Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
I Love You,Sya


__ADS_3

Brain memandang tasya yang sedang membacakan dongeng untuk anak-anak panti.Semua yang tasya lakukan telah di abadikan oleh brain dalam bentuk vidio.Senyuman manis istrinya terala lebih manis dari biasanya.Mungkin beginilah orang yang baru jatuh cinta.Apapun akan terasa manis jika ada cinta dalam hatinya.


Brain ikut tersenyum melihat tasya yang begitu ceria bersama anak-anak panti yang antusias mendengar ceritanya.


Tak terasa hampir seharian mereka menghabiskan hari minggunya di panti asuhan.Walau hanya sehari namun mampu membuka mata brain lebar-lebar.Bahwa di luar sana masih ada banyak anak-anak kuat yang di tinggal oleh kedua orang tuanya.Sedangkan dia di tinggal sahabat sekaligus ibu kandung putrinyapun sudah serasa ingin mati saja.


"Benar juga kata pepatah,,,hilang satu tumbuh seribu.Eh salah,,,maksudnya hilang satu masih ada satu."


"Apanya yang hilang satu masih ada satu?"


"Astaga sya,ngagetin gua aja lo."


"Hehehe,,,pulang yuk,,,!sudah sore kasian baby cessa dan jerry kelihatan lelah."


"Ya sudah,,,kita pamitan dulu dan langsung cabut."


Setelah mereka berpamitan,,,mereka langsung pulang ke rumah.Itupun harus melalui drama para anak-anak panti yang tidak rela mereka pulang.Untung saja brain tidak kehabisan akal dan berjanji minggu depan akan membawakan semua keinginan mereka.Tentu saja dengan cara itu mampu membuat anak-anak panti merelakan mereka pergi.


Brain menyuruh tasya tidur karena terlihat jelas gurat kelelahan pada dirinya.Kendati terlihat lelah,ia tetap tersenyum menidurkan baby cessa di pelukanya.Sedangkan jerry sudah tertidur pulas di kursi belakang.


Brain menepikan mobilnya saat mata tasya sudah terpejam.Dengan hati-hati ia mengambil putrinya dari dekapan tasya.Kemudian brain membaringkan putrinya di car seat khusus untuk balita.Brain menjalankan kembali mobilnya namun sebelumnya brain mencuri foto selfie saat dirinya mencium bibir tasya.


Brain mengendarai mobilnya sambil tersenyum.Ia sudah merencanakan akan mencuri ciuman setiap istrinya tidur.Bukan berarti dia cemen,,,itu karena tasya tidak mau di cium jika brain belum mencintainya.Sedangkan brain saat ini sudah ada rasa dengan tasya namun belum siap mengatakanya.


Hingga tiba di kediaman dirgantara mereka bertiga belum juga bangun sangking lelahnya.Dengan telaten brain menggendong putrinya terlebih dahulu.Membawanya masuk ke dalam kamar dan menidurkanya di ranjang khusus balita.


Kemudian brain kembali lagi ke mobil untuk menggendong jerry dan membawanya tidur di ranjang kusus anak berdekatan dengan putrinya.Dan begitulah seterusnya brain balik lagi ke dalam mobil untuk mengendong tasya.Namun seperti rencananya tadi,,,ia akan mencuri ciuman pada tasya saat ia tertidur.


Brain menempelkan bibirnya ke bibir tasya.Tak terima hanya menempel saja.Lalu ia mencoba melum@tnya saat di lihatnya bibir tasya sedikit terbuka.

__ADS_1


"Ach sial kenapa rasanya manis sekali."


Brain melakukanya lagi dan lagi tidak ada puas-puasnya karena bibir tasya terlalu manis.Hingga si empunya terbangun dan memelototkan matanya menyadari ulah brain.Brain yang sadar tasya telah terbangunpun kaget.


"Kenapa bangun?tidur lagi ya sya,,,jangan bangun lagi.Merem dong,,,jangan melotot gitu ,,,ach serem."


"Brain,,,!apa yang kamu lakukan padaku?"


"Merem lagi ya,,,jangan bangun dulu nanggung,sya."


