
Sudah sepuluh kali, Brain mencoba menghubungi istrinya.Namun tida satupun telpon darinya yang Tasya angkat.Bukanya Tasya tidak mau mengangkat, handphonenya tertinggal di kamarnya.Sedangkan si empunya sedang melamun di taman memikirkan suaminya.Sudah resiko mempunyai suami tampan idola kaum hawa.Sebenarnya Tasya tidak akan kaget jika hanya sekedar ngefans suaminya.Namun wanita yang tidak ia kenal sudah kelewat batas menjebak suaminya.Tasya berdoa semoga kakak iparnya bisa membantu suaminya memecahkan masalahnya di negeri sebrang
Sedangkan Brain sudah mengamuk di dalam apartemenya.Foto yang tadinya menghilang kini bermunculan kembali.Ia hendak pergi menemui Arabelle untuk menghentikan semuanya.Namun tiba-tiba bell apartemenya berbunyi tandanya ada tamu di luar.Brain membuka pintu dengan tampang datarnya.Setelah memastikan siapa yang datang, Brain segera berhambur ke pelukan kakaknya.Ia sudah tidak peduli jika di katakan cengeng atau apa.Dia saat ini memang sangat membutuhkan Axel kakaknya.
Axel memasuki apartemen milik Brain dengan menggelengkan kepalanya.Apartemenya sudah persis seperti kapal pecah.Berantakan, barang-barang pecah belah habis ia pecahkan.
"Bereskan apartemenmu, kalau tidak bersih maka aku tidak akan membantumu."Ucap Axel
"Kak, aku pusing."Rengek Brain
"Lebih pusing aku, aku tidak akan bisa konsentrasi jika apartemenmu mirip kandang ayam begini."
Tanpa berkomentar lagi, Brain segera membereskan kekacauan yang ia buat.Sedangkan Axel dengan santai malam membiarkan foto adiknya dan Arabella beredar.Axel malah melihat adik iparnya sedang termenung di taman belakang lewat cctv rahasianya.Axel meminta istrinya untuk selalu menemani Tasya, hingga ia berhasil menuntaskan masalah adiknya.
Seperti yang di perintahkan suaminya, Verleepun menemui Tasya di taman belakang rumah.Verlee juga membawakan makanan, karena Tasya dari kemarin belum makan.
"Sya, makan dulu gih."Ucap Verlee
"Iya nanti, kak."Jawab Tasya
"Gak ada nanti-nanti, ini kakak bawakan kamu makanan.Jika kamu tidak makan, lalu kamu jatuh sakin.Siapa yang akan menjaga Cessa? Apa kamu tidak ingin menyemangati suamimu.Kamu gak lihat, bahkan kakak harus di tinggal pergi suami kakak, untuk membantu suamimu.Kita sama-sama membantu Brain.Kamu juga harus tetap sehat, untuk menyemangatinya.Jadi apa kamu mau makan sekarang, Sya?"
Tasyapun mengangguk, akhirnya dia mau makan berkat bujukan Verlee.Verlee merasa lega, kemudian mengabari suaminya jika Tasya sudah mau makan.Axel tersenyum setelah melihat istrinya berhasil membujuk adik iparnya.Brain yang kini sudah selesai membereskan apartemenya, segera mendekati Axel.Axel menoleh, bukanya merespon, dia malah membaringkan tubuhnya di atas sofa.
__ADS_1
"Kak, kok malah tiduran sih? gimana nasihku, kak?"
"Biarkan saja mereka."
"Kita harus membereskan wanita j@l@ng itu, kak.Namun sebelum itu, aku ingin mendengar suara istriku.Bisakah aku meminjam handphonemu sebentar.Karena Tasya tidak mau mengangkat telponku."
"Bukan tidak mau mengangkat, masalahnya handphonenya berada di kamar, sedangkan dia sedang berada di taman."Ucap Axel memberi tahu
Handphone Brain berdering, ternyata panggilan dari Arabella.Brain tidak ingin mengangkatnya, namun Axel mengambil alih dan menloudspeaker suara Arabella, dan merekamnya.
"Selamat siang sayang!"sapa seorang wanita di ujung telpon sana.
"Kau, mau apa kau padaku? apa kau belum puas menjebaku, hah?"
"Kamu sudah lihat berita hari ini, sayang?"
