
Di sepanjang koridor sekolah hingga di dalam kelasnya. Cessa tak henti-hentinya menjadi pusat perhatian para teman-temanya terutama teman cowoknya. Tentu saja mereka kaget sekaligus kagum dengan penampilan baru Cessa. Bagai berlian yang baru saja bersinar dari tumpukan debu. Berlian yang tertutup debu sela ini kini telah menampakan sinarnya.
Berbeda dengan penampilanya yang telah berubah. Ternyata pecicilan dan gaya tomboynya belum juga berubah. Tidak secepat itu untuk merubah kebiasaanya dari kecil. Apa lagi sudah bawa'an dan warisan dari almarhumah ibunya yang juga tomboy. Namun Cessa bisa menjaga sikap di depan Benny dan keluarganya. Kecuali saat Cessa jauh dari pandangan mereka, maka Cessa akan kembali pada sikap pecicilanya.
"Wuih, kesambet setan mana si tomboy bisa berubah secantik ini?"
"Gila! Lo ternyata cantik banget, Prince."
"Eh busyet! Tadi cowok ganteng yang nganter lo siapa, Prince?"
"Boleh daftar jadi cowok lo, gak?"
"Eh sombongnya, cuma diam saja! Biasanya langsung ngegas tanpa rem."
"Sweet, sweet! Cewek, godain abang dong."
Berbagai ucapan dari teman cowoknya Cessa abaikan. Dia masih berbunga-bunga karena sebentar lagi akan menikah dengan Benny. Di dalam fikiranya hanya ada Benny. Sehingga semua teman cowok yang menggoda di depan bangkunya, ia anggap seperti kutu yang tak terlihat mata.
Beginilah cinta, mampu merubah tai kucing berasa coklat. Mampu merubah si tomboy menjadi feminim. Mampu merubah gadis pecicilan dan nakal menjadi kalem.
Karena saking semangatnya, Cessa mengerjakan soal ujianya dengan sangat mudahnya. Ketika teman-temanya masih pusing mengerjakanya, Cessa malah sudah selesai duluan. Cessa bersyukur karena mewarisi otak jenius dari Axel unclenya. Tanpa perlu belajar, Cessa dengan mudah mengerjakan soal ujianya. Sudah pasti dia akan mendapatkan nilai tertinggi. Karena dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, Cessa selalu menduduki peringkat pertama. Cessa keluar dari ruang ujian dengan langkah santainya. Dia tidak peduli teman-temanya yang butuh contekan darinya. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang calon suami.
Cessa mengirimkan chat whatsapp kepada Benny. Ia meminta Benny untuk menjemputnya sekarang juga. Dia sudah tidak kuat menahan rindu pada calon suaminya. Padahal tadi pagi sudah di antar Benny, namun masih juga kurang.
Anak Nakal :
Sayang, jemput aku sekarang
My Benny Sweety :
Ya
__ADS_1
Anak Nakal :
Singkat banget sih balesnya
Cessa menghentak-hentakan kakinya menahan kekesalan pada Benny. Sudah membalas chat whatsappnya sangat singkat, malah tidak di respon sama sekali ketika ia protes.
Tak lama, lelaki yang membuatnya kesalpun datang lebih cepat. Ternyata Benny memang sengaja menunggu Cessa tak jauh dari lokasi sekolahnya. Melihat wajah Benny yang cool dan tampan, membuat kekesalanya luntur seketika. Cessa segera berhambur ke pelukan Benny, sedangkan tubuh Benny mendadak tegang. Padahal ini bukan kali pertama Cessa memeluknya. Tetapi Benny yang memang belum terbiasa dengan sentuhan lawan jenisnya.
"Lepas Cessa! Ini masih area sekolah, apa kamu tidak malu," protes Benny.
"Aku tidak malu! Bukankah biasanya aku malah malu-malu'in?" jawab Cessa, memang ada benarnya juga.
"Syukur jika kamu sadar diri! Cepat masuk dan tutupi baju seragamu dengan jangket ini," perintah Benny.
"Kenapa harus di tutupi?" tanya Cessa bingung.
"Jadi nikah atau tidak? Kita cari cincin sekarng."
Cessa memperhatikan Benny yang sedang mengemudi mobilnya. Benny mengajak Cessa mampir ke kantornya terlebih dahulu sebelum pergi ke jewelry. Karena masih ada berkas-berkas yang harus segera Benny tanda tangani.
