Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
Bencana ke dua kalinya


__ADS_3

Karena malam nanti adalah malam minggu.Brain dan Tasya yang tadinya hendak pulang,akhirnya mengurungkan niat mereka.Mereka ingin melewatkan malam minggu hanya berdua.Menitipkan putrinya kepada grandma dan grandpanya.Bukan berarti mereka mengabaikan baby cessa.Mereka hanya ingin sesekali merasakan selayaknya remaja seumuran mereka.Kencan berdua,memutari indahnya malam ibu kota berdua.Setidaknya mereka memiliki kenangan indah sewaktu remaja.


Karena tidak membawa baju ganti,mereka mampir ke Mall untuk membeli baju couple berdua.Meski terlihat alay bagi Brain.Namun semua itu permintaan Tasya yang wajib di turutinya.Jika Brain tidak menuruti,maka tidak ada jatah malam nanti untuknya.


"Bagaimana,kamu suka,mas?"


"Suka."Jawab Brain singkat


"Kok singkat banget jawabnya,kamu gak suka ya?"protes Tasya yang sebenarnya merasa kagum dengan ketampanan suaminya saat mengenakan baju couple.


"Suka kok,ayo jalan!aku tahu aku tampan dan tidak perlu seperti itu memperhatikan suamimu ini."


Tasyapun tersadar dari tatapan mendambanya pada suaminya.Pipinyapun mendadak blushing dan iapun melangkahkan kakinya lebih cepat meninggalkan suaminya.


"Sayang,tunggu."


Brain berlari mengejar langkah istrinya yang sangat cepat.Brain segera menggenggam jemari tangan istrinya saat berhasil mensejajarkan langkahnya.Kini mereka menjadi pusat perhatian seluruh penghuni mall.


Mereka menelusuri seluruh mall,mulai dari belanja,main game timezone.Saat malamnya tiba,mereka pergi ke sebuah pasar malam yang cukup padat pengunjungnya.Karena suasana pasar malam yang sangat padat.Akhirnya mereka menghabiskan malam minggu dengan menonton film di bioskop.


"Cup."Tiba-tiba Tasya mencium Brain,Brain yang kagetpun tak terima saat Tasya melepaskan ciumanya.Saat Brain ingin mengulangnya kembali,Tasya menahanya.


"Jangan di sini mas,lihatlah di belakang kita masih ada orang lain."Bisiknya


"Lalu kenapa kau menciumku dan apa ini?kau terlalu lengket denganku."


"Jangan banyak tanya,sudah biarkan saja aku begini.Aku sangat nyaman nonton film di posisi seperti ini."

__ADS_1


Brain membiarkan saja istrinya nempel di tubuhnya.Kalau posisi mereka tidak sedang berada di bioskop.Kalau posisi mereka saat ini di kamar.Pasti Brain sudah memakan habis istrinya sampai pagi.Tentu saja sebagai pria normal Brain merasa terganggu dengangan ulah istrinya.


"Tasya sayang,kamu jangan seperti ini!aku bisa saja memakanmu jika posisimu seperti ini."Bisik Brain


Tasya malah diam saja tidak menanggapi Brain.Malahan saking terbawa suasana di film,tanpa sadar tanganya sudah merambat kemana-mana.Dengan segera Brain menghentikan pergerakan tangan istrinya.


"Oop's,maaf mas."


"Kenapa kamu mulai nakal?awas saja nanti malam habis kamu,sya.Mumpung besok hari minggu kita lembur sampai pagi."Ucap Brain menyeringai


Tasya yang mendengar ancaman suaminyaoun bergidik ngeri.Salah dia sendiri memancing singa lapar.Singanya ingin menerkamnya baru sadar akan perbuatanya.


Setelah film selesai,Brain yang mengajak pulang Tasya.Tasya menolak dan masih ingin jalan-jalan di lain tempat.Tentu saja itu hanya alasan Tasya untuk mengulur waktu.Brain yang curigapun menolak ajakan Tasya.


"Pulang,kasian baby cessa gak dapat perhatian ayah bundanya seharian."Ucap Brain


Alasan Brain cukup masuk akal hingga membuat Tasya setuju akan ajakan pulang suaminya.Setelah mereka sampai rumah.Mereka tidak mendapati putrinya.Karena baby cessa sudah tidur nyenyak bersama grandma dan grandpanya.Hal itu membuat Brain bersorak senang dalam hatinya.Dia akan melancarkan aksinya malam ini sampai pagi.