"Menikahlah denganku."Ucap Arabella di balik telpon.Brain tertawa terbahak-bahak lalu menjawab tidak akan sudi menikah dengan wanita sepertinya.
"Kau harus bersedia, kalau tidak, maka karirmu akan hancur, sayang."
"Cih, dasar wanita ular! Silahkan jika kau ingin menghancurkan karirku.Kau fikir aku peduli? tidak sama sekali, nona."
"Baiklah, maka aku akan mengeluarkan senjata terakhirku, sayang.Karena kau satu-satunya lelaki yang menolaku.Tunggulah beberapa menit lagi, maka aku akan mengirim foto-foto kita sewaktu di ranjang.Kau bisa melihat, bukan hanya karirmu yang hancur.Bahkan kau akan di cap sebagai lelaki brengsek yang tidak mau tanggung jawab."
__ADS_1
"Berengsek, foto apa lagi yang akan kau sebarkan?"
"Foto-foto kita semalam, sayang! Bukankah semalam kita telah menghabiskan malam bersama di hotel."
"Apa maumu, sialan?"
"Cepat kemarilah, kita harus menghadiri konferensi pers."Ucap Arabella kemudian menutup terponya.
Brain mendatangi konferensi pers sore harinya.Panyak pertanyaan yang di lontarkan media tentangnya dan Arabella.Kepala Brain semakin pusing dan ingin pecah.Namun ia tetap mencoba untuk tenang.Karena kakaknya berjanji akan menuntaskan masalahnya hari ini.Brain hanya diam saja, ketika orang-orang menlontarkan banyak pertanyaan.Brain mengedarkan matanya, mencari keberadaan kakaknya.
"Nona Arabella, apakah anda sedang menjalin hubungan dengan pria ini? Apakah foto yang beredar di media adalah anda dan pria ini?"
Arabella tersenyum dan mengiyakan, bahwa dia dan Brain adalah pasangan yang sebentar lagi akan menikah.Brain menggepalkan tanganya, jika lawanya bukan wanita, pasti ia akan menghajarnya hingga babak belur.Brain sudah ketar ketir sedangkan Arabella malah tersenyum senang.Tiba-tiba ada suara tepukan tangan yang sangat keras dari belakang grombolan para wartawan.Mereka semua langsung menoleh melihat sumber suara.
"Axel Dirgantar."Ucap salah satu wartawan yang mengenal Axel.Semua yang tadinya berfokus pada Brain dan Arabella.Kini berpindah mengerubungi Axel.Siapa yang tidak mengenal Axel dirgantara yang terkenal sebagai mahasiswa dengan nilai tertinggi di dunia pada zamanya.Tak hanya itu, Axel juga di takuti banyak orang karena ke ahlianya di bidang IT.Siapa yang berani melawanya, maka siap-siap akan ia hancurkan.Brain tersenyum lega setelah melihat kedatangan kakaknya.
William, ayah Arabella, dosen terkenal yang juga mengenal Axel, segera berdiri menyambut Axel.Axelpun melangkah mendekati William dan mengambil alih microphone yang ada di meja.
"Selamat sore semua, selamat sore Mr.William.Mungkin semua sudah mengenal saya?atau mungkin sebagian belum mengenal saya.Perkenalkan saya Axel dirgantara dan pria yang kalian sebut mempunyai hubungan dengan nona ini, adalah Brain Dirgantara.Dari nama belakangnya, kalian sudah bisa menebak, pria ini adalah saudara saya."
Ucapan Axel barusan membuat mara William langsung melebar.Dia sadar, sepertinya putrinya salah sasaran.Putrinya seolah menyerahkan diri di kandang singa yang sudah jelas akan memakanya habis.
"Bagaimana nona Arabella? Apakah benar anda mempunyai hubungan dengan adik saya?"Tanya Axel, sedangkan Arabella tidak bisa berkata-kata lagi, setelah mengetahui asal usul Brain.Dengan bodohnya, Arabella tidak melihat dengan jelas nama belakang Brain.
__ADS_1
"Ingin mengaku atau saya yang memberitahu ke media, nona Arabella?"tanya Axel, Arabella sudah berkeringat dingin.Axel memberi dua pilihan yang ujung-ujungnya akan mempersulitnya.Jika mengaku dia akan malu.Jika berbohongpun tidak akan mungkin.Mengingat Axel pasti sudah lebih dulu mengantongi bukti.
"Bagaimana, nona?"tanya Axel sekali lagi