tasya tiba-tiba berhenti dengan mata lurus memandang dua orang yang tubuhnya terbujur kaku di lantai dan di tutupi kain.Dengan langkah pelan Tasya mulai mendekat dengan mata yang sudah basah karena air matanya.Meskipun kakinya sudah gemetaran,ia terus melangkah mendekat.Di bukanya satu persatu kain yang menutupi tubuh dua orang itu.

__ADS_1


Tasya memundurkan tubuhnya sambil menggelengkan kepala setelah membuka kain penutup kedua jasat tesebut.Dengan pandangan kosong dang tiba-tiba memburam dan berkunang-kunang.Membuat Tasya mendadak tidak sadarkan diri.Sontak membuat orang-orang yang berada di situ menjadi panik.Brain dengan sigap menangkap tubuh istrinya yang pinsan.Haikalpun mengajak Brain untuk membaringkan tasya di ranjang kamarnya.


__ADS_2