Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
Gara-gara Benny


__ADS_3

Paginya ketika Brain dan tasya baru sampai di sekolah.Brain mengajak tasya untuk menemui kedua sahabatnya terlebih dahulu.Saat itu Benny baru saja keluar dari ruang osis.Boy langsung menghampiri benny mengajaknya ke kelas.


Brain memanggil kedua sahabatnya dengan teriakan keras.Membuat Boy dan Benny menoleh mencari sumber suara.


Benny melirik ke arah Brain dan Tasya dengan tatapan yang sulit di artikan.Tasya merasa kurang nyaman karena takut Benny akan membocorkan rahasia pernikahanya dengan Brain.Terlebih lagi tatapan Benny menambah kekawatiran pada diri Tasya.Tasya juga takut Benny berfikiran negative kepada dirinya dan Brain.


Benny hanya diam saja waktu Brain dan Tasya menyapanya.Berbeda dengan Boy yang langsung nyerocos tanpa henti.


"Mas,kok Benny responya cuek gitu ke kita ya?apa dia tidak menyukai kita.Aku takut dia berfikir yang enggak-enggak tentang kita.Apa lagi kalau sampai dia membeberkan rahasia kita."


"Kamu tenang saja ya,nanti aku bicara lagi sama Benny.Aku sangat mengenalnya,dia tidak akan membocorkan rahasia kita.Mungkin dia hanya belum bisa menerima kebenaranya saja."


Tasya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.Ia memasrahkan semuanya kepada brain.


"Kalau gitu aku ke kelas dulu ya."


"Biar ku antar."


"Tidak usah,sayang."Tasya melambaikan tanganya ke arah Brain dan kedua temanya.Brainpun membalas lambaian tangan istrinya dan memandangnya hingga Tasya benar-benar masuk ke kelasnya.


Setelah itu Brain memberi kode kepada Benny untuk mengikutinya.Boypun mencium bau-bau keanehan pada kedua sahabatnya.


"Lo tunggu di sini,boy!"ada hal penting yang mau gua sampaikan ke Benny."


"Sepenting apa sih?samai-sampai gua gak kalian ajak."


"Udah,nurut aja kenapa sih?nih uang seratus ribu buat lo makan ke kantin."


Mendapat uang seratus ribu membuat mata Boy berbinar.Iapun langsung menyambar uang dari Brain dan memasukanya ke kantong.


"Sana pergi kalian."usir Boy


Benny tidak langsung mengikuti brain.Ia malah berbelok ke ruang uks untuk membaringkan tubuhnya.Brain yang sudah jalan duluan menuju rooftop sekolah celingkungan tidak mendapati Benny di belakangnya.


"Monyet sialan,kemana di pergi."

__ADS_1


Brain turun lagi untuk mencari keberada'an Benny.Samapai-sampai semua temanya yang berlalu lalang ia tanyai satu per satu.Namun tidak ada satupun yang tahu keberada'an Benny.Sedangkan orang yang ia cari sedang tidur terlelap di ruang UKS.


Brain akhirnya mencari Boy dan menyuruhnya membantu mencari Benny.Belum juga bertemu dengan Boy.Bell sudah berbunyi menandakan saatnya masuk ke kelas dan pelajaran akan di mulai.


Pandangan mata Brain melihat kursi Benny yang saat ini kosong.Dalam fikiranya bertanya-tanya di mana keberada'an sahabatnya yang satu itu.Tak lama kemudian orang yang dia cari baru saja memasuki kelas.


Brain melempari kepala Benny dengan kertas.Yang di lempar tetap saja diam tidak merespon.Brain semakin ketar-ketir jika sampai Benny membocorkan rahasianya.


"Ngapain sih lo nglemparin tuh monyet pakai kertas,bos?"tanya Boy


"Lo tau kenapa Benny diam aja dari tadi?"tanya brain


Boy menggeleng karena memang sejah tadi pagi Benny hanya diam tak bersuara.Kini tatapan Brain dan Boy kompak memandang ke arah Benny.Yang di pandang tetap diam sambil memutar bola matanya jengah.


