
Keasikan berfoto dengan teman dan para tamu undangan. Brain dan Tasya melupakan Cessa kecil yang dari tadi rewel di gendongan Mita. Cucunya ini sangat mirip tingkahnya dengan dirinya dan almarhumah putrinya. Karena berpengalaman, Mitapun tidak kewalahan menangani cucunya. Anggap saja nenek mantan tomboy vs cucu tomboynya.
Sedangkan Jonatan dan Callista yang hanya melihat mereka, sudah ampun melihat kenakalan cucu pertamanya. Cessa menangis minta di turunkan. Ia mengamuk karena di paksa memakai gaun princess, seragam dengan bundanya. Gadis kecil itu merengek minta ganti baju. Dia merasa kurang nyaman memakai gaun.
Karena menjadi tontonan banyak tamu undangan. Axelpun mengambil alih ponakanya yang kepintaranya mewarisi darinya.
"Princessa," panggil Axel
"Don't call me princessa, call me Prince," ucap Cessa yang tiba-tiba bisa berbahasa ingris. Axelpun menghembuskan nafas beratnya karena jengkel.
"Iya, sini ikut uncle," bujuk Axel
"No, gantikan bajuku, uncel," rengek Cessa lagi
"Kamu pilih nurut kata unce, atau tidak? Kalau tidak, maka uncle akan marah padamu,"ancam Axel, membuat Cessa terdiam. Diamnya gadis kecil itu, sambil menahan airmatanya.
Jika di sini baru saja di hebohkan dengan tangisan dan teriakn Cessa. Justru di pelaminan di hebohkan dengan kedatangan cowok tampan. Siapakah cowok tanpan yang di maksud. Cowok tanpan itu adalah haikal, sepupu tasya bersama rombonganya.
"Wow ! Like Prince and Princess, Haikal tersenyum ramah, menjabat tangan Brain dan Tasya. Gaya rambut mini High fade membuat penampilan terlihat jauh lebih maskulin. Dengan warna rambut caramel brown, membingkai wajah tampanya. Semua mata para wanita memandangnya penuh pesona. Siapa yang tidak akan terpesona dengan sepupu Tasya satu ini yang terkenal playboy di kotanya. Bahkan Debby yang sudah pernah melihat fotonyapun terpana setelah melihat wajah asli Haikal. Boy berdehem membuyarkan pandangan Debby ke arah Haikal.
"Apa kabar?" Tasya dan Brain menjabat tangan Haikal.
"Baik, sorry gua telat! Perjalanan sedikit mancet. By the way selamat atas resepsi pernikahan kalian berdua. Doa yang terbaik dariku untuk kalian berdua. Nitip sepupu gua dude, jangan pernah kecewain dia," ucap Haikal, di angguki Brain dan Tasya.
Haikal menatap kagum pada penampilan Tasya. Di susul di belakangnya ada mamanya yang tidak sabar menyapa kedua pengantin.
"Aduh keponakan tante cantik sekali hari ini. Tante sampai pangling lihat kamu, Sya," puji ibunya Haikal
"Terimakasih tante, tuh desainernya sedang duduk bersama mertua Tasya, tan," ucap Tasya menunjuk ke arah mita. Jonatan dan Callista yang melihat tantenya Tasya, langsung berdiri menghampirinya. Mereka berdua menyambut hangat kerabat Tasya yang hadir di acara resepsi ini. Haikal berjalan duduk tepat di sebelah Debby. Membuat Boy siaga, jika kekasihnya main mata dengan Haikal. Apa lagi dulu Debby sangat mengagumi ketampanan Haikal. Sedangkan Haikal menatap aneh pada sikap Boy. Mereka belum kenal, bagi keduanya beranggapan sama-sama asing.
Debby merasa kurang nyaman dengan tatapan kekasihnya. Dia akui memang dulu, dia sempat tertarik pada Haikal. Namun semenjak melihat ketulusan Boy, Debby lebih menyukai kekasihnya. Boy juga tampan, tidak kalah dengan Haikal. Apa lagi postur tubuh Boy yang sekarang. Mungkin karena sering berlatih di lapangan, membuat tubuh Boy menjadi kekar dan six pack.
"Hai, temanya Brain dan Tasya?" tanya Haikal pada Boy dan Debby.
"Iya kali, masak temenya om Jonatan dan tante Callista," ketus Boy membuat Haikan tersenyum.
"Perkenalkan, gua Haikal," ucap Haikal mengulurkan tanganya pada Deddy, langsung Boy mengambil alih jabatan tanganya.
"Gua Boy dan dia cewek gua namanya Debby," ucap Boy menekankan kata ceweknya, agar Haikal mengerti.