"Nanggung apanya?kamu memanfaatkan kesempatan saat aku tidur dan menciumiku,brain."


"Duh susah bener punya istri susah di ajak anuuu,,,,aissssSH."guman brain kesal lalu keluar dari mobil meninggalkan tasya yang melihatnya sambil menganga.


Tasya meraba bibirnya yang kebas dan sedikit membengkak karena ulah Brain.Tasya tersenyumdan berharap ciumanya ini adalah pertanda suaminya telah membuka hati untuknya.Namun tiba-tiba ia sedih jika ciuman yang tadi hanya nafsu brain sesa'at.


Tasya keluar dari mobil mengikuti brain yang entah kemana perginya.Di carinya ke dalam kamar namun suaminya tidak ada juga.


Setelah selesai mandi tasya yang hanya memakai bathrobe keluar dari kamar mandi.Ia melihat brain melipat kedua tanganya bersandar di ranjang sambil memanyunkan bibirnya.


Tasya mengulum senyum merasa lucu ketika melirik suaminya.Dia malah semakin guncar menggoda brain agar suaminya makin kesal.Di buknya handuk yang menutupi rambutnya sedari tadi.Tasya sengaja menggerai rambutnya lalu mengeringkanya menggunakan hairdryer sambil memandang suaminya.


"Apa lo liat-liat."ketus brain


"Yah,,,ada yang marah nih sama aku.Gak jelas banget tiba-tiba marah."


"Diem lo sya,,,gua ***** lagi mau lo."


"Apa'an tuh *****?"tanya tasya yang dasarnya ngertinya cuma ciuman bibir

__ADS_1


"Beneran lo gak tahu?"


Tasya menggeleng karena memang benar dia tidak tahu.Tasya menghampiri suaminya karena ingin tahu apa itu *****.


"Lo pengen tahu apa itu *****?"


Tasya mengangguk mendekat pada brain menatapnya menunggu jawaban dari suaminya.Bukan jawaban yang ia dapat namun tarikan tangan brain yang tiba-tiba menarik tengkuknya.Tanpa basa-basi brain langsung mencium bibir tasya.Di tengah nafas mereka berdua yang ngos-ngosan brain memberi tahu itulah yang di namakan *****.


"Ini namanya *****,,,dan cukup sama gua lo boleh *******.Awas saja sampai lo ******* sama cowok lain."


Tasya menatap brain seperti orang bodoh.Bahkan tanpa sadar ia menganggukan kepalanya saat brain memberi peringatan padanya.


Melihat istrinya yang sepertinya belum sadar.Brain mengulangi lagi ciumanya.Dan kali ini dia memperdalam ciumanya karena mulai saat itu bibir tasya menjadi candu baginya.


"Braaaaaain..."


"Huppp."


Brain segera menutup bibir tasya menggunakan tanganya.Karena teriakanya bisa membangunkan putrinya.


"Apa lo teriak-teriak?udah ngrasain enak saja pakai teriak-teriak segala,,,telat tahu?"


"Mulai saat ini lo gak boleh nolak saat gua cium.Lo tahu kan jika menolak keinginan suami akan berdosa?"


Tasya mengangguk saja seperti orang bodoh di depan suaminya.Brain mengulum senyum penuh kemenangan.Tiba-tiba dia mendekatkan lagi wajahnya dan menyesap bibir tasya kembali.Kali ini mereka melakukan dalam kondisi sama-sama sadar dan sama-sama mau.


Brain tersenyum dalam hatinya karena tidak sulit juga ngibulin si tasya.Cukup bermodal kata dosa makan istrinya akan otomatis patuh padanya.


Brain menyudahi ciumanya dan mengusap sisa salvina di sudut bibir tasya.Brain menatap dalam mata tasya.Sedangkan yang di tatap makin salah tingkah melirik kekanan dan ke kiri menghindari rasa gugupnya.

__ADS_1


Brain memegang pipi tasya menggunakan kedua tanganya.Menyuruhnya menatapnya dalam-lama dan berfokus pada matanya.


"Aku mencintaimu,sya."Ucapnya dengan keseriusan membuat tasya kaget dan merasa salah pendengaran.


__ADS_2