Waktu berjalan cukup lama hingga brain tidak sabar menunggu bell istirahat.Ia harus berbicara kepada Benny.Karena sahabatnya yang satu itu kini menjadi ancaman baginya dan Tasya.


"Sial lama banget sih bellnya,lama-lama gua pencet sendiri biar bunyi."


Diam-diam Brain merogoh handphonenya saat pelajaran berlangsung.Ia mengirim chat ancaman kepada Benny jika sampai dia tidak menemuinya saat istirahat.


Benny yang mendapat ancamanpun langsung melirik Brain jengah.Akhirnya Bennypun menuruti keinginan Brain.Saat Bell istrirahat berbunyi mereka berduapun jalan beriringan menuju rooftop sekolah.


"Kenapa lo diam terus dari tadi,hah?apa lo masih berfikiran buruk tentang gua dan Tasya?kalau lo ingin membeberkan kepada semua orang silahkan.Lo masih belum percaya dengan penjelasan kita kemarin?"tanya Brain menggebu-gebu.


Benny langsung menonyor kepala Brain setelah mendengar semua ucapan Brain.


"Duh sialan lo."umpat Brain


Benny menjawab dengan bahasa isyarat membuat kepala brain semakin pusing.


"Sejak kapan lo jadi bisu gini?lo udah lupa cara ngomong yang jelas?"


Lagi-lagi benny hanya menonyor kepala brain membuat brain mengumpat dan ingin membalas tonyoran Benny di kepalanya.


"Ben,kita udah sahabatan lama,jadi lo pastinya tahu bagaimana gua.Gua berani bersumpah kalau Tasya tidak hamil.Gua nikah sama dia benar-benar karena amanah dari almarhumah sahabat gua."

__ADS_1


Benny hanya mengangguk sambil tanganya memberi kode oke.Brain yang melihatnyapun semakin di buat heran dengan sahabatnya.Sakin kesalnya,Brain menabok mulut Benny karena dari tadi hanya diam.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaark."


Benny berteriak memegangi pipinya,kemudian ia menendang kaki brain saking kesalnya.


"Sialan lo brain!"gua gak ada mempermasalahkan soal itu."


Brain mengernyitkan alisnya lalu bertanya lagi kepada Benny.


"Lantas sikap lo yang aneh dan diam saja ketika gua dan tasya datang tadi kenapa?"


"Sial lo,gua lagi sakit gigi."


Jawaban dari Benny membuat Brain tertegun kemudian ia bernafas lega.Dia sempat ketar-ketir jika sampai sahabatnya ini membeberkan rahasianya.


"Ngomong dong dari tadi,jadi gua gak pusing dan mikir aneh-aneh soal lo."


"Sial lo,gara-gara lo tabok mulut gua, gigi gua sakit lagi."


"Kalau gitu gua traktir lo makan es di kantin sepuas lo biar gigi lo sembuh,gimana?"


"Brandal ialan lo!"teman lagi kesakitan malah lo ledekin.Udah,gigi gua tambah sakit ngomong sama lo."


Brain tertawa cekikikan melihat Benny berlalu begitu saja meninggalkanya.Brain mengikuti sabahabatnya turun ke bawah.Brain langsung menemui istrinya di kelas sebelah.Yang di cari saat ini tidak ada di kelas melainkan di kantin.


"Sayang."


Panggil brain kepada istrinya saat ia barusaja tiba di kantin.Panggilanya dengan sebutan sayang pada Tasya membuat iri semua temanya yang berada di kantin.


Brain duduk di sebelah tasya dan menerima saat Tasya menyuapinya makan.Debby yang berada si antara merekapun berasa menjadi nyamuk saat kebucinan dua pasangan itu kambuh.


"Sya,gua ke kelas dulu."ucap Debby berdiri hendak pergi


"Lhah,emangnya sudah kenyang,Deb?"

__ADS_1


"Ya,cukup kenyang jadi nyamuk di antara orang bucin."


Debby berlalu begitu saja setelah berucap demikian.Brain malah senang karena bisa mepet terus di dekat istrinya tanpa ada debby.Brain berbisik jika soal Benny yang di cemaskan Tasya dari tadi sudah beres.Tasyapun akhirnya bernafas lega mendengar ucapan suaminya.


__ADS_2