
Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam.Itu artinya Brain keluar rumah selama satu jam.Selama itu pula Tasya masih terjaga demi menunggu suaminya.Sedangkan Verlee dan Axel masih menunggu kepulangan Brain di meja makan.Kelihatanya memang aneh jika dua kali hamil,kakak iparnya suka ngidamnya gangguin Brain.Bukan berarti Verlee diam-diam suka pada Brain.Itu murni karena hormon kehamilanya yang memintanya begitu.
Terdengar suara klakson mobil memanggil-manggil penjaga gerbang.Setelah gerbang terbuka,nampak brain yang memarkirkan mobilnya di garasi.Brain turun membawa banyak belanjaan untuk berjaga-jaga ketika kakak iparnya meminta sesuatu padanya.
Verlee tersenyum riang melihat adik iparnya sudah pulang.Sebenarnya Verlee merasa kasihan melihat wajah lelahnya brain.Tapi bagaimana lagi,inipun juga bukan kemauanya.
Setelah membuatkan rujak buah special kepada kaka iparnya.Brain pun memasuki kamarnya mencari keberadaan istrinya.Ternyata istrinya masih menunggunya pulang.Langsung saja dia menulis sesuatu di secarik kertas yang tertulis tidak bisa di ganggu.Lalu menempelkanya di luar pintu kamarnya.Setelahnya Brain langsung mengunci pintu dan menghampiri istrinya.
Sontak membuat tasya was-was karena Brain pasti akan menerkamnya.Sepertinya dugaanya benar,bahkan matanya sudah menatap lekat mata Tasya.Tasya hanya pasrah apapun yang akan suaminya lakukan kepadanya.Melihat wajah kesalnya tadi membuatnya kasihan.
Malam itu mereka lalui sampai pagi dengan kegiatan panas mereka.Meskipun mereka melakukanya sampai pagi.Mereka selalu memakai pengaman.Karena tidak ingin Tasya hamil sebelum mereka berdua lulus SMA.Bagi Brain tidak masalah Tasya hamil ataupun tidak.Karena mereka sudah memiliki putri kecil di antara mereka berdua.Tetapi Brain juga ingin merasakan bagaimana istrinya saat hamil.Meminta sesuatu kepadanya saat dia ngidam.Tidak hanya selalu menuruti ngidam kakak iparnya saja.
Pagi harinya karena kelelahan merekapun bangun kesiangan.Tasya yang hendak turun dari ranjang di cegah Brain.Bahkan kini untuk bergerakpun Tasya tak bisa.Karena tangan kekar suaminya melingkar erat di perutnya.Sebenarnya Tasya tidak enak dengan mertuanya.Sebagai menantu,masak ia harus bangun siang.
"Mas,lepasin."
"Apa sih sayang,aku nyaman begini."Ucap Brain dengan suara seraknya khas bangun tidur.
Tasya tersenyum-senyum sendiri saat suaminya memanggilnya sayang.Biasanya Brain jarang memanggilnya sayang.Selalu namanya yang ia sebut.
"Mas aku tidak enak sama Mom dan Daddy.Masak kita bangun kesiangan sih?lagian hari minggu seharusnya kita habiskan untuk merawat putri kita."
__ADS_1
Mendengar ucapan Tasya seketika membuat Brain langsung melek.Tasya memang benar,kemarin mereka seharian tidak melihat baby cessa.Maka hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengajak baby cessa bermain.
"Kita siap-siap kalau begitu."
"Siap-siap kemana,mas?"
"Kita jalan-jalan dan ajak putri kita lah,sayang."
Lagi-lagi Tasya tersenyum mendengarkan suaminya memanggilnya sayang.Bahkan saking senangnya,Tasya mengajak suaminya mandi bersama.Lelaki mana yang akan menolak saat di ajak mandi bersama.Dengan semangat Brain langsung menggendong tubuh istrinya memasuki kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan mengenakan kaos couple berwarna putih.Tak lupa mereka juga membelikan kaos couple anak-anak dengan warna senada untuk Baby cessa dan Babby Anxel putra kakaknya.Merekapun turun ke lantai bawah dan mendapati dua balita yang tersenyum riang menyambut mereka berdua.
