
Ketua genk treeo B Brain Dirgantara
Benny Alvaro
Boy aloysius
Sudah tahu kan,visual wajah-wajah treeo B yang ganteng-ganteng.Kalian suka yang mana?
A.Brain Dirgantara
B.Benny Alvaro
C.Boy Aloysius
Pagi-pagi sekali,Debby sedang menunggu kedatangan Boy.Setelah melewati ceramah panjang dari sahabatnya Tasya.Kini Debby menyadari bahwa tindakanya memang salah.Andai saja kemarin Boy tidak datang tepat waktu menolongnya.Mungkin masadepan Debby sudah hancur saat itu juga.Debby baru percaya bahwa Reno seorang playboy.Saat Tasya mengirimkan bukti-bukti foto Reno bersama para kekasihnya.Tasya mendapatkan foto-foto itu dari kakak iparnya,Axel.
Apapun akan beres jika ada campur tangan kakak kandung Brain dirgantara.Soal membobol data,Axel Dirgantara ahlinya.Setelah mendapatkan bukti-bukti dari Tasya.Debby segera memutuskan hubungan dengan Reno.Kini,gadis ayu berwajah oriental itu,menyesali perbuatanya.
Terlihat mobil ferrari 488 pista merah memasuki gerbang sekolah.Baru kali ini,semua siswa dan siswi di sekolah itu melihatnya.Pandangan mereka berfokus pada siapa pemilik mobil sekeren itu.Mereka menebak,hanya anak orang kaya yang bisa membeli mobil mahal sejenis ferrari.
__ADS_1
Di susul di belakangnya satu mobil yang juga baru saja memasuki gerbang.Mobil satu ini juga tidak kalah keren Lamborghini huracan.Masih ada satu lagi,kali ini mereka sudah bisa menebak mobil ke tiga di tumpangi oleh Benny.Karena Benny setiap hari mengendarainya.
Mobil ke dua sudah memperlihatkan Brain dan Tasya yang baru turun.Kini tinggal mobil ferrari merah yang belum juga turun sang pemiliknya.Mereka semua sudah penasaran siapa pemiliknya.Tak lama kemudian,munculah Boy yang ternyata pemilik ferrari merah itu.Semua mata melebarkan matanya termasuk Debby.Ternyata bukan hanya Boy yang turun dari mobil.Ternyata ada cewek cantik yang juga turun dari mobil Boy.Semua mata menatap asing pada cewek yang berjalan bersama Boy.
Debby menggeleng,dia merasa syok setelah melihat Boy membawa cewek lain yang ia sendiri tidak tahu siapa.Bahkan Boy merangkul bahu cewek cantik itu.Membuat para pria menatap iri pada Boy.Cewek itu sangat cantik,tiba-tiba ada rasa nyeri pada diri Debby.Mungkin inilah yang di namakan karma.Karena dia sering kali menolak perasaan Boy.
Boy melirik ekspresi terkejut dari wajah Debby.Boy berusaha dengan kuat,menepis rasa berlebihanya.Dia tidak ingin terluka untuk kesekian kalinya.Dia akan berusaha bersikap cuek kepada Debby.Itu semua agar Debby bisa berfikir,siapa cowok yang selama ini selalu ada buat dia.
"Boy."Panggil Debby,Boy berhenti tanpa menoleh.Debby berlari mendekati Boy yang hendak melangkah pergi.
"Ada apa?gua tidak suka mengulur-ulur waktu.Gua harus nganterin si Elen ngisi data ke kantor kapsek.
"Oh jadi namanya Elen,hai aku Debby,salam kenal."
Elen tersenyum membalas uluran tangan Debby.Debby menatap nanar,saat melihat tangan Elen di genggam erat oleh Boy.Apa Boy sudah tidak lagi mencintainya.Jika iya,kenapa begitu cepat Boy berpindah hati.
"Stop,lupakan."Ucap Boy berlalu begitu saja menggeret tangan Elen menjauh dari Debby.Lagi-lagi Debby menatap nanar pada punggung Boy yang semakin menjauh.
"Doooor."Tasya mengejutkan Debby dari arah belakang.Debby tersentak kaget,karena dia baru saja melamun.Tentu saja di dalam fikiranya begitu banyak pertanyaan tentang Boy dan Elen.