Haikal mengulum senyum, melihat keposesivan dan kecemburuan cowok di sebelahnya. Dia akui Boy terlihat mencintai Debby. Hal itu tidak pernah ada di kamus besar playboy seperti Haikal. Baginya, siapa yang menyatakan cinta padanya, dia yang akan di kencaninya. Bahkan dia sama sekali tidak pernah menyatakan cinta pada cewek manapun. Semua cewek akan datang sendiri kepadanya, tanpa di minta.
Debby mengelus punggung Boy, agar boy bersikap tenang. Debby juga meyakinkan pada Boy, bahwa dirinya hanya milik Boy. Debby yang dulu sudah ia buang jauh-jauh.Kini yang di hadapan Boy, adalah Debby yang sekarang. Debby yang mencintainya, setia menanti kepulanganya. Boy merangkul pinggang kekasihnya sangat erat. Seolah-olah ia takut akan ada cowok lain yang akan merebutnya.
Tasya dan Brain yang sedari tadi memperhatikan sahabat-sahabatnyapun, mengerti dengan perlakuan Boy. Tasya dan Brain juga bisa menyimpulkan, itu semua karena kehadiran Haikal. Untuk memecahkan suasana menegang di antara mereka. Brain mengambil microphone, kemudian ia bernyayi salah satu lagu lama dari westlife, sembari tanganya menggenggam erat jemari istrinya. Tatapan mereka beradu, bahkan semua undangan bersorak dan memberikan tepuk tangan yang meriah.
"Lagu ini aku persembahkan kepada istriku, ibu dari anak-anaku. Terimakasih telah sabar menghadapiku selama ini. Hingga Tuhan senantiasa menemani perjalanan rumah tangga kita. Maukah kau berjanji untuk tetap setia di sampingku? Untuk istriku, lagu ini ku persembahkan untukmu."
Tepukan tangan para undangan dan teman-temanya, sebagai pembukaan, Brain bernyayi.
Tidak yakin apakah Anda tahu ini
Not sure if you know this
Tapi saat pertama kali kita bertemu
But when we first met
Saya sangat gugup sehingga saya tidak bisa berbicara
I got so nervous I couldn't speak
Pada saat itu juga
In that very moment
Saya menemukan satu dan
I found the one and
Hidupku telah menemukan bagiannya yang hilang
My life had found its missing piece
Jadi selama aku hidup aku mencintaimu
So as long as I live I love you
Akan memiliki dan menahanmu
Will have and hold you
__ADS_1
Kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian putih
You look so beautiful in white
Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku
And from now 'til my very last breath
Hari ini aku akan menghargai
This day I'll cherish
Kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian putih
You look so beautiful in white
Malam ini
Tonight
Apa yang kita miliki tidak lekang oleh waktu
What we have is timeless
Cintaku tak berujung
My love is endless
Dan dengan cincin ini I
And with this ring I
Katakan pada dunia
Say to the world
Kamu adalah setiap alasanku
You're my every reason
Anda semua yang saya percaya
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
Jadi selama aku hidup aku mencintaimu
So as long as I live I love you
Akan berlindung dan memelukmu
Will haven and hold you
Kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian putih
You look so beautiful in white
Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku
And from now 'til my very last breath
Hari ini aku akan menghargai
This day I'll cherish
Kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian putih
You look so beautiful in white
Malam ini
Tonight
Kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian putih, yeah yeah
You look so beautiful in white, yeah yeah
Na na na na
Na na na na
__ADS_1
Begitu cantik dengan warna putih
So beautiful in white
Malam ini
Tonight
Dan jika seorang anak perempuan adalah masa depan kita
And if a daughter is what our future holds
Saya harap dia memiliki mata Anda
I hope she has your eyes
Menemukan cinta seperti kau dan aku
Finds love like you and I did
Ya, dan jika dia jatuh cinta, kita akan melepaskannya
Yeah, and if she falls in love, we'll let her go
Aku akan mengantarnya ke lorong
I'll walk her down the aisle
Dia akan terlihat sangat cantik dengan pakaian putih, yeah yeah
She'll look so beautiful in white, yeah yeah
Begitu cantik dengan warna putih
So beautiful in white
Jadi selama aku hidup aku mencintaimu
So as long as I live I love you
Akan memiliki dan menahanmu
Will have and hold you
Kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian putih
You look so beautiful in white
Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku
And from now 'til my very last breath
Hari ini aku akan menghargai
This day I'll cherish
Kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian putih
You look so beautiful in white
Malam ini
Tonight
Na na na na
Na na na na
Begitu cantik dengan warna putih
So beautiful in white
Malam ini
Tonight
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Meleleh bukan karena aku ice cream
Meleleh bukan karena aku lilin
__ADS_1
Namun, aku meleleh karena sikap romantis yang di tunjukan Brain pada Tasya 😍