
Kedua pasutri itu masih berada di cafe dari tadi.Setelah kenyang,mereka berdua malah tidur sambil berpelukan di ruang pribadi brain.Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menyaksikan mereka.
"Gak bener nih gaya pacaran kalian,gak bisa di biarkan begitu saja."
Benny mengabadikan kedua pasutri itu dalam sebuah foto.Rencananya benny akan mengadukan perbuatan brain kepada orang tuanya.
Sekitar dua puluh lima menit kemudian,Benny tiba di rumah orang tua brain.Benny langsung memasuki gerbang dan memarkirkan motornya di halaman rumah.Sejenak ia menatap pintu rumah brain yang terbuka.Dengan tekat kuat,bukan ingin menghancurkan hubungan cinta sahabatnya.Namun ia hanya tak ingin sahabatnya sampai berbuat di luar batas.
Mungkin setelah ini sahabatnya akan di nikahkan setelah ia memberitahu kedua orang tua brain.Benny memang tahu jika dulu brain playboy.Yang dia tidak ketahui ceritanya tentang Mona,Putrinya dan Tasya.
Benny mengucap salam dan di sambut hangat oleh callista dan jonatan.Sebenarnya ia merasa gugup untuk memberitahu kebenaran.Sekuat mungkin ia memberanikan diri demi kebaikan sahabatnya.
"Ben,kok kamu sendirian saja?di mana Boy?"
Benny menatap callista menjawab dirinya hanya sendiri.Tanpa basa basi Benny segera mengambil handphonenya.Di perlihatkan foto sahabatnya yang tidur berpelukan sangat intim dengan tasya.Benny mengernyitkan dahi saat kedua orang tua brain hanya merespon biasa.Tidak ada keterkejutan atau rasa takut jika putranya berbuat di luar batas.
Anehnya lagi kedua orang tua brain malah tertawa setelah melihat foto yang benny tunjukan.Benny jadi merasa bingung sendiri.Tanpa sadar ia mengacak-acak rambutnya.
"Biarkan saja ben,biar mereka cepat kasih cucu lagi pada kami."
Ucapan jonatan lolos begitu saja membuat benny langsung kaget.Benny sampai menggelengkan kepalanya.Menganggap orang tua brain malah mendukung putranya berzina.
Bukanya berhenti tertawa,callista dan jonatan makin kencang tertawanya.Benny malah tambah di buat bingung.Ia memijit dahinya yang berdenyut karena pusing.
"Ya biarkan saja ben,orang mereka suami istri."
"Whattttt?"
Benny langsung tertegun,merasa pendengaranya sedang bermasalah.Sekali lagi dia meyakinkan pendengaranya dengan bertanya kepada callista.Bola mata Benny langsung melebat tatkala callista juga menjawab hal yang sama seperti suaminya.
Benny merasa kesal,sebagai sahabat,Brain malah membodohinya dan juga Boy.Bisa-bisanya soal sebesar ini ia merahasiakanya dari kedua sahabatnya.Callista dan Jonatan yang menyadari mereka keceplosan langsung meminta Benny agar merahasiakan ini sampai mereka lulus SMA.Benny mengangguk meskipun ia sempat kecewa.
__ADS_1
Tak lama kemudian orang yang sedari tadi mereka bicarakan baru saja pulang.Brain berjalan sambil melingkarkan tanganya ke pinggang istrinya.Tasya sempat mengajak Baby cessa yang kebetulan sedang bermain di halaman.Lalu mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
Dengan santainya Benny memandang mereka berdua.Brain dan Tasya yang baru masukpun seketika di buat kaget.Brain langsung melepaskan tanganya dari pinggang Tasya.
Mereka berdua langsung gugup ketika di pergoki Benny.Namun brain seakan mencairkan suasana dengan berpura-pura mengenalkan Tasya pada orang tuanya.
"Udah,gak perlu nutupin lagi dari gua,gua sudah tahu kalau kalian sudah menikah."
Benny berucap santai,lain halnya dengan Brain dan Tasya yang mendadak terdiam dan melirik ke arah Benny yang melipat kedua tanganya di dadanya.
