Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
duo bucin kembali ke sekolah


__ADS_3

Setelah baikan,Brain dan tasya semakin mesra.Brain mengajak istrinya masuk ke dalam kamar.Modusnya brain merasa sangat ngantuk dan ingin di peluk istrinya.Tasya yang polospun menurut saja permintaan suaminya.Ia baru sadar saat brain mengunci pintu dan langsung menarik tasya ke ranjang.


Jantung tasya berdetak cukup kencang saat suaminya menindih tubuhnya.Brain mendaratkan ciuman di bibir ranum tasya.Hanya ciuman singkat karena tasya menahanya.


"Kenapa?"tanya brain


"Aku kepikiran jerry,kenapa aku jadi merindukanya."


Brain tak merespon ucapan tasya saking sangat menginginkan istrinya saat ini.Brain kembali mencium bibir tasya.Mensesapnya dengan lembut dan semakin menuntut.


"Dia sudah bersama mamanya,mending kita bikin adik cowok buat baby cessa."


Brain mengerlingkan matanya licik kepada tasya.Tasya tersenyum malu pasrah dengan apa yang akan dilakukan suaminya kepadanya.Dan malam ini mereka melakukanya berkali-kali.Hingga tasya kelelahan namun masih sempat protes kepada suaminya.


"Udah mas,aku capek!"Besok kita harus masuk sekolah.Sudah dua hari kita izin dan aku tidak mau mendapat nilai minus,ya."


Brainpun tersenyum mendengar protes istrinya.Di peluknya tubuh istrinya dengan sangat nyaman.Dan di mana putri mereka?Brain sengaja menitipkanya kepada callista.Hal itu di lakukanya karena ia ingin berduaan denga tasya.


Pagipun telah datang,mereka mebali pada activitas sebelumnya.Berangkat sekolah bersama layaknya sepasang kekasih.Meskipun badan tasya saki-sakit semua karena ulah brain.Mengingat ia tidak masuk selama dua hari.Tasyapun tetap nekat masuk karena tidak ingin tertinggal pelajaran.Apa lagi lusa mereka sudah ujian kenaikan kelas.


Sedangkan wajah brain terlihat segar berbeda dengan tasya.Pagi ini mereka tidak naik mobil seperti biasanya.Brain sengaja naik motor sportnya agar terlihat makin mesra bersama Tasya.


Tentu saja hal itu membuat iri banyak orang yang melihat.Mereka melewati Mike yang sedang berpatroli mencari mangsa murid yang terlambat.Mata mike melirik kesal ke arah brain dan tasya.Tentu saja mike iri karena cewek yang ia incar di miliki brain lebih dulu.Dia tidak bisa berbuat apapun untuk merebut tasya dari brain.Kekuasaan brain lebih berpengaruh daripada dia.


Brain memarkirkan motornya di parkiran sekolah.Ia sengaja turun duluan untuk melepaskan helm istrinya.Ia membantu tasya turun dari montor secara perlahan.Tasya tersipu malu karena sikap romantis brain.


Matanya melirik cuek saat mendapati cemohan dari siswi lain yang menatap iri padanya.Bahkan dengan sengaja tasya malah menggenggam jemari brain.Brain yang tahu maksud tasyapun tersenyum menoel hidung mungilnya.


Mereka melewati sepanjang koridor sekolah denga percaya diri.Tidak peduli banyak pasang mata melihat ke arah mereka.Bagi mereka dunia hanya milik mereka berdua.

__ADS_1


Sesampainya di depan kelas tasya,Brain mencium kening tasya membuat para wanita iri kepadanya.Tasya tersenyum sangat manis memeluk tubuh brain.


"Selamat belajar sayang,fokus belajarnya ya?jangan bayangin wajah gantengku terus."


Tasya pemukul bahu brain karena sikap PD suaminya.Tapi dia sangat bahagia melihat suaminya makin romantis.Sehingga ia masih terus tersenyum saat tiba di dalam kelasnya.


"Ehemmmm,kirain udah pindah sekolah lo,sya."


Tasya menoleh baru menyadari ada debby di samping bangkunya.Dia hanya nyengir gak jelas untuk menanggapi ucapan sahabatnya.


