
Hari senin datang kembali,namun hari senin kali ini, tidak seperti hari senin seperti biasanya.Jika hari senin sebelumnya,Tasya dan Brain selalu semangat berangkat ke sekolah bersama-sama.Kini Tasya harus menerima kenyata'an, berangkat kuliah sendirian.
Meskipun begitu, Brain yang selalu mengingatkan Tasya, bahwa mereka tidak boleh lemah pada keadaan.Brain dan Tasya selalu saling menguatkan di saat melihat kehampaan dalam hubungan mereka berdua.Mereka selalu mencoba berbesar hati membiarkan jarak mengambil waktu yang berlalu agar mereka tak lemah oleh perasaan.
Bahkan sesibuk apapun, Brain dan juga Tasya tetap menyempatkan sedikit waktu mereka untuk saling mengingatkan bahwa hati mereka tak akan berubah sedikitpun.Kepercayaan di jadikan tameng untuk mereka berlindung dari kerapuhan hati agar tetap berjalan bersama.
Semenjak LDR,Tasya dan Brain berkomikasi seperti minum obat tiga kali sehari.Seperti saat ini, handphone tasya sudah berbunyi.Menampilkan nama suaminya di layar utamanya yang sedang memanggil.Jika di sebrang sana tersenyum ceria menyapa istrinya.Lain halnya Tasya di sini malah menampilkan wajah sedihnya.
"Selamat siang istrinya Brain Dirgantara, kenapa wajahnya sedih begitu,hah?"Ucap Brain di balik layar telponya.
"Aku rindu, aku iri melihat Debby dan Boy masih bisa bertemu meskipun sama-sama Ldr.Sebelumnya aku biasa-biasa saja saat Ldr,sebelumnya hanya terbayangkan dan saat ini malahan ku bayangkan.
"Sabar sayang, apa kamu sangat merindukanku?aku juga sama halnya denganmu.Merindukanmu,ingin memeluk menciumu,bahkan aku pengen ehem denganmu.Sudah lama sayang,sudah karatan karena tidak pernah di asah."
"Hussss! Ngomong apa sih mas,malu di dengar orang,loh."
"Gak ada yang dengar kok,kalaupun ada yang dengar, memangnya kenapa? Kita kan,sudah suami istri."
"Jangan menambah penderitaanku karena ingin memelukmu, mas.Sudah, bukanya kamu mau berangkat kuliah? nanti lagi di sambung."
Setelah percakapan di antara keduanya sudah terputus.Bertepatan Brain yang memang akan berangkan ke universitasnya.Ini adalah hari pertamanya Brain, memasuki universitanya.Brain kini menatap universitas yang ada di hadapanya.Universitas pilihan Brain, adalah universitas terbaik di dunia.Yang akan mencetak para chef chef handal.Brain termasuk salah satu orang yang paling beruntung.Karena bisa dengan mudah masuk ke universitas impianya.Tentu saja semua ini ada campur tanganya Axel kakaknya.
__ADS_1
Sebagai mahasiswa lulusan terbaik di massanya.Axel sangat terkenal, tak hanya di indonesia melainkan di seluruh dunia.Siapa yang tak kenal saudara Brain yang satu ini.Dari semenjak dia masih kecil, Axel sudah di juluki master hacker.Jangan sampai ada yang mengusik keluarga Dirgantara.Jika tidak ingin di buat bangrut oleh Axel dalam sekejap.
Ketika melangkahkan kakinya, Brain sudah di sambut oleh dosen yang dulunya adalah teman kakaknya, sebut saja nama Lucas.Brain menjabat tangan Lucas, seolah mereka sudah saling kenal.Axel menitipkan adiknya kepada lucas, karena Brain tidak punya teman maupun saudara di negeri ini.
Lucas mengajak Brain berkeliling kampus.Brain sampai terkagum-kagum menatap bangunan yang terlihat klasik dan bagus.Brain masih berjalan bersama Lucas, menelusuri area kampusnya.Brain menjadi pusat perhatian para mahasiswa dan mahasiswi di sana.Tak ada satupun mahasiswi yang tidak di buat kagum dengan ketampananya.Wajah tampan, imut, blasteran, semua ada pada diri Brain Dirgantara.