"Lo anggap gua apa sih,brain?kalian nikah tidak kasih tahu ke gua.Apa gua terlalu ember dan sulit di percaya?"
"Bukanya gitu Ben!"masalahnya pas kita nikah.Kita gak ada rasa sama sekali.Lebih tepatnya hanya tasya yang cinta ke gua.Dan pernikahan kamipun terpaksa karena amanah almarhum sahabat gua."
"Sialan lo,jadi selama ini gua dan boy kalian bodohi."
"Sorry banget brow,benar-benar sorry.Gua rencananya bakalan kasih tahu kalian pas resepsi kami nanti."
"Ben,jangan kasih tahu ke yang lain ya?please."mohon tasya
Brain dan tasya merasa lega dari rasa kekawatiranya.Tentu saja hal ini akan beresiko besar mengingat brain adalah putra pemilik sekolahan.Dan juga Tasya murit yang berprestasi di sekolah.Bisa jadi semua temanya akan menganggap tasya hamil duluan.
Brain langsung berpindah memandang penuh selidik kepada kedua orang tuanya.Callista dan Jonatan langsung saja pura-pura tidak tahu.Mereka langsung meninggalkan ruang tamu menuju ke dalam kamar.
Brain merasa kesal karena orang tuanya tidak bisa menjaga rahasia.Seakan bisa membaca fikiran orang lain.Benny meyakinkan brain untuk percaya kepadanya.
Brain memukul pelan bahu sabatanya ,tak lupa ia berucap terimakasih.Tasya yang masih menggendong baby cessapun mendapat lirikan penuh tanya dari Benny.
"Sepertinya ada satu lagi yang lo rahasiakan ke gua,brain."
Sadar pandangan sahabatnya mengarah pada babby cessa.Brainpun akhirnya memberitahu Benny juga bahwa ia adalah putrinya.
__ADS_1
Denny seakan belum sembuh dari rasa terkejutnya.Namun ia lagi-lagi di buat terkejut kembali.
"Jadi kapan lo hamilnya sya?"perasa'an dari dulu perut lo gak buncit.
"Dia bukan lahir dari rahimku,Ben."
Sudah tiga kali benny di buat kaget oleh mereka.Kali ini benny menyuruh mereka menceritakan semuanya padanya.
Tasyapun menceritakan dari awal hingga saat ini.Benny tidak habis fikir,serumit itu ternyata nasip sahabatnya.Tetapi ia bersyukur,setidaknya saat ini mereka bahagia.
"Kamu sudah tahu semuanya,ben!"jadi jangan cerita ke orang lain,ya."
"Tenang saja sya,gua gak ember kok."
Setelah mengetahui semua rahasia sahabatnya.Benny pamit pulang karena tidak ingin mengganggu pasutri yang sedang bucin.
"Mas,apakah Benny bisa di percaya?aku takut setatus kita akan terbongkar di sekolah."
"Tenanglah,Benny bisa di percaya kok.Ayuk kita mandi sudah sore."
"Kamu duluan,mas."
Brain menggeleng,malahan dengan tiba-tiba ia menggendong istrinya membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Sontak membuat tasya kaget dan ingin di turunkan.Dan percuma saja karena saat ini mereka sudah berada di kamar mandi.Brain mengunci kamar mandi.Membuat tasya gugup karena merasakan bau-bau yang tidak beres pada suaminya.
Dan ternyata benar,saat Brain menatap lekat wajah Tasya.Mendorongnya pelan ke dinding kamar mandi.Hingga untuk kaburpun ia tak mampu.Di daratkanya kecupan di kening tasya.Turun ke kedua mata tasya.Turun lagi ke hidung mungilnya dan terakhir ke bibir ranumnya.
Bagai terhipnotis,Tasya pasrah saja apapun yang ingin di lakukan brain pada dirinya.Mendapat respon,Brainpun makin memperdalam ciumanya.Ciuman yang awalnya hanya kecupan berubah jadi Lum@tan.
"Ahhhhhhh."
__ADS_1
Suara ******* itu lolos dari bibir tasya yang tak bisa menahanya.Dan sore itu terjadi lagi penyatuan mereka yang ke dua kalinya.
"Tok,,,tok,,,tok!"Brain buka pintunya."