"Eh,di tanya malah cengar-cengir,Lo sama prince brain kompakan gak masuk sekolah ngapain?"


Debby memicingkan mata penuh selidik ke arah Tasya.Tasya hanya senyam senyum gak jelas membuat Debby makin kesal.


"Cieh si bucin ternyata gak yang laki gak yang cwenya sama aja gila,senyam senyum gak jelas."


Ucap Boy yang nyelonong masuk ke kelas Debby dan Tasya.Tetap saja Tasya senyam senyum gak ngrespon mereka berdua.Malah Debby yang mau ngusir boy karena masuk ke kelasnya.


"Duh dedek deblong!"


"Nih lagi nyensus penduduk yang lagi gila bucin.Di kelas gua ada yang lagi senyam senyum sendiri.Eh ternyata di sini yang cewek juga sama gilanya."


"Eh,eh jangan-jangan kalian kemarin sengaja bolos dan jalan berdua,ya?"Tuduh debby setelah mendengar ucaan dari Boy.


"Duh,percuma lo tanya sama orang gila bucin.Di fikiranya cuma ada Brain.Telinganya cuma dengerin suara brain.Jadi gak akan ngrespon kita yang hanya butiran debu lewat."


Tasya sebenarnya mendengar ucapan Brain dan Debby.Tapi ia sengaja pura-pura gak ngrespon untuk menghindari introgasi dari mereka.


Bel sekolahpun berbunyi membuat Boy kembali ke kelasnya.Kali ini Tasya fokus pada pelajaran yang akan berlangsung.Sejenak melupakan suaminya dan memperhatikan mata pelajaran yang di ajarkan gurunya.

__ADS_1


Cinta ya cinta,tetapi prestasi tetap prioritasnya.Karena ia sudah dari awal terkenal paling pintar di sekolahnya.Jadi tidak akan lucu jika nilainya sampai turun hanya karena kebucinanya pada brain.


Saat bel istirahat berbunyi,Brain sudah berdiri di depan kelas tasya menjemput istrinya untuk makan siang bersama di kantin.Debby yang merasa di abaikanpun merasa kesal.


"Bucin terus,lupa sama gua,huh."


"Deb,tuh udah di jemput sama Boy."sahut tasya melirik Debby dan Boy


"Yuk yank,aku udah laper!"gak lucu kalau aku makan kamu di sekolah."ucapan brain langsung mendapat cubitan kecil di pinggangnya.Brain mengaduh sambil tertawa mengajak tasya melangkah menuju kantin.


Suasana kantin sangat penuh hingga tiada tempat yang tersisa.Tetapi kedatangan brain membuat siswa siswi lain yang mendusuki tempatnyapun segera berdiri.


"Kalian kalau mau duduk,duduk saja."


Ucap brain membuat siswa siswi itu duduk kembali ke tempat brain.Brain hanya memesan makanan dan minuman sebentar.Lalu membawa pesananya ke rooftop sekolah.Di sana mereka berdua malah leluasa berduaan sambil menikmati makanan mereka.


"Makan yang banyak,sya."


"Aku gak mau gendut."


"Gemukan dikit biar makin hot kalau di ranjang."


Lagi-lagi Tasya memukul brain yang masih pada kebiasaanya ceplas-ceplos.Brain bukanya mengaduh malah tertawa cekikikan.


"Ngomongnya di jaga dong,ini masih si sekolah."


"Gak sabar pengen dengar bell pulang sekolah deh.Nanti mau langsung pulang atau kemana dulu?"


"Temani nge Mall ya mas."

__ADS_1


Brain mengangguk,mau kemanapun tasya inginkan dia akan siap menemani.Karena kemarahan istrinya kemarin mengajarkan brain tentang istrinya yang sangat berarti untuknya.Dan dia tidak akan membuat tasya pergi darinya lagi.


Bahkan kalau perlu dia ingin sekali mengunci tasya di dalam kamarnya terus.Berhubung mereka masih pelajar yang tidak boleh kelewat batas.Brainpun memerankan peranya sebagai suami rasa pacar.Dan menunda dulu sesuatu yang bisa mengacaukan sekolah mereka.


__ADS_2