"Dub,,,dub,,,dub."Begitulah suara jantung Tasya saat ini.


Brain memandang bibir Tasya yang sangat menggoda baginya.Di kecupnya bibir yang mengalihkan perhatianya itu dengan lembut dan dalam.Memasukan lidahnya kedalam mulut Tasya.Menggesek pelan lidahnya pada lidah Tasya.


Sedangkan Tanganya sudah meraba kemana-mana.Tanpa Tasya sadari,Brain sudah meloloskan kaos dari tubuhnya.


"Tok-tok."Terdengar ketukan dari luar tepat pukul sebelas malam.Saking fokus dengan kegiataan panasnya.Brain dan Tasya tidak mendengar ketukan keras dari luar.Brain menghentikan kegiatan panasnya ketika mendengar suara pintu di ketuk semakin keras.


"Mengapa berhenti?"Tanya Tasya lembut sambil menatap Brain.Brain hanya menggeleng sambil menyuruh Tasya untuk diam.

__ADS_1


"Tok-tok."Suara ketukan yang sangat keras lagi-lagi terdengar.Kali ini bukan hanya Brain yang mendengar.Tasyapun juga mendengar membuat dia kelabakan memunguti bajunya yang sudah berserakan.Brain mengumpat berkali-kali karena terganggu.Setelah memastikan mereka berdua memakai baju dengan benar.Brain melangkah ke arah pintu dan membukanya.


Tidak ada orang yang ia lihat setelah pintu terbuka.Lagi-lagi Brain mengumpat kesal dan bertanya-tanya siapa yang mengetuk pintu.Tasya yang sudah menempel ke punggung Brain karena ketakutan.Dia mengira yang mengetuk pintu barusan adalah Hantu.


Pintupun di tutup kembali,tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar lagi.Tasya yang melarang Brain membuka pintupun mengeratkan tubuhnya ke tubuh Brain.Sedangkan Brain sudah sangat penasaran.Akhirnya Brain menuruti permintaan istrinya.


Namun jika di biarkan saja,bisa-bisa istirahat mereka terganggu.Tanya dan Brain memastikan setelah ini,jika masih ada ketukan,maka Brain akan membukanya.Tak lama kemudian ketukan itu kembali terdengar.Kali ini ada suara Axel kakanya yang memanggil Brain.Brainpun membuka pintu sambil mengumpat kesal.


"Ada apa?"Tanyanya malas


"Kakak iparmu minta rujak buah."Ucap Axel membuat Brain langsung melebarkan matanya.Tanda-tanda bencana sepertinya akan melandanya kembali.


"Apa urusanya denganku?"Tanya Brain


"Verlee nyidam anak ke dua kami,dia maunya di bikinkan rujak buatanmu."


"What?astaga kenapa cepat sekali sih hamil anak keduanya.Kenapa nyidamnya selalu ngerepotin unclenya sih.Aku saja belum pernah merasakan istri nyidam.Nah ini malah kedua kalinya ngurusin nyidamnya kakak ipar."Omel Brain panjang lebar


"Sudah,turutin saja."Timpal Axel


"Kenapa Mas?"Tanya Tasya penasaran


"Kak Verlee hamil anak ke dua,saat ini dia minta rujak dan rujaknya harus bikinanku."


"Turutin saja,kasihan nanti bayinya ileran."


"Terus kapan kamu nyidamnya,sya?"

__ADS_1


Bukan jawab iya,malah Brain bertanya balik kepada Tasya.Tentu saja jawaban Tasya tetap sama setelah selesai sekolah.Tasya tidak mau hamil jika masih sekolah.Jawaban Tasya membut Brain menghembuskan nafas kesal.Lebih kesal lagi harus turun ke dapur untuk bikin rujak buah.Parahnya lagi di dalam kulkas tidak ada bahan.Alhasil dia harus ke supermarket malam-malam untuk membeli bahan.


Di sepanjang perjalanan Brain selalu mengumpat kesal.Kesal karena kegiatan panasnya terganggu.Kesal karena harus ke supermarket membeli bahan sendirian.Belum lagi kesal sesampainya di rumah harus ngulek bumbu rujak.Membayangkanya saja sudah membuat Brain semakin mengumpat.


__ADS_2