Brain hanya cuek saat mendapati mata para mahasiswi sampai tidak berkedip melihatnya.Ada yang bermata sipit, berkulit hitam putih,berambut lurus ikal.Mereka semua beraneka macam ras yang berbeda-beda.Bahkan para mahasiswi berbondong-bondong ingin berkenalan kepadanya.Brain hanya tersenyum datar, dia hanya menjawab namanya saja, tanpa ingin lebih banyak berbasa basi pada mereka.
"Brain Dirgantara, kau sangat tampan."Ucap wanita berambut pirang yang mengedipkan mata kearah Brain.Wajah wanita itu sangat cantik,namun kelakuanya yang terbilang genit membuat Brain ingin muntah.
"Terimakasih,"Ucap Brain menanggapi singkat lalu melanjutkan jalanya menelusuri Universitas bersama Lucas.Wanita itu sampai kesal karena hanya di tanggapi singkat oleh Brain.Jika semua lelaki tunduk padanya, Brain malah sebaliknya.Hal itu membua Arabella kesal dan menghentak-hentakan kakinya.
"Kau baru saja membuat wanita yang menjadi primadona di kampus ini kesal,Brain."Ujar Lucas tertawa
"Kau harus berhati-hati, dia pasti akan berbuat nekat demi menahlukanmu."
Brain hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Lucas barusan.Sebagai mantan Playboy sekaligus idola para gadis di indonesia, Brain tidak akan kaget.Bahkan istrinya sendiri dulu, malah nekat menjebaknya demi mendapatkanya.
"Ini adalah kelasmu, aku ada jadwal mengajar di kelas sebelah.Selesai kuliah, hubungi saja nomerku."Ucap Lucas melangkah meninggalkan Brain di depan kelasnya.Brain mulai masuk ke dalam kelasnya.Saat sudah masuk ke dalam kelas, para wanita berebut ingin duduk di ssebelahnya.Brain tetap diam, cuek, tidak menghiraukan mereka yang masih berebut.Brain memilih bangku kosong paling depan, untuk ia duduki.
"Permisi, apakah saya boleh duduk di sebelah kamu?"
__ADS_1
Brain menoleh, mendapati seorang lelaki berkulit hitam mengajaknya bicara.Karena yang mengajaknya bicara adalah lelaki, maka Brainpun menanggapinya.
"Perkenalkan namaku Davin."
"Aku, Brain."
"Kau dari indonesia?"Tanyanya di angguki Brain.Lelaki itu berasal dari Afrika dan dia sama seperti Brain.Mereka sama-sama bertekat menjadi seorang master chef terkenal.Mereka saling mengobrol, karena di rasa mereka cocok.Akhirnya Brain dan Davi nersepakat menjadi teman yang akan kompak meraih impian mereka bersama.
"Lihatlah,Brain! Kau membuat para gadis memujamu."Ucap Davi
"Biarkan saja, mereka tidak ada apa-apanya di banding bidadariku yang setia menantiku di indonesia."
"Kekasihmu?"Tanya Davi menebak
"Lebih dari kekasih, dia adalah ibu dari anaku."
"Jadi, kau sudah menikah?"Tanya Davi merasa kaget.Di lihat dari umur, Brain tergolong sangat muda.Yang membuat Davi heran, di usia Brain yang sangat muda sudah memiliki istri dan anak.
"Kau pasti kaget? Kami menikah saat kami masih SMA.Kami menikah karena istriku yang sangat nakal, telah menjebaku.Awalnya sangat lucu, kami menikah karena terpaksa.Aku sangat membencinya waktu itu.Namun cinta mengalahkan kebencianku padanya.Dia adalah wanita istimewa bagiku.Menantiku pulang membawa keberhasilan."Ucap Brain tersenyum menceritakan dirinya dan Tasya sambil membayangkan masalalu mereka berdua.
"Kisah kalian berdua sangat unik."Ucap Davi kagum
__ADS_1
"Hai ganteng, apa boleh aku duduk di sebelahmu?"Tanya wanita berambut coklat bermata hazel.
"Silahkan saja, selama kamu tidak mengganggu saya.Saya sangat tidak suka di ganggu, apa lagi berisik seperti mereka."Ucap Brain datar, sambil tanganya mengarah pada grombolan wanita yang masih berebut duduk di sebelah Brain.