Setibanya di depan kantor, Benny keluar terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil untuk Cessa. Perlakuanya yang manis, membut Cessa tersipu. Entah setan apa yang merasuki pria puja'an hatinya saat ini. Benny berubah jauh lebih manis kepada Cessa.
Jika biasanya Benny membiarkan saja Cessa keluar dari mobilnya, kini keadaanya berbeda. Bahkan tak hanya membukakan pintu saja, kini tangan Benny menggenggam tangan Cessa. Cessa menganga kaget dengan perubahan drastis pria puja'anya. Semua mata di lobby kantor, memandang mereka berdua sambil berbisik-bisik. Karena ini adalah moment langka yang terjadi pada Ceo di tempat mereka bekerja.
Selama ini Benny di rumorkan mempunyai kelainan seksual atau homo. Rumor itu terhadi karena Benny yang anti di dekati atau di sentuh wanita. Di tambah lagi teman-teman cowoknya yang sering menemuinya di kantor termaduk Brain. Hal itulah yang memperkuat asumsi publik bahwa Benny adalah seorang homo.
Namun mereka semua menjadi ragu setelah menyaksikan dengan mata mereka sendiri. Ceonya menggandeng tangan wanita cantik, bahkan sangat cantik dengan wajah natural tanpa riasan. Hanya satpan penjaga kantor itulah yang bisa mengenali Cessa, meskipun penampilanya berubah. Selebihnya tidak ada yang mengenali Cessa, karena cessa yang tempo hari sangatlah tomboy dan urakan. Sangat jauh berbeda dengan Cessa yang sekarang.
"Ehhhm! Saya menggaji kalian untuk bekerja, bukan bergosip," tegur Benny yang mendengar para karyawanya menggosipkan dirinya dan juga Cessa.
Mereka semua langsung bubar, sedangkan Benny masih menggenggam tangan Cessa, membawanya masuk ke dalam ruangan kerjanya.
__ADS_1
Sekretaris Benny, membungkuk hormat, membukakan pintu untuknya dan Cessa. Secretaris Benny tidak mengenali perubahan Cessa. Cessa menahan senyumnya setelah mengingat tingkah usilnya kepada secretaris Benny.
Setelah menutup pintu ruangan kerjanya, Benny menatap Cessa yang terus saja menahan senyum. Lelaki itu penasaran, apa yang membuat Cessa tersenyum. Dia melihat penampilanya sendiri tidak ada yang aneh. Karena penasaran, Bennypun terus terang bertanya kepada Cessa.
"Ngapain kamu senyam-senyum?" tanya Benny.
"Hehehe! Aku hanya teringat hal yang lucu tentang sekretarismu," jawab Cessa.
Masih belum puas dengan jawaban Cessa, Benny meminta Cessa untuk menceritakan hal lucu apa yang membuat Cessa tersenyum.
"Salah sendiri memakai pakaian kurang bahan, apa lagi sampai memamerkan belahan dadanya. Langsung saja ku tempelin permen karet bekasku tepat di belahan dadanya," ucap Cessa menceritakan.
"Dia memang seperti itu! Aku sudah berulang kali menegurnya," timpal Benny, sambil menandatangani semua berkas yang menumpuk.
"Kenapa kamu tidak memecatnya saja? Sudah jelas dia pasti ingin menggodamu."
"Kau kira aku tergoda denganya?" tanya Benny.
"Tidak boleh! Kau hanya di perbolehkan tergoda denganku dan di haramkan untuk wanita lain, entah wanita tulen ataupun wanita jadi-jadian," jawab Cessa, Benny tersenyum dengan jawaban dari putri sahabatnya barusan.
"Yakin kau bisa membuatku tergoda?" tantang Benny.
Salah besar jika Benny menantang Cessa, gadis itu pasti akan membuktikan tantangan dari Benny. Cessa melangkah maju menghampiri Benny. Benny mengernyit dengan tatapan mencurigakan dari Cessa. Tanpa aba-aba, Cessa langsung mencium Benny tepat di bibirnya. Membuat Benny kehilangan ciuman pertamanya yang selama ini ia jaga.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Hahahahaha🤭
Biasanya Cwek yang kehilangan ciuman pertamanya karena di curi kaum cowok
Ini malah kebalikanya, ciuman pertama Benny hilang karena di ambil oleh Cessa🤭
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️