Jika anak-anak lainya yang cenderung mirip kedua orang tuanya.Anak pertama Axel dan Verlee malah mirip dengan Brain.Bukan berarti Verlee selingkuh dengan iparnya.Itu karena saat hamil dulu,Verlee selalu ngidam masakan Brain.Dan itu berlangsung hingga Verlee hamil anak kedua.Sepertinya kedua anak kakaknya akan mirip dengan Brain unclenya.
"Mau kemana kalian berdua sudah rapi?"Tanya Jonatan
"Mau ngajakin duo bocil jalan-jalan,Dad."Jawab brain
"Kebetulan sekali,nitip Anxel dan jagain dia.Soalnya Bundanya lagi mager di kamar mual-mual faktor hamil muda."Sahut Axel
"Siap kak,pasti kami akan menjaga mereka.Ayuk Prince dan Princess bunda,ganti baju dulu,sayang."Ucap Tasya semangat
__ADS_1
Brain sudah menyiapkan dua baby stroller untuk kedua balitanya.Kini mereka berempat sudah berada di dalam mobil.Brain yang mengemudikan mobilnya.Tasya yang menjaga dua balita itu duduk di belakang kemudi.Sesampainya di taman bermain,Brain menggendong keduanya menaiki baby stroller yang ia siapkan tadi.Tasya mendorong baby strollernya baby cessa.Sedangkan Brain mendorong baby strollernya baby Anxel.Mereka merdua persis seperti keluarga berencana.Dua anak cukup,satu cowok dan satu cewek.Apa lagi ke empatnya memakai baju couple dengan warna senada.
Hari minggu yang cerah mereka lalui dengan bermain-main sepuasnya dengan keluarga kecil mereka.Baby cessa dan baby Anxel yang terlihat sama tingginya.Meskipun baby cessa lebih tua beberapa bulan dari baby Anxel.Tetapi jika orang lain yang melihat.Mereka berdua seperti bayi kembar laki-laki dan perempuan.Karena baik baby cessa maupun baby Anxel sama-sama berwajah mirip Brain.
Jadi tidak akan ada orang yang mengira jika baby cessa bukan anak kandung Tasya.Orang-orang akan beranggapan baby cessa cenderung mirip ayahnya.
"Kalian kelihatan masih muda sudah punya anak dua,ya."Ucap ibu-ibu yang juga berada di taman bersama anak-anaknya.
"Eh,iya bu,kami nikah muda dan langsung punya anak dua sekaligus."Celetuk Brain yang kumat lagi ceplas-ceplosnya
"Wah tok cer berarti ya,sekali buat langsung jadi dua."Sahut suami dari ibu-ibu tadi
"Hehehe iya,biar sekali hamilnya dan sekali ngelahirinya,iya kan sayang."Celetuk Brain lagi dan mendapati plototan dari Tasya.
"Tipsnya dong!bagaimana tubuh tetap ideal seperti kamu meskipun beranak dua.Tubuhku jadi melar setelah melahirkan anak kami yang ke dua."Tanya ibu-ibu itu membuat Tasya garuk-garuk kepala bingung mau menjawab apa.
"Sering-sering saja olah raga malam,buk.Ajak saja bapaknya olah raga rutin setiap malam.Di jamin langsung langsing singset seperti model-model di Tv."Lagi-lagi Brain yang menjawab asal,mendapat cubitan di lenganya dari Tasya.
"Wah setuju,ide yang bagus itu mas.Jadi kalian berdua rutin olah raga malam,ya?"Tanya bapak-bapak itu
"Tentu saja pak,setiap pagi,siang,malam kami rutin olah raga.LozzzzZ pokoknya pak,iya kan sayang?"
__ADS_1
Wajah Tasya sudah merah mendengar obrolan suaminya dengan orang di sampingnya.Malu tentu saja itu yang dia rasakan.Resiko punya suami ceplas-ceplos kalau ngomong.Untuk menghindari rasa malunya,Tasya mengajak kedua balitanya bermain di rerumputan luas.Membiarkan saja suaminya terus mengoblor dengan mereka.