"Ngelamunin apa,woy."
"Sya,lo kenal si Elen?"
"Yang dateng bareng sama Brain barusan?aku gak kenal sih.Mungkin Brain kenal,nanti coba ku tanyakan padanya.
__ADS_1
"Kira-kira apa Boy punya hubungan spesial dengan si Elen,ya."
"Jangan bilang,kamu cemburu,ya?"
"Ya gua cuma pengen tahu aja sih,soalnya dia anak baru."
"Halah,bilang saja kamu cemburu,Deb."
Siang harinya,setelah jam pulang sekolah.Brain menepati janjinya,mengajak Tasya ke makam almarhumah mona.Sudah sangat lama,setelah pernikahan mereka terjadi.Saat itu pula Brain tidak lagi mengunjungi makam ibu dari putri semata wayangnya.
Tasya memakai krudung berwarna hitam dan juga kaca mata hitam.Mereka memasuki gerbang pemakaman umum di salah satu makam di wilayah jakarta.Mereka berdua berjongkom,setelah menemukan tujuan yang mereka cari.
"Hai mona,apa kamu di sana baik-baik saja.Mon,maafkan kami,karena baru kali ini kami mengunjungimu.Mona,aku sudah menjalankan semua amanahmu.Aku juga ingin minta maaf pada kamu.Maafkan aku jika merebut hati Brain dari dirimu.Tapi aku tidak mengambil semuanya,kamu memiliki posisi istimewa di hatinya."Ucap Tasya
"Hai mona,tak terasa sudah hampir dua tahun kamu pergi.Apakah di sana sangat nyaman?sehingga kamu lebih memilih tinggal di sana.Mona,maafkan kami yang baru mengunjungimu hari ini.Lihatlah,kami sudah menjalankan keinginanmu.Bahkan kami sekarang saling mencintai.Tidak ada yang merebutmu dariku,termasuk Tasya.Kalian adalah dua bidadari bagiku.Kalian memiliki posisi yang sama di hatiku.
Mon,apa kau bisa melihat dari sana?lihatlah putri kita sudah tumbuh besar.Tasya telah menjadi ibu yang baik untuk cessa.Kau memang pintar,memilihkanya untuku dan cessa.Bahagialah di tempat barumu,sahabatku."Ucap Brain tak kalah panjang dari Tasya.
Setelah puas mengobrol di atas pusara Mona.Brain berdiri,di ikuti Tasya yang juga berdiri.Mereka pergi setelah menyampaikan sesuatu kepada almarhumah mona.Kini Tasya merasa sangat senang.Bahkan ia berinisiativ memeluk suaminya terlebih dahulu.Brain mengulum senyum atas sikap istrinya padanya.
Mereka memasuki mobil,lalu Brainpun menyalakan mobilnya meninggalkan lokasi pemakaman.Setidaknya mereka sudah mengunjungi makam almarhum mona.Mona sangat berjasa besar pada mereka berdua.Tanpa pengorbanana mona,mungkin Brain dan Tasya tidak akan bersama.Mengingat dulu Brain yang lebih dekat dengan Mona.Apa lagi Brain pernah mempunyai rasa padanya meskipun terlambat.
Tasya merasa Tenang,karena posisinya dan almarhum mona sama-sama imbang di hati Brain.Tanya tidak akan iri ataupu egois,demi memiliki Brain seutuhnya.Tanpa Tasya seperti itupun,Brain sudah menetapkan hatinya kepada Tasya.
Brain mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang.Di raihnya tangan Tasya,kemudian ia menciumnya.Tasya mengulum senyum malu,sikap Brain sangat manis baginya.Dari hari ke hari,sikap suaminya semakin bertambah manis dan romantis.
__ADS_1
Tasya sangat bersyukur,akhirnya ia bisa berjodoh dengan cinta pertamanya.Meskipun dia bukanlah yang pertama bagi Brain.Namun,Tasya adalah cinta terakhir di hati Brain.Tak hanya mengecup punggung tangan Tasya.Brain juga sesekali membelai pipi mulus istrinya.Wajah Tasya bersemu merah,setelah mendapat perlakuan istimewa